Ilustrasi Yesus dan Petani serta Masa Depan Orang Papua

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: R. Wonda)*

Ada seorang petani, ia berasal dari Yerusalem. Ia datang kepada Yesus dan menceritakan aktivitas sehari-hari yang ia lakukan.

Jadi seorang petani ini, dia menanam gandum seluas 2,5 hektar. Ia menunggu cukup lama untuk panen semua gandum itu. Namun ada sedikit persoalan yang membuat si petani ini terbeban dalam hidupnya.

Di setiap musim panen, ia selalu didatangi oleh prajurit yang dikirim oleh pemerintah Romawi. Di bawah perintah Gubernur Pilatus dan Raja Herodes. Prajurit itu datang mengambil hasil panen tanpa membayar apapun kepada Si Petani. Mereka hanya meninggalkan 1,0% untuk si petani dan keluarganya.

Lalu Yesus berkata “jangan biarkan mereka merampas semua milik kita, tapi anda harus melawan Mereka untuk selamatkan hidup keluarga anda”.

Jawab si petani “tapi mereka bersenjata (tombak), kalau lawan itu akan beresiko pada nyawa kita”.

Yesus berkata “wahai petani, kita yang statusnya tertindas, pintu untuk kematian itu selalu terbuka. Jadi tidak perlu Anda takut mati, tapi sebaiknya Anda harus takut jika semua hasil bumi anda dirampas dan bangsamu diambang kepunahan”.

Mungkin jelas singkat cerita di atas telah mengingatkan kita untuk pastikan anak dan cucu generasi Bangsa Papua tidak memikul beban perjuangan dalam segala bentuk kekerasan militer Indonesia, biarlah Pemuda zaman ini yang rasakan pahitnya kehidupan dalam kekuasaan kolonial Indonesia.

“Sayangilah bangsamu”. Artinya libatkanlah diri anda dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat. Dengan begitu, kekuatan untuk membentuk syarat atau jalan untuk Revolusi juga akan semakin cepat.

Penjajah itu tidak pernah membedakan manusia yang statusnya sebagai pejabat, petani, kaum miskin kota, dan lainnya. Pokoknya semua orang Papua adalah, binatang yang harus dibasmi habis dari atas Tanah Papua.

Maka harus secepatnya anda bergerak dari sekarang, dan kawal tuntutan hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai jalan keluar dari ketertindasan ini.

Besok momentum 01 Desember, hari bersejarah yang selalu kita rayakan dengan membawa tuntutan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Bangsa West Papua.

01 Desember akan menjelaskan tentang status wilayah Papua yang sebelumnya dikuasai oleh Netherlands (Belanda). Dan selanjutnya Indonesia menjajah Bangsa Papua atas dorongan penguasa Amerika.

Padahal waktu itu, Belanda sudah mempersiapkan kemerdekaan bangsa Papua dan tiba waktunya pada 01 Desember 1961, dari seluruh elemen masyarakat Papua bersatu dan deklarasi kemerdekaan Bangsa West Papua dan disaksikan oleh pemerintah Netherlands (Belanda), dan Australia termasuk Soekarno-Hatta.

Bangsa Indonesia telah merampas kedaulatan Bangsa Papua untuk kepuasan dan kenikmatan hidup di atas penderitaan Rakyat Papua. Memang benar, hari ini kita sebut saja Indonesia adalah Bangsa Penjajah. Segera bertanggung jawab atas segala darah Rakyat Papua.

Masih ada pengungsi di Papua, mereka tidak mendapatkan jaminan kesehatan, apalagi keadilan.

Kehidupan yang pahit ini, sudah berdekade atau setengah abad. Banyak yang buat data statistik mengenai ribuan kasus HAM di Papua, namun belum ada satupun kasus HAM ini diselesaikan.

Itu artinya, Selama ini Rakyat Papua itu ada di dalam rancangan Genosida yang tersistematis. Kalau sudah begini, jangan harap anak-cucu kita bisa punya masa depan.

Ini sangat bahaya, jangan terima sistem pemerintah RI yang biadap ini. Tapi mari kita sama-sama Lawan sistem ini, karena banyak orang Papua mati gara-gara sistem ini.

Perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat adalah tanggung jawab semua Rakyat Papua. Maka di manapun kita berada, segera mobilisasi untuk menyambut hari kemerdekaan Negara West Papua pada tanggal 01 Desember 2021.

Hidup Rakyat !

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Diskriminasi dan Stikmatisasi Terhadap Mahasiswa Papua Di Tanah Rantau

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Ujaran rasisme membanjiri Mahasiswa Papua di Surabaya Pada tanggal 15 hingga berlanjut 19, 2019 oleh ORMAS Reaksioner melontarkan kata-kata...

Marsinah: Mengenang 30 Tahun Rezim yang Tak Bertanggungjawab

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Bulan Mei merupakan bulan perjuangan, bukan hanya kalangan Buruh, melainkan juga kalangan perempuan. Bulan yang disebut-sebuat sebagai bulan Perlawanan...

PRESS RELEASE AMP: 60 Tahun Aneksasi Bangsa Papua dan Hari Buruh Internasional

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Tepat hari ini, 60 Tahun Aneksasi atau Pendudukan Indonesia di Tanah West Papua. Menurut Negara Republik Indonesia, 1...

Pernyataan Sikap IPMAPA Surabaya: Papua Darurat Operasi Militer !

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Amolongo, nimao ,koyao,koha, Kosa, Dormum, Foi-Moi, Tabea mufa, Nayaklak, Wiwao, Amakanie, Wa...wa...wa...a… Kasus pelangaran HAM di Papua semakin massif, sampai...

BREAKING NEWS: Asrama Mahasiswa Papua di Makassar Diserang Ormas

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Hari ini, Senin 1 Mei 2023, sejumlah orang tak dikenal (kemungkinan Ormas Reaksioner), pada Pukul 09.26 WITA, mendatangi depan...