DPRD Menilai Pemda Maybrat Tidak Serius Membangun Jalan Raya Ayawasi-Mosun Raya

Anggota DPRD Kabupaten Maybrat, Sebastian Bame, saat berada di ruas jalan raya Ayawasi-Mosun Raya yang mengalami kerusakan ketika melakukan kunjungan ke Mosun Raya Distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, (Senin, 18/5/2020) lalu. (Foto: Sebastian Bame).

Sebastian Bame: Pemda Maybrat Harus Anggarkan Dana Untuk Pembangunan Jalan Raya Ayawasi-Mosun Raya

diptapapua.com, MAYBRAT- Jalan raya yang menghubungkan Kampung Ayawasi dan Kampung Mosun Raya Distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat telah dibangun selama kurang lebih 16 tahun oleh Pemerintah Kabupaten Sorong selatan hingga pemekaran Kabupaten Maybrat.

Oleh karena itu, diperkirakan pembangunan jalan raya Ayawasi -Mosun Raya ini telah berlangsung, akan tetapi jalan raya ini masih dalam kondisi yang rusak parah, sehingga diduga seolah-olah terjadi pembiaran secara struktur dan masif dari kepala daerah yang memimpin wilayah Maybrat selama beberapa periodeisasi berlangsung hingga kini jalan ini masih rusak.

Hal ini bisa dilihat dari jalan yang masih berlobang-lobang dan tanjakan tinggi kurang memperoleh perhatian dari Pemda Maybrat dalam menganggarkan dana guna mengerjakan jalan raya menghubungkan Kampung Ayawasi ke Kampung Mosun Ini.

“Kondisi Jalan Raya rusak parah ini menimbulkan aktivitas Masyarakat, ASN dan para Kepala Kampung se-Mosun Raya, seperti misalnya Kampung Mosun Timur, Mosun Utara, Wayane dan Mosun Induk mengalami hambatan ketika mengurusi urusan Kantor di pusat ibu Kota Kabupaten Maybrat di Kumurkek. Inilah jalan raya satu satunya menghubungi Kumurkek sebagai ibu Kota Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong,” kata Anggota DPRD Kabupaten Maybrat, Sebastian Bame, S.IP, saat dikonfirmasi diptapapua.com melalui telepon selulernya, (Selasa, 26/5/2020).

“Bahkan telah menimbulkan korban bagi pihak pengguna jalan, dimana mobil jatuh, motor jatuh, dan kendaraan yang digunakan masyarakat mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang tidak bagus alias rusak,” tambahnya.

Politisi Partai Demokrat ini ketika berkunjung ke Kampung Mosun Raya bersama masyarakat melewati jalan raya ini telah merasakan sendiri, melihat dan mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat, dimana seolah-olah Pemerintah Kabupaten Maybrat tidak mempedulikan untuk menganggarkan dana untuk membangun jalan raya ini.

“Saya meminta Pemda Kabupaten Maybrat melalui Anggaran APBD tahun anggaran 2019 bila sudah dianggarkan dananya, maka segera untuk dibangun. Apabila belum, maka melalui APBD tahun 2020 dimasukan sebagai aitem kegiatan pembagunan ruas jalan Ayawasi -Mosun dengan skala nilai anggaran yang besar agar pembangunan sekali dikerjakan, sehingga ada nampak kemajuan atau tampak jalan sedikit baik,” pintanya.

Kata Sebastian, masyarakat Mosun adalah bagian dari warga NKRI memiliki hak Asasi yang sama menikmati pembangunan sebagaimana dijamin dalam UUD 1945, harus ada keadilan pembangunan di Kabupaten Maybrat.

Oleh karena itu, Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Maybrat ini meminta kepada Pemda Kabupaten Maybrat untuk berpihak kepada masyarakat Mosun karena selama ini Masyarakat Kampung Mosun belum merasa keadilan dari aspek infrastruktur jalan raya.

“walaupun selama ini ada paket kegiatan pembangunan jalan Kampung Ayawasi ke Kampung Mosun tetapi anggaran yang dianggarkan kecil hanya sebatas soil di bahu jalan yang rusak,” ucap mantan Ketua PMKRI Cabang Jayapura ini.

Sementara itu, Tokoh Maysarakat Kampung Mosun, Kelemens Taa mengatakan, masyarakat Kampung Mosun Raya menderita cukup lama karena jalan raya kurang diperhatikan oleh Pemda Kabupaten Maybrat.

“Saya berharap Pemda dan DPRD Kabupaten Maybrat harus mendukung pembangunan Jalan raya ini,” harapnya. (N/F: Maxi).

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...