Kebiasaan Orang Papua Dalam Covid-19

Oleh: Evensius Kowawin

Virus Corona atau Covid-19 ini, menyebar di seluruh belahan dunia. Virus Corona yang berawal dari Wuhan, Cina ini kini telah tiba di Indonesia pada Maret lalu dan untuk di Papau, awalnya di Kabupaten Merauke, Papua Pandemik global ini menyebar dengan cepat di Papua dan melumpuhkan semua aktivitas sehari-hari masyarakat Papua .

Covid-19 mengingatkan orang Papua untuk kembali berkebun atau mengolah pangan lokal, makanan lokal,  mempertahankan makanan pokok seperti: Keladi, Kasbi, Sagu, Petatas (ubi jalar) dan Sayuran. Bukan saja makanan, tetapi kebiasan  masyarakat yang sudah lama ditinggalkan, Covid-19 membuat orang Papua harus kembali ke kebiasan lama itu.

Dari segi kehidupan, orang Papua semua hampir sama, yaitu berkebun, meramu dan bercocok tanam. Makanan lokal menjadi kebutuhan utama dalam kondisi Covid -19, dan dalam ekonomi,  kehidupan Pribadi, Keluaga dan masyarakat  untuk  memutuskan mata rantai Covid-19 ini.

Oleh sebab itu, orang Papua harus menyiapkan makanan lokal di setiap daerah untuk menjadi  cadangan makanan . Kebiasaan orang Papua yang sudah terbiasa turun-temurun,  mempertahankan hidup  dengan alam Papua sesuai kondisi georafis Papua.

Alam Papua menyediakan  semua jenis  makanan bagi orang Papua, misalanya, makanan yang didapatkan dari  buruan maupun