Cintailah Alam Papua

Oleh: Ever Otniel Asentowi

Cinta merupakan awal dari keindahan alam. Keindahan  alam berasal  dari  cinta, maka terlihat semuanya indah saat memandang ataupun merasakannya.

Cinta dan alam selalu menyatu. Alam negeri Papua membagikan sebuah kesejukan dan keindahannya yang hakiki pada jiwa juga paru-paru kita.

Sudah seharusnya kita merawat dan melestarikan cinta alam ini. Mengapa? Karena hidup tak bisa tanpa menjelajahi keindahan alam dan cinta yang  pesona di negeri Papua.

Lukisan alam negeri Papua penuh nuansa cinta dan keindahan seakan pelangi yang beraneka ragam warna menghiasi langit. Alam negeri Papua melukiskan logika, tubuh, jasmani tiap hari demi hari.

Tidak ada satu alasan untuk membenci tanah kelahiranku yang tercinta kulit hitam, rambut keriting alias Papua. Tak’kan ku melupakan keindahan, kekayaan alam dan keunikan ragam budaya Papua yang erat terpelihara.

Engkau tidak akan menikmati atau melihat indahnya damai alam negeri Papua, apabila hatimu tidak ada perdamaian dengan negerimu sendiri.

Kita sebagai penerus negeri Papua harus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Keindahan dan kenikmatan hidup di alam kita, akan terus dirasakan, jika warna warni alam bumi Cenderawasih bersinar tanpa ada tinta hitam sekali pun.

Sungguh indahnya alam Papua yang dihiasi dengan kebaikan, keramahan dan kedamaian yang tersimpan pada alam dan diri kita, anak Papua. Alam tidak hanya memiliki keindahan, tetapi menyimpan banyak misteri yang  melahirkan rasa takut, cemas, hingga para petualang terkadang katakutan untuk menghadapinya. Itulah misteri yang terkandung alam.

Kekayaan alam di negeri Papua memiliki kekayaan yang berlimpah, yang tak kalah dengan daerah atau belahan negara mana pun. Semoga kita cinta akan alam kita, bukan malah menyakiti atau merusaknya. Jangah hanya   menikmati kekayaan alam tetapi menjaga dan merawatnya seperti kita menjaga hidup dan diri kita sendiri. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...