Air Susu Di Balas Dengan Air Tuba

(Sebuah Refleksi Tentang Kebaikan Yang Dilupakan)

Oleh: Roberth Yewen

Ada pepatah mengatakan bahwa “The good you do today may be forgotten tomorrow, but continue to do good” (kebaikan yang kamu lakukan hari ini mungkin saja besok akan dilupakan orang, tetapi jangan berhenti untuk terus berbuat baik). Pepatah ini mencoba mengingatkan kita tentang pentingnya melakukan kebaikan dalam setiap kehidupan kita hari lepas hari.

Beribu-ribu kebaikan yang kamu lakukan bisa akan dilupkan sekejab dengan sebuah kesalahan kecil yang kamu lakukan. Artinya kebaikan sering dilupakan orang hanya dengan kesalahan kecil yang kamu lakukan. Padahal kebaikan yang kamu lakukan mungkin saja lebih besar dibandingkan dengan kesalahan kecil yang kamu lakukan.

Inilah yang dinamakan “air susu dibalas dengan air tuba”(milk is returned with poison water). Artinya suatu tindakan kebaikan dibalas dengan tindakan kejahatan (crime). Seorang ibu tidak pernah memberikan air tuba kepada anaknya. Dia (ibu) selalu memberikan air susu kepada anaknya, karena air susu memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan air tuba yang memiliki zat beracun.

Air susu (milk) selalu memberikan warna yang putih dan memiliki vitamin dan protein yang sangat tinggi. Dibandingkan dengan air tuba yang berisi zat beracun (poison) dan sering digunakan untuk meracuni ikan, bahkan meracuni hewan apapun. Jika dikaitan dengan kehidupan sehari-hari banyak orang yang selalu berbicara dan merangkul seperti air susu, tetapi di belakangnya menusuk seperti air tuba yang meracuni sesamanya sendiri.

Inilah realita kehidupan saat ini. Ada orang yang kita anggap sebagai teman dan sahabat selama ini, teryata berubah dalam sekejab sebagai musuh dalam kehidupan kita; Ada juga yang kita anggap sebagai adik, saudara dan keluarga selama ini, teryata menggigit dari belakang secara pelahan-lahan.

Kebaikan yang dilakukan merupakan sebuah pemberian hati (heart) yang diungkapkan dan diwujudkan dalam sebuah cinta (love) kepada sesama tanpa memandang latar belakang orang tersebut. Karena sebuah kebaikan (kind) tidak bisa diukur, tetapi harus dimaknai sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus diingat setiap harinya.

Namun demikian, banyak orang sering melupakan kebaikan orang lain hanya karena sebuah spontanitas dan refleksi sesaat yang diterima dari sebuah pergaulan yang kurang sehat. Apalagi pesan yang diterima berasal dari orang ketiga. Di mana-mana orang ketiga selalu menjadi orang yang “dipersalahkan (blamed)”, tetapi di sisi lain bisa menjadi orang yang selalu “menyatukan (unite)”.

Banyak orang berbuat baik, tetapi dengan maksud tertentu. Namun tak sedikit juga yang berbuat baik, tetapi tidak dengan maksud apapun. Semua kebaikan yang dilakukan adalah bagian dari keikhlasan dan ketulusan hati yang paling dalam. Yang paling menakutkan adalah orang yang pura-pura baik, tetapi di belakangnya mereka justru menjadi racun bagi orang lain. Memang sedalam lautan bisa diukur, tetapi sedalam hati tak bisa diukur.

Jika disuruh memilih antara air susu dan air tuba untuk diminum, maka saya yakin banyak orang akan lebih memilih untuk meminum air susu, dibandingkan dengan harus meminum air tuba. Namun demikian, dalam realita kehidupan manusia, banyak orang lebih mengakhiri hidupnya dengan meminum air tuba. Inilah realita kehidupan.

Jika disuruh untuk memilih menjadi orang baik, maka saya yakin semua orang akan memilih untuk menjadi lebih baik, tetapi kenyataannya banyak orang lebih memilih menjadi tidak baik, lantaran hanya ingin mencari sensasi dan popularitas semata, bahkan hanya ingin bersenang-senang, walaupun kesenangan itu hanya bersifat sementara atau semu. (*).

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...