Aksi Respon Penyiksaan Warga Sipil Papua, IPMAPA Malang Bawa 25 Tuntutan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Menanggapi kasus penyiksaan terhadap 3 warga sipil Papua oleh 8 anggota TNI di Puncak Ilaga Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA Malang) melakukan aksi long march dari Stadion Gajayana menuju Kantor DPRD Kota Malang, pada Rabu, (27/03/2024).

Aksi yang diikuti oleh puluhan Mahasiswa Papua itu, membawa 25 tuntutan yang dilayangkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Lebih lanjut, Humas aksi, Kapten mengatakan tuntutan tersebut mendesak agar lembaga TNI dan Polri bertanggung jawab atas kasus penyiksaan dan pembunuhan terhadap warga sipil Papua serta negara harus menarik semua militer dari Tanah Papua.

“Negara harus berhenti lakukan operasi militer dan tarik semua militer di seluruh Tanah Papua. Dan segera berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua sebagai solusi dari semua persoalan di Papua,” jelas dia.

Menurutnya, jika hak menentukan nasib sendiri bagi orang Papua ditentang negara, maka persoalan berkepanjangan di Papua tak akan diselesaikan.

Tak hanya di Kota Malang, aksi serupa juga dilakukan Mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jakarta dan sejumlah kota lainnya. Diketahui bahwa 3 warga sipil yang disiksa oleh 8 anggota TNI tersebut, di antaranya Warinus Murib (18), Definus Kogoya (19) dan Alius Murib (19) yang berasal dari Kampung Mangume, Distrik Amukia, Kabupaten Puncak Papua (Ilaga).

Dalam siaran pers yang diterima, Mahasiswa Papua mengatakan bahwa seluruh persoalan pelanggaran HAM tersebut disebabkan oleh pengiriman militer ke Papua. “Ribuan rakyat Papua sudah mengungsi, banyak yang sudah mati, warga sipil trauma”.

Menanggapi seluruh persoalan kekerasan dan pembunuhan yang dialami rakyat Papua tersebut, IPMAPA Malang menuntut:

1. Mengecam pangdam XVII cendrawasih segera mengakui adanya anggota tni yang melakukan penyiksaan terhadap warga sipil orang asli di puncak papua.

2. Mengecam pangdam XVII cenderawasih atas pernyataan pembohongan publik di media terkait video penyiksaan yang disebut editan.

3. Copot Jabatan Pangdam xvii Cendrawasih Papua karena menyebarkan berita hoax terhadap publik.

4. Adili, Pecat dan penjarahkan pelaku penyiksaan terhadap warga sipil di puncak ilaga papua tengah

5. Negara indonesia segera mengusut tuntas semua kasus pelanggaran HAM terhadap warga sipil papua di tanah papua barat.

6. KOMNAS HAM RI segera melakukan investigasi penganiayaan terhadap warga sipil di puncak west papua.

7. Negara segera hentikan pengiriman Militer organik maupun non organik dari tanah papua barat serta Tarik militer organik dan non-organik dari tanah papua barat

8. Polda papua segera usut tuntas kasus pembunuhan jein korupon di kabupaten pegunungan bintang oleh aparat negara.

9. Negara segera bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga anak remaja warga sipil dan salah satunya menjadi korban di intan jaya, west papua.

10. Presiden republik indonesia segera perintahkan panglima tni proses hukum tni 11. pelaku penyiksaan anak di kabupaten yahukimo dan warga sipil di kabupaten puncak west papua.

12. Buka Ruang Demokrasi seluas-luasnya dan berikan Kebebasan bagi Jurnalis Nasional, Internasional meliput dan mengakses informasi di Papua Barat.

13. Hentikan Operasi militer di Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya, Maybrat, Yahukimo, dan seluruh wilayah West Papua lainnya

14. TNI/Polri, Stop melakukan intimidasi terror kepada masyarakat sipil di di derah konflik Kab. Nduga, Intan Jaya . Puncak , Maybrat, Yahukomo, Pegunungan Bintang , Lani Jaya dan seluruh Tanah Papua.

15. Tutup semua tokoh – tokoh minuman Alkohol, Togel, Judi, PSK di tanah papua

16. Tutup seluruh perusahan – perusahan asing dan nasional yang beroperasi di Papua

17. Hentikan perampasan Tanah Adat di seluruh,Tanah Papua

18. Kirim dokter, mantri dan guru. Bukan Militer Indonesia

19. Kami melarang masuknya seluruh investasi yang masuk ke tanah papua

20. Berikan kebebasan bagi Perempuan Papua dalam, segi Politik, Ekonomi, Pendidikan, Budaya dan jaminan kesehatan alat Reproduksi

21. Elit-elit papua hentikan mengadu Domba Rakyat Papua melalui Poliitik Praktis

22. Turunkan harga barang dan (BBM) Di seluruh Tanah papua

23. Seluruh pemerintahan daerah di papua dan tenaga pengajar jalankan pendidikan yang tidak aktif; dan buka akses pendidikan bagi Anak – anak pengungsi di Papua

24. Polda Papua segera usut tuntas kasus pembunuhan Jein Korupon di Kabupaten pegunungan Bintang oleh aparat Polisi.

25. Kabulkan gugatan suku auwyu

26. Negara segara bertanggungjawab terhadap eksklasi konflik di tanah

27. Segera berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat papua

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...