23.5 C
Special Region of Papua
Friday, December 4, 2020

Budayakan Membaca

Oleh: Imanuel Nawipa

Membudayakan membaca dengan multi cara. Membaca merupakan suatu proses yang baik, dengan tujuan untuk meningkatkan pola pikir seseorang. Membaca juga dapat memperkaya kosakata. Dengan membaca orang mengenal atau paham apa maksud atau tujuan dari yang dibaca! Sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita harus tahu apa itu membaca, fungsi serta tujuannya.

Membudayakan membaca berarti membiasakan orang untuk terus mengasah otak. Dengan demikian, ia dapat mampu menyumbangkan ide-idenya. Contoh, ketika diskusi kelompok, pasti kita sudah tahu bahwa dalam diskusi kelompok setiap orang menyumbangkan ide-ide mereka masing-masing, dan ketika ada masalah dalam diskusi tersebut otomatis seseorang yang sudah terbiasa dalam membaca ia akan memberikan terobosan atau solusi untuk mencari jalan pintas persoalan tersebut.

Selain itu, hal ini belum tentu orang yang suka membaca memiliki pengetahuan lebih luas, artinya kita membaca membutuhkan suatu proses yang panjang untuk menuju ke apa yang kita inginkan. Membaca bukan saja untuk baca, sekedar melihat tulisan yang terpampang di buku, membaca itu dengan penghayatan atau memaknai arti dari setiap kata atau kalimat yang dibaca.

Dengan membaca kita bisa kaya akan kosa kata dan berbagai macam pengetahuan baru yang sudah terekam dalam otak atau tersimpan dalam memori kita. Membaca itu kapan saja, dan itu tergantung sa, ko, kam dan dong. Jadi, harus membiasakan diri untuk membaca. Membaca bukan saja di lembaga pendidikan, membaca juga bisa di tempat-tempat formal maupun non formal atau di jalanan dan lain sebagainya.

Membaca juga disebut dengan kata ‘deskripsi’, mengapa demikian? Jika ada orang serius membaca dan memahami apa yang dibacanya, maka seseorang itu bisa saja mengutip kata-kata dengan menuliskan kata-kata itu di buku kecil atau buku saku. Sehingga ia dapat mempelajarinya secara perlahan-lahan untuk merekam kata atau istilah tersebut.

Saya juga sudah pernah melakukan hal demikian, karena kebiasan membaca dan mengutip kata-kata yang bermakna, jika sudah untuk mendefisikan maka terpaksa menggunakan kamus sebagai kunci untuk lebih memperlebar pengertiannya secara luas, agar mudah untuk dipahami maksud dari kata tersebut. Dalam hal ini, bukan untuk membuktikan atau mengandalkan kelebihan atau kekurangan, tetapi mencoba untuk memperbaiki kekurangan itu menjadi baik walaupun tidak lebih dari apa yang diharapkan. Selain itu, mungkin kalian juga sudah melakukan hal yang sama.

Berkaitan dengan konteks di atas, secara real dalam keseharian kita, sering kita lihat minimnya kaum muda-mudi terutanma kaum pelajar yang berperan penting pada dunia pendidikan, maupun di kalangan masyarakat yang kurang membaca buku. Menurut kenyataanya demikian. Di negara kita ini, hanya beberapa orang saja yang mempunyai niat untuk membaca buku. Padahal, membaca buku merupakan praktek simpel, dengan tujuan untuk memperoleh kalimat-kalimat penting yang terdapat dalam buku yang dibacanya atau mengakses dan menyaring informasi melalui poin-poin penting yang terdapat dalam buku tersebut, ke dalam mind set kita masing-masing.

Dengan membaca, hasil yang didapatkan bisa ditransfer pengetahuannya ke sesama kita yang membutuhkan informasi. Misalnya, ada seorang siswa yang mempunyai tingkat pengetahuannya tinggi, ketika disuruh gurunya untuk menjelaskan mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA  atau Matematika, dengan cepat ia menjawab dengan tepat dan sesuai dengan apa yang sudah diajarkan oleh gurunya tadi.

Dan apa yang sudah ia pahami, dapat membantu temannya untuk berusaha memahami materi tersebut. Hal ini merupakan proses yang baik dalam dunia pendidikan, terutama dalam saling mendukung, dalam hal ini bukan berarti memberikan contekan dan lain sebagainya, melainkan memberikan solusi yang baik kepada teman-teman yang belum paham. Ini merupakan hasil dari proses membaca dan mempunyai stimulus dalam pribadi seorang anak atau kita, ketika sedang membaca buku secara terus-menerus, secara psikologis dan biologis sangat baik untuk pencernaan otak.

Tetapi ada batas-batasnya, dan tergantung juga pada kita bagaimana caranya mengatur waktu yang baik dan teratur untuk membaca buku. Secara umum membaca buku itu luas, mebaca apa saja yang bisa dibaca oleh kita. Kapan, di mana saja pun bisa, tergantung pada kita.

