IMT Malang Tegas Menolak Kehadiran KODIM di Tambrauw

diptapapua.com, MALANG – Polemik kehadiran Komando Distrik Militer (Kodim) di Wembru, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw menuai banyak protes dari berbagai kalangan, salah satunya ialah mahasiswa. Mahasiswa Tambrauw yang tersebar di beberapa kota study di Indonesia melakukan berbagai macam aksi untuk menolak pendirian Kodim di Tambrauw tersebut.

Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Malang turut merespon hal itu dengan melakukan aksi protes atau penolakan terhadap pendirian Kodim di Tambrauw dengan menulis kalimat penolakan terhadap Kodim yang tertera pada beberapa lembar kertas. Aksi itu dilakukan mahasiswa Tambrauw di Asrama Tambrauw (Astam) Malang pada Jumat, (15/05) kemarin.

Koordinator aksi penolakan pendirian Kodim di Tambrauw, Soleman Yekwam menegaskan bahwa mahasiswa Tambrauw di Malang 100% menolak pendirian Kodim di Wembru, Distrik Sausapor, kabupaten Tambrauw.

“Kami Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Malang 100% menolak Kodim di Wembrum, Distrik Sausapor,” ucap Yekwan saat dikonfirmasi dipatapapua.com (15/05).

Dirinya menilai kehadiran Kodim di Kabupaten Tambrauw hanya akan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat dan juga menciptakan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.

“Hadirnya Kodim 1810 di Wembru, Kabupaten Tambrauw Sangat mengganggu aktivitas masyarakat seperti berkebun, berburu saat malam hari, juga aktvitas lainnya yang dilakukan pada malam hari, hal itu akan menimbulkan kecurigaan pada TNI/POLRI yang bertugas,” bebernya.

Yekwam menuturkan bahwa saat ini Tambrauw tidak membutuhkan pembangunan Kodim, Koramil atau datangkan aparat militer, namun yang dibutuhkan generasi Tambrauw hari ini ialah pembangunan SDM melalui pendidikan, perhatikan kesehatan juga kesejahteraan rakyat.

“Kami tidak butuhkan keamanan, yang kami butuh ialah pemda harus membangun SDM yang tinggi di Tambrauw melalui pendidikan, kesehatan, kesejahteraan ekonomi rakyat dan sebagainya,” jelas Soleman Yekwam.

Senada dengan Yekwam, ketua Asrama Tambrauw Kota Malang Yohan Awabiti mengatakan IMT kota study Malang kecewa dengan kehadiran Kodim di Tamrauw. Menurutnya kehadiran Kodim akan membawa dampak buruk terhadap masyarakat, akan menciptakan ketidaknyamanan, ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Awabiti melanjutkan bahwa daerah Kabupaten Tambrauw bukan daerah yang konflik atau pernah melakukan peperangan. Kehidupan masyarakat Tambrauw sudah nyaman, tenang tanpa TNI/POLRI semenjak nenek moyang.

“Kami sangat kesal dengan adanya Kodim 1810 di Tambrauw, karena hadirnya anggota TNI/POLRI akan menciptakan ketakutan, kepanikan dan ketidaknyamanan pada warga setempat. Wilayah Tambrauw bukan daerah konflik, semenjak nenek moyang hingga saat ini kami selalu tenang, tidak pernah ada bunyi senjata di Tambrauw,” tegas Awabiti kepada redaksi diptapapua.com saat dikonfirmasi via telepon. (15/05).

“Kami tidak minta Kodim, kami hanya ingin pembangunan SDM yang lebih baik,” lanjutnya.

Awabiti menuturkan agar kita lihat dari kenyataan yang terjadi di Kabupaten Nduga beberapa tahun lalu dan di Maybrat belum lama ini, bahwa kehadiran TNI/POLRI akan menciptakan konflik di tengah kehidupan masyarakat. “Kehadiran TNI/POLRI akan melakukan kriminalitas di tengah masyarakat, kita lihat yang terjadi di Nduga, Wamena dan yang baru terjadi di Maybrat, ada persoalan sedikit di masyarakat maka TNI/POLRI akan gunakan kekuatan bersenjata untuk melakukan kekerasan terhadap warga dan kami tidak mau itu terjadi di Tambrauw,” ucap ketua Asrama Tambrauw di kota Malang ini.

