Belum Lunasi Biaya Kontrakan, Mahasiswa Asal Pegunungan Bintang di Kota Malang Terancam Dikeluarkan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Sejumlah mahasiswa asal Kebupaten Pegunungan Bintang yang ber-study di Kota Malang terancam dikeluarkan dari tempat huni (kontrakan), karena belum melunasi biaya kontrakan.

Hal itu disampaikan oleh Agadonas Kasipmabim, mahasiswa di Kota Malang sekaligus sebagai senioritas bagi mahasiswa asal Pegunungan Bintang. Belasan mahasiswa Pegungan Bintang yang berkuliah di sejumlah kampus seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya dan kampus lainnya di Kota Malang itu akan dikeluarkan jika tidak segera melunasi biaya kontrakan.

“Hari ini tanggal 31 Maret 2024 ini hari terakhir kami tinggal di kontrakan, jika tidak melunasi biaya kontrak, maka kami akan dikeluarkan. Kami tidak tau pergi dan tinggal di mana lagi,” ucap Agadonas dalam pernyataan yang diterima media ini, (31/03/2024).

Tangkapan layar percakapan pemilik kontrakan yang akan keluarkan para Mahasiswa Pegungan Bintang di Kota Malang jika tidak segera melunasi biaya kontrakan, (31/03/2024). 

Dia mengaku telah melakukan berbagai upaya seperti meminta tolong kepada orang tua dan juga mengajukan permohonan biaya ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun hasilnya nihil. “Kami hanya dijanjikan oleh Pemda, tapi sampai saat ini tidak ada perhatian serius,” beber Agadonas.

Tempat tinggal bagi mahasiswa menjadi salah satu hal yang menunjang proses belajar. Tempat tinggal menjadi kebutuhan utama dalam kelancaran belajar dan sangat menentukan kesuksesan. Sehingga Agadonas mengaku “selama ini kami (para mahasiswa asal Pegunungan Bintang) sendiri yang membayar uang muka untuk kontrak rumah sebesar 10 juta”.

Mereka mulai kontrak rumah sejak November 2023 lalu dengan membayar uang muka, dan bersepakat dengan pemilik kontrakan bahwa 4 bulan setelah itu, harus sudah dilunasi dengan membayar 15 juta. Namun hingga kini belum juga dilunasi, sehingga pada 31 Maret 2024 ini akan dikeluarkan.

Para mahasiswa asal Pegunungan Bintang di Kota Malang ini, sangat berharap kepada Pemda untuk membantu melunasi biaya kontrak. “Kami berharap kepada Pemda maupun orang tua yang peduli dengan sumber daya manusia Pegunungan Bintang agar bisa bantu kami lunasi tempat tinggal yang kami tempati, guna kelancaran studi kami di Kota Malang,” harap mereka.

[Editor: Maksimus Syufi]

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...