Cinta Tersembunyi di Lembah Kebar

Oleh: Andi Wamor

Cinta merupakan sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi pada suatu perasaan dalam diri seseorang akibat dari faktor pembentuknya. Bukan hanya berkaitan dengan perasaan dan kasih sayang antara seseorang yang satu ke yang lain atau perasaan kita ke lawan jenis “wanita”,  tetapi cinta memiliki arti yang sangat luas. Cinta itu bisa kepada sesuatu yang menjadi ketertarikan pribadi, karena cinta itu luas dan banyak pengertiannya.

Karena itu, kita bisa merasakan cinta pada sesuatu yang menjadi ketertarikan kita atau hal-hal yang membuat kita suka, dan ingin selalu berada di tempat itu.

Tersembunyi berarti sesuatu yang ada namun tidak terlihat atau sesuatu yang sudah diketahui namun belum dapat diberitahukan. Sebab hal itu bersifat rahasia atau abstrak. Tetapi ada juga hal itu, kita sudah mengetahui tetapi kita belum mengetahui kegunaannya. Karena tersembunyi ini, lebih menekan kepada apa yang ada dan tidak kelihatan. Begitu juga dengan kekayaan alam kita yang masih tersembunyi.

Alam kita yang luas dan memiliki sumber daya alam yang begitu banyak, namun belum terungkap di mata dunia. Ada juga yang sudah terungkap namum masyarakat tidak mau kekayaan itu dirusaki oleh orang banyak atau orang-orang yang tidak bertanggungjawab di atas negeri kita.

Kata lembah berarti tempat yang memiliki dataran rendah yang luas, dikelilingi oleh pegunungan atau perbukitan yang luasnya mencapai ribuan kilo meter persegi.  Lembah yang dikenal oleh banyak kalangan hanya ada dua yaitu Lembah Baliem di Provinsi Papua dan lembah Kebar di Provinsi Papua Barat.

Lembah Kebar yang diapit oleh gunung yang menjulang ini berada tepat di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Lembah ini memiliki dataran yang cukup luas mencapai ribuan kilo meter dan lembah ini juga memiliki kekayaan alam yang begitu indah dan unik untuk dipandang dan tidak kalah indah,  karena lembah ini masih memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah dan terjaga utuh.

Kekayan alam tersebut meliputi dusun sagu yang begitu luas dan lembah ini menyimpan berbagai macam jenis  kekayaan alam lainnya. Tidak hanya kekayaan alam, tetapi kekayaan akan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Mpur, budaya berkebun, berburu, dan adat istiadat yang sudah ada semenjak nenek  moyang masyarakat Mpur, dan lembah ini memiliki keunikan khusus yaitu air panas yang berkhasiat dan indah untuk dinikmati secara langsung.

Lembah yang begitu indah dan tidak hanya menyimpan berbagai jenis flora dan fauna, tetapi lembah ini juga memiliki sungai yang deras yaitu, Sungai Apriri, Api dan juga Sungai Kamundan. Karena luas wilayahnya yang begitu besar, maka memiliki sungai yang besar pula dan kekayaan alam yang begitu banyak, semua ini masih terjaga dengan keasliannya.

Sesuai dengan konteks di atas, yang saya maksud dari cinta yang tersembunyi di lembah adalah surga di mana tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, bukan saja cinta dan kasih sayang dari orang tua (mama dan bapa) tetapi saya juga dibesarkan dari cinta yang berasal dari lembah. Karena di dalam lembah ini terdapat banyak sekali keunikan dan kekayaan alam yang begitu indah.

Karena cinta yang berasal dari orang tua dan alam, maka saya memiliki cinta yang luar biasa, dibandingkan dengan teman-teman yang ada di kota. Karena cinta yang berasal dari orang tua itu, pasti kita semua sudah merasakannya, tetapi cinta yang berasal dari lembah itu hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berasal dari lembah seperti yang lahir dan besar di lembah Kebar. Kita lahir dan dibesarkan di hutan, itu sangat indah dan memiliki cerita yang berbeda, dibandingkan dengan teman teman yang lahir di kota dan dibesarkan di kota.

Perbedaan ini yang kita jumpai langsung, kita bisa mendengar kicauan burung yang begitu indah dan dikelilingi oleh alam yang sangat luas dan indah. Hal ini yang membuat saya terinspirasi dan merasa jatuh cinta pada lembah Kebar yang terletak di Kabupaten Tambrauw Distrik Kebar ini. (**)

 

 

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...