Membaca menurut Yunus (2012), mengartikan bahwa “membaca adalah aktivitas agar dapat memperoleh informasi yang disampaikan di dalam bahan bacaan”. Jadi ada produknya, artinya bahwa produk ini merupakan hasil pemahaman atas isi bacaan (2012:146). Maka, dapat disimpulkan bahwa membaca adalah sebuah aktivitas dengan tujuan untuk memperoleh informasi atau istilah-istilah baru yang terdapat dalam buku yang dibaca. Kita tahu bahwa tujuan dari membaca adalah untuk memperoleh informasi, informasi yang disebut hasil produksi dari pemahaman terhadap apa yang dibaca.

Menurut saya, sesuai denagan konteks di atas, bahwasannya membaca adalah polarisasi cara berfikir dengan otomatis merangsang daya pikir menjadi tajam, artinya dengan membaca mempunyai wawasan yang luas. Kita terkadang menyepelehkan hal-hal seperti ini, yang terkait dengan membaca buku dalam aktivitas keseharian kita.

Menurut kaca mata saya, bahwa tidak semua dengan membaca buku mereka sukses tetapi itu kembali lagi ke pribadi kita masing-masing, dan mungkin orang yang sering-sering membaca buku membutuhkan proses yang panjang untuk menempuh tujuannya. Tetapi melalui proses semua sama adanya. Santo Agustinus mengutarakan sebuah istilah yang maknanya sangat mendalam, yakni “Tolle Et Lege” yang artinya “Ambilah dan Bacalah”. Artinya Ia mengajak kita untuk terus membudayakan membaca.

Jadi, yang kita ketahui bahwa membaca tidak hanya membaca buku, banyak media yang digunakan untuk baca, baik itu membaca buku, koran, majalah, pesan di handphone, membaca di mading, papan tulis, spanduk, dan lain sebagainya. Membaca juga kita sebut adalah jendela ilmu pengetahuan, yang nanti mengubah pola pikir serta karakter ke yang lebih dewasa.

Berfikir kritis terhadap apa saja, misalnya memberikan kritik yang logis dan sehat, artinya menggunakan akal sehat untuk mengkritik suatu hal yang mungkin dianggap tidak sesuai dengan peraturan atau aspirasi masyarakat. Tidak sia-sia jika terus mencoba mengasah otak kita untuk membaca buku.

Segi lain, hasil dari membaca buku bisa memproduksikan kata-kata pada selembar kertas putih, misalnya membuat sebuah artikel yang di dalamnya mengandung poin-point penting. Dengan demikian, dapat menjadi bahan acuan yang kreatif dan produktif, serta memberikan solusi yang baik untuk para pembaca. Artinya di sini, seorang pembaca juga bisa menjadi seorang penulis yang handal atau profesional. Jadi tidak sia-sia keduanya saling menguntungkan. Kita membaca akan menambah pengetahuan dan sumber informasi dari yang kita baca. Hasil dari proses membaca akan dijadikan seabagai fondasi yang nantinya digunakan untuk menulis sesuatu.

Hasil produksi dari membaca itu, kita bisa produksikan kepada siswa-siswi nantinya. Menjadi seorang guru, bukanlah suatu hal yang mudah. Banyak tenaga, pikiran, persiapan-persiapan lainnya sebagai bahan untuk mengajar siswa. Tentu seorang guru harus mempersiapkan strategi-strategi yang efektif dan optimal. Misalnya, ketika siswanya yang masih pasif dalam membaca, tentunya peran guru harus mengoptimalkan anak tersebut menjadi lacar dalam membaca, sebagai contoh; Disiplin waktu untuk mengajar siswanya membaca atau supaya siswa tidak bosan, seorang guru harus mempunyai inisiatif untuk mencari tempat yang luas dan nyaman.

Arti dari tempat yang luas ini adalah di mana tempat yang nyaman jauh dari tempat keramaian, dengan tujuan untuk mengajarkan siswanya mengenal alam melalui buku yang dibaca. Hal ini disebut interaksi secara lansung dengan objek. Mungkin dengan motode seperti ini, siswa dapat lebih memahami lebih dalam, melalui apa yang dibacanya dan apa yang diajarkan oleh gurunya. Tetapi setiap orang atau siswa mempunyai keterbatasan yang berbeda-beda, ada yang bisa menangkap langsung yang dibacanya, dan ada juga yang membaca sambil melihat secara langsung objeknya. Namun tergantung pada strategi apa yang digunakan oleh guru tersebut.

Kata orang, yang banyak membaca, ia kaya akan kosa kata, ia muda dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Dengan komunikasi dengan orang yang lebih tua, mestinya menggunakan tutur kata yang sopan dan santun, itu fungsi dari banyak membaca. Bukan hanya itu, masih banyak lagi fungsi dalam membaca sambil mengolah hasil yang dibaca itu ke dalam bentuk tulisan, yang nantinya diproduksikan pada semua orang. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

Polisi Pamer Tulisan “Cinta Damai”, Massa Aksi: Stop Pencitraan

DIPTAPAPUA.com - Dalam aksi peringatan 59 tahun hari Papua Merdeka (1 Desember 1961), yang dilakukan oleh mahasiswa Papua serta solidaritas orang Indonesia untuk Papua...

Peringati Hari Kemerdekaan Papua, Mahasiswa Papua se-Jawa Timur Aksi di Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Sejak 1 Desember 1961 atau 59 tahun yang lalu, di Hollandia atau kini Jayapura rakyat Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan...