23.5 C
Special Region of Papua
Friday, December 4, 2020

Antara Pikiran dan Perasaan

Oleh: Ever Otniel Asentowi

Pada saat kita membaca buku seperti sekarang ini, apakah kita menggunakan pikiran atau perasaan? jika kita mendegarkan pidato atau mengikuti lokakarya, apakah kita menggunakan pikiran atau perasaan? semua itu adalah kegiatan belajar. Apakah kita belajar dengan berpikir atau merasa?

Cobalah kita rinci berbagai perbuatan pada  waktu belajar. Yang kita lakukan adalah memperhatikan, membandingkan , menyukai, meragukan, mengingat, dan segala macam perilaku. Belajar itu dapat digolongkan atas beberapa ranah atau satuan perilaku.

Pertama, ranah kognitif (kognisi= pengenalan) yang terdiri dari perilaku seperti mengidentifikasikan, menemukan, mengenali, menyetujui, menolak, membagi, menjumlah , memperkirakan dan sebagainya. Semua ini berkaitan dengan kegiatan kognisi atau kegiatan berpikir.

Kedua ranah efektif (afek atau efeksi= perasaan halus, rasa kasih sayang) terdiri  dari perilaku seperti: mengagumi, mengakui, menyesali, mempersoalkan, peduli, mengasihi diri dan sebagainya. Semua ituberkaitan dengan minat atau kehendak.

Ranah efektif nyata bahwa kita belajar menggunkan perasaan. Manusia adalah makhluk yang berpikir dan berperasaan. Sebab belajar dengan cara lebih menarik atau unik adalah berpikir dan berperasaan.

Oleh karena itu, cukap menyajikan bahan belajar atau ajaran, bukan melalui ranah kognitif melainkan efektif agar jangan salah mengerti.

Sayang sekali, pendekatan yang seimbang antara ranah kognitif dan efektif belum banyak digunakan terutama di Papua. Disayangkan banyak yang bersifat kognitif. Belajar dan mengajar secara utuh menjadikan nilai-nilai yang melekat pada diri kita. Kita bukan hanya tahu melaikan juga melakukan. Acuan hidup kita bukan hanya pikiran tetapi juga perasaan.

Generasi Papua mari kita belajar melihat dan merasakan kondisi  yang sekarang kita jalani atau mengalami di negeri, pedalaman dan berbagai tempat di mana kita berada. Agar kita tidak ditipu karena sudah belajar dan merasakan hal-hal yang benar maupun salah yang sudah tertanam dalam diri kita.

Seorang pepatah mengatakan “buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Dengan kita belajar dan merasa, kita bisa menghindar dari pohonnya, kita tumbuh, berkembang biak dan menghasilkan buah atau butir-butir yang  berguna di Negeri tercinta Papua, dari gunung, lembah hingga pesisir. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

Polisi Pamer Tulisan “Cinta Damai”, Massa Aksi: Stop Pencitraan

DIPTAPAPUA.com - Dalam aksi peringatan 59 tahun hari Papua Merdeka (1 Desember 1961), yang dilakukan oleh mahasiswa Papua serta solidaritas orang Indonesia untuk Papua...

Peringati Hari Kemerdekaan Papua, Mahasiswa Papua se-Jawa Timur Aksi di Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Sejak 1 Desember 1961 atau 59 tahun yang lalu, di Hollandia atau kini Jayapura rakyat Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan...