Dipta Papua: Lawan Media Penjajah

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: R. Wonda)

Darah itu merah jenderal, kalimat hitam yang tak pernah tenggelam dari memori anak-anak negeri Papua, lembar-lembar kelam. Mata Air jernih yang mulai berjalan layaknya bayi berumur 2 Tahun, Dipta Papua lahir di tengah-tengah ketakutan Anak-anak Rakyat Papua.

Saat itu, ketika keadaan membisu usai gelombang demonstrasi massa Rakyat Papua atas insiden Rasisme pada 2019, dan di tengah-tengah pengkondisian ribuan militer Indonesia. Yang tidak diketahui oleh publik saat itu adalah pembunuhan skala besar-besaran dalam operasi khsusus. Banyak mahasiswa, pelajar/ anak dan masyarakat Papua dikorbankan dalam operasi itu.

Jayapura, Manokwari, Sorong, Wamena dan beberapa daerah lainnya berada di bawa ketegangan Militer. Tetapi Militer Indonesia terus dikerahkan ke Papua atas perintah Presiden melalui Menkoplhukam (Tito Karnavian) dengan alasan keamanan.

Hal ini mempersulit media untuk meliput setiap kejadian tragis yang dilakukan oleh Militer di Tanah Papua, jangankan jurnalis (Pers) tapi juga FB, Twitter, Instagram dan berbagai media sosial dibatasi oleh negara. Semua informasi ditutup dan jaringan internet diputuskan,  itupun dengan alasan keamanan. Sehingga yang ada hanya tinggal pertanyaan, apakah Papua baik-baik saja atau tidak?

Tertutupnya informasi ini, terus dimanfaatkan militer Indonesia dalam menggiring opini bahwa Papua aman-aman saja dalam NKRI. Disertai dengan kata ‘Maaf’ dari seorang Presiden (Ir. Joko Widodo). Dan narasi ‘munafik’ itu dibenarkan dan dibesar-besarkan oleh media-media cetak elektronik, online dan lain-lainnya. Situasi  di mana pembodohan lagi-lagi dilakukan pemerintah demi menyembunyikan fakta kebenaran yang terjadi di Papua.

Namun yang perlu digaris-bawahi ialah pembodohan terhadap Warganet tersebut, bukan baru kali ini terhadi. Tetapi sejak Papua dianeksasi pada 1963 hingga saat ini dan seterusnya, kebenaran soal Papua akan terus dimanipulasi dan dikontrol lansung oleh pemerintah Indonesia. Ini yang disebut pembungkaman kebenaran atas realitas Papua. Itulah alasan mengapa Media Online Dipta Papua harus hadir.

Dipta Papua adalah media Alternatif yang didirikan pada 16 April 2020 oleh Maksimus Syufi (Mahasiswa asal Tambrauw yang berstudi di Kotas Rasis, Surabaya). Media ini kerap memberikan berbagai informasi soal Papua yang tidak diberitakan oleh media pemerintah. Selain JUBI dan Suara Papua, media Dipta Papua juga aktif sebagai tulang punggung aspirasi Rakyat Papua hingga kini usianya yang ke-2 Tahun.

Di lain sisi Dipta Papua juga memberikan pendidikan Jurnalis di daerah Jawa Timur, khususnya  Surabaya dan Malang. Dengan harapan pendidikan ini bisa mendorong anak-anak pelajar dan mahasiswa Papua lainnya untuk menulis persoalan yang terjadi di seluruh daerah Papua, serta  juga menulis fakta sejarah tentang peradaban Manusia Papua.

Maka itu, Dipta Papua juga dikenal sebagai media yang mengangkat Harkat dan Martabat Orang Papua. Juga sebagai senjata untuk melawan segala bentuk manipulasi, diskriminasi, pembodohan yang hingga hari ini masih dilakukan oleh media minstreem milik pemerintah Indonesia.

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun Dipta Papua yang ke-2 Tahun. Terus menjadi bagian dari Hati Rakyat Papua, berdirilah bersama yang Tertindas dan Teruslah beritahu Dunia bahwa Papua sedang tidak baik-baik saja dalam bingksi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...