23.5 C
Special Region of Papua
Friday, December 4, 2020

Berburu Pasti Butuh Proses Untuk Mencapai Sasaran

Oleh: Ever Otniel Asentowi

Dalam lingkup dunia, kita sering kali mendengar istilah ‘membutuhkan  proses untuk mencapai sasaran atau tujuan’.  Kita sebagai anak terdidik harus mengetahui hal ini dalam diri kita  dan jangan ada patokan alias fokus pada satu hal  tetapi harus fokus pada berbagai hal mengenai perjalanan hidup kita di bumi Cenderawasih. Dalam lembaga pemerintahan, masyarakat, pendidikan, maupun kanak-kanak, semuanya  mulai dari proses agar mencapai tujuan/ sasaran tersebut melalui aktivitas sehari-hari yang kita lalui. Harus siap melakukan sesuatu yang sulit demi mencapai sasaran.

Perjuangan Papua untuk referendum  atau memberikan kebebasan kepada orang  Papua sudah terpahat dalam diri kita, namun proses untuk melihat  bahwa kita orang  Papua, apakah benar-benar mengiginkan kebesaan? maka sepatutnya proses perjuangan itu jangan pernah terhalang oleh ‘godaan’. Perjuangkan akan lalui pengorbanan, darah tumpah basahi tanah Papua, air mata menetes membasahi rerumputan dan dedaunan, mengeluarkan pikiran, keringat banjir di badan, apakah kita orng  Papua bersatu dari berbagai penjuru untuk melawan rasisme atau  penindasan yang   ada saat  ini?. Apakah kita orang  Papua benar-benar melindungi alam semesta serta ratu dan pangeran  Cenderawasih yang sedang menari di hutan Papua?.

Kita selalu ingat bahwa kita sebagai rumpun Melanesia di timur Indonesia ini, telah menyatakan merdeka pada tahun 1961 , yang dipenuhi oleh Bangsa Belanda, maka yang kita tagih adalah hak kami menentekuan nasib sendiri atau memintah refrendum  seperti kata Cisco pada diskusi Blacklivesmatter dan Papua melalui chanel youtube pada Minggu (31/05/2020)  “Mereka harus mengetahui apa keinginan orang Papua”.

Yang pasti adalah referendum alias bebas dan menentukan nasib sendiri di tanah Papua.  Trasmigran, trasportasi dan lain-lain, kita orang Papua merasa jauh dari kemakmuran, mengapa?  karena pangan lokal, tempat berburu, dusun, gunung, air, hutan dan tempat burung menari akan hilang. Karena mereka akan datang kuasai dan hancurkan hutan dengan perusahaan besar tanpa memikirkan kehidupan orang Papua. Apakah perusahaan mampu menjawab kesejahteraan masyarakat Papua di negerinya sendiri ?.

Misalnya di daerah Moskona, Kabupaten Bintuni dan Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, terdapat PT. Wanagalang  yang mengakibatkan penebangan pohon secara besar-besaran (jumlah yang banyak) tanpa memikirkan keberlangsungan kehidupan masyarakat sekitar dengan hutan yang menjadi tempat interaksinya.

Sangat disayangkan dan harus dipahami secara jernih, karena merusak hutan untuk masyarakat dapat mengembangkan pangan lokal serta untuk mempertahankan hidup. Juga di daerah Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, dengan kehadiran PT. Bintuni Agro Prima Perkasa  (BAPP)  menggusur sekian hektar tanah adat orang Papua khususnya orang Kebar. Buktinya, tidak menjamin ekonomi atau kehidupan warga setempat.

Hal ini yang membuat kita orang Papua butuh proses dalam sebuah perjuangan, yaitu refrendum bagi Papua. Mengapa ? sasaran hidupnya adalah kebebasan menentukan nasibnya sendiri.

Dalam kehidupan, selalu ada pasangan yang menemani atau mendampingi, yaitu “kalau ada suami pasti ada istri”. Begitu pula, “penindasan ada pada kita orang Papua, pasti ada perjuangan yang tumbuh dalam diri kita”. Maka pasti ada proses yang mengahampiri diri kita orang Papua untuk mencapai sasaran dalam hidup dan akhir kata REFERENDUM. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

Polisi Pamer Tulisan “Cinta Damai”, Massa Aksi: Stop Pencitraan

DIPTAPAPUA.com - Dalam aksi peringatan 59 tahun hari Papua Merdeka (1 Desember 1961), yang dilakukan oleh mahasiswa Papua serta solidaritas orang Indonesia untuk Papua...

Peringati Hari Kemerdekaan Papua, Mahasiswa Papua se-Jawa Timur Aksi di Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Sejak 1 Desember 1961 atau 59 tahun yang lalu, di Hollandia atau kini Jayapura rakyat Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan...