23.2 C
Special Region of Papua
Sunday, December 5, 2021

Aksi Jilid II Mahasiswa UNIPA Akhirnya Ditanggapi Rektor

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Aksi jilid II Mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa/ i Peduli Kampus UNIPA, kembali melakukan aksi tolak kuliah online serta keringanan uang kuliah tunggal (UKT) pada Rabu (03/02/2021) siang tadi. Aksi damai yang berlangsung di kompleks Kampus UNIPA, Jl. Gunung Salju Amban, Kabupaten Manokwari itu akhirnya mendapat jawaban dari Rektor UNIPA, Dr. Meky Sagrim, SP, M.Si.

“Aksi kami masih sama, yaitu tolak kuliah online yang memberatkan seluruh mahasiswa UNIPA dan juga menuntut keringanan biaya SPP,” jelas Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap), Yuliance Fanataf.

Setelah dikonfirmasi jurnalis diptapapua.com, Wakorlap mengatakan bahwa terkait dengan aksi menuntut keringanan UKT telah dijawab dan akan ditindak lanjuti oleh Rektor sebagai pimpinan tertinggi Univeristas Papua.

“Malam ini, surat edaran dari rektor sudah keluar bahwa terkait dengan UKT akan ditindak lanjuti keringanan biaya SPP bagi mahasiswa UNIPA,” jelasya saat dihubungi via WhatsApp.

Lalu, berkaitan dengan tuntutan tolak kuliah online yang dinilai memberatkan mahasiswa, Yuliance menerangkan bahwa pihaknya masih memberikan kesempatan ke pihak Kampus UNIPA untuk berkoordinasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) hingga bulan Maret mendatang.

“Berkaitan dengan tuntutan tolak kuliah online, kami masih berikan kesempatan hingga bulan Maret nanti, sambil menunggu tindak lanjut rektor kepada Kemendikbud RI di Jakarta. Jika tidak ada respon, maka kami nyatakan sikap untuk kembali turun ke jalan melakukan aksi damai,” tegas Wakorlap Yuliance.

Baca juga: Mahasiswa UNIPA Tuntut Keringanan Biaya SPP & Menolak Kuliah Online

Lebih lanjut, dirinya mengatakan mereka (mahasiswa) akan melakukan audiensi khusus dengan pihak Kampus, atau lebih khusus Rektor untuk membahas dua tuntutan mahasiswa tersebut.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

SEJARAH (I): Latar Belakang Lahirnya IPMT Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Melalui Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 20 November 2021 di Asrama Papua Kamasan III Surabaya, secara resmi Organisasi...

ESAI: Noken Mama Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Louis Kabak)*"Noken Mama Papua". Tidak bisa kita pungkiri bahwa noken tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Papua....

ESAI (III): Cinta di Kiri Jalan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Pada sebuah sore yang jahat, langit di Kota Rasis itu memerah dan membakar mawar berduri di...

ESAI (II): Anak Itu Sudah Mati

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Besi panas yang dikirim Presiden Jokowi dari Istana itu, menembus perut dan membunuh Nopelinus Sondegau, anak...

ESAI (I): Sa Punya Nama Pengungsi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Desember 2018 di Nduga, saat itu sa ada di dalam Mama punya perut. Hingga 2019, sa...