23.1 C
Special Region of Papua
Wednesday, July 21, 2021

Jubir TPNPB-OPM Perintah Warga Sipil Imigran Agar Segera Meninggalkan Daerah Konflik Bersenjata

DIPTAPAPUA – Obor Untuk Papua –

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (Jubir TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengeluarkan peringatan keras kepada semua warga sipil (imigran) yang menetap di Papua, terutama daerah konflik bersenjata seperti Intan Jaya, Puncak Papua dan Ndugama agar segera ‘angkat kaki’ dari wilayah tersebut.

“Warga imigran yang datang cari makan di Papua terutama daerah konflik perang, kami berikan peringatan agar segera tinggalkan wilayah itu,” terang Sebby Sambom dalam keterangan tertulis yang diterima Dipta Papua, Minggu (06/06/2021).

Sebab wilayah konflik bersenjata tersebut, Sebby Sambom menegaskan tak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap warga sipil imigran. Karena wilayah konflik bersenjata itu, dijadikan sebagai lokasi perang antara TNI/ Polri dan pasukan TPNPB-OPM.

“Peringatan ini jika tidak didengar, pasukan TPNPB siap menembak mati. Kami tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu terhadap warga imigran. Dan jangan alasan bilang itu tukang ojek, tukang bangunan dan sebagainya, sebab kami sudah umumkan untuk kosongkan tempat itu,” tegas Sambom.

“Jadi biarkan TNI/ POLRI yang berada di lokasi konflik bersenjata itu agar lawan dengan TPNPB-OPM,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sebby mengatakan pihaknya akan bakar seluruh bangunan yang dibangun Indonesia di atas Tanah Papua, sebab pihaknya tak membutuhkan bangunan yang didirikan Negara Indonesia. “Kami akan bangun negeri kami sendiri, dengan uang kami sendiri setelah Papua Merdeka,” terang Jubir TPNPB-OPM itu.

“Bangunan itu, hanya pencitraan dari Indonesia. Sekarang bangkit dan lawan untuk dirikan sebuah negara West Papua. Orang Papua sendiri bangun negeri sendiri, jadi pemimpin di negeri sendiri,” tutup Sebby Sambom, Jubir TPNPB-OPM.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pernyataan Mensos Risma Soal ‘ASN yang Tak Becus Dipindahkan ke Papua’ Dinilai Rasis

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pernyataan berbau rasis datang dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkunjung ke dapur umum Wyata Guna Bandung,...

Dinilai Gagal, Mahasiswa Papua Minta DPR RI Berhenti Bahas Revisi UU Otsus

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Undang-undang Otonomi Khusus (UU Otsus) No. 21 Tahun 2001 yang diberikan kepada rakyat Papua sebagai solusi atas konflik...

Jalan Diblokade, Aksi ‘Biak Berdarah’ AMP Surabaya Tidak Tersampaikan ke Publik

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Ada sekitar 24 massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Surabaya, melakukan aksi...

Resmi! Boaz dan Tinus Pae Dikeluarkan dari Persipura

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Gegara idisipliner, dua pemain senior Boaz Theofilius Erwin Solossa dan Yustinus Pae resmi dikeluarkan dari tim sepak bola...

Demi Lindungi Tanah & Manusia, Asosiasi Masyarakat Adat di Paniai Telah Dideklarasikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejumlah pemuda dan masyarakat di Kabupaten Paniai telah mendeklarasikan Asosiasi Masyarakat Adat (AMA), pada Sabtu (3/7/2021). Asosiasai Masyarakt...