Dirinya mengatakan jika pemerintah serius memperhatikan soal keamanan, mengapa Kodim didirikan di Wembru, sedangkan ibu kota kabupaten Tambrauw atau pusat pemerintahan ada di Distrik Fef, seharusnya Kodim didirikan di Fef. Yohan menilai langkah itu, terlihat bahwa pihak Kodim dan juga pemerintah tidak mematuhi aturan yang berlaku.

Awabiti lalu meminta kepada seluruh kepala suku, ketua LMA, tokoh pemuda, Agama, tokoh pemerintah se-Kabupaten Tambrauw agar turut membantu mahasiswa merespon problem ini, karena jika dibiarkan akan merdampak pada generasi Tambrauw yang akan datang.

“Kami minta kepada semua kepala suku, ketua LMA, tokoh pemuda, agama dan juga tokoh pemerintah se-Kabupaten Tambrauw harus buka suara merespon problem ini, jika tidak maka generasi kami akan dipermainkan oleh pihak tertentu dan akan berdampak pada generasi Tambrauw yang akan datang,” bebernya.

Persoalan yang serupa juga diucapkan oleh Yanuarius Aritowi salah seorang anggota IMT Malang, ia mengatakan keputusan mendirikan Kodim di Tambrauw tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat, tidak pernah ada pemberitahuan terhadap masyarakat.

“Keputusan pemerintah untuk mendirikan kodim tidak pernah dikonfirmasi kepada masyarakat setempat, kepala suku dan seluruh lapisan masyarakat tidak tahu, hanya Pemerintah dengan pihak Kodim secara diam mengambil keputusan tanpa memberitahukan terhadap masyarakat, seharusnya sosialisasikan dahulu kepada masyarakat,” tutur Yano sapaan akrabnya.

“Kami merasa kecewa dengan hal itu, maka kami dengan tegas menolak Kodim,” sambungnya.

Yano berharap agar Kepala Suku beserta seluruh lapisan masyarakat jangan hanya diam, mereka harus menentang pemerintah atau pihak mana pun ketika yang dilakukan itu salah, karena kehadiran TNI/POLRI itu juga mengganggu aktivitas adat istiadat masyarakat setempat.

“Kepala suku dan semua elemen masyarakat harus buka suara bersama mahasiswa merespon persoalan ini, karena kehadiran mereka (TNI/POLRI) akan mengganggu kehidupan adat istiadat masyarakat,” terangnya.

“Sumber Daya Manusia (SDM) belum nampak, mengapa tergesa-gesa bangun Kodim? SDM di Tambrauw hari ini ‘mati’, bangun SDM yang layak terlebih dahulu,” lanjut Yano.

Dua mahasiswa Tambrauw di Malang memegang selembar kertas bertuliskan “PEMERINTAH TAMBRAUW KO STOP DATANGKAN KODIM” (15/05). (Foto: IMT Malang)

Ditegaskan juga oleh ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) kota study Malang Thomas Yerin bahwa mahasiswa Tambrauw di Malang dengan tegas menolak pembangunan Kodim di Tambrauw. Ia mengatakan dampak yang terjadi atas kehadiran TNI/POLRI tidak hanya terjadi sekarang ini, namun hal itu akan dirasakan pada generasi Tambrauw berikut.

“Kehadiran TNI/POLRI akan berdampak pada generasi Tambrauw yang akan datang, kami tidak mau rakyat Tambrauw nanti mengungsi seperti di Nduga dan Maybrat beberapa bulan lalu,” tegas Yerin.

Yerin mengatakan aksi ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh IMT Malang, yang pertama terkait penolakan Kodam di Werur dan yang sekarang ialah penolakan terhadap pendirian Kodim di Wembru, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw.

Ketua IMT kota study Malang ini lalu menanyakan kepada pemerintah Tambrauw manakah yang lebih penting dan diutamakan, dirikan Kodim atau perhatikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tambrauw ? mengapa pemerintah buru-buru dirikan Kodim sedangkan pendidikan, rumah sakit, kesejahteraan rakyat di Tambrauw memprihatinkan.

“Kami mau tanyakan kepada pemerintah mana yang  lebih penting, Kodim atau SDM di Tambrauw? mengapa pemerintah terlalu buru-buru datangkan TNI/POLRI namun pendidikan, rumah sakit, kesejahteraan rakyat masih melarat,” tanya Yerin.

“Kami mohon agar pemerintah tanggapi dengan serius persoalan ini karena kehadiran TNI/POLRI akan menimbulkan dampak yang besar terjadi, pemerintah segera menolak Kodim di Tambrauw” tutupnya. (N/F: Maxi)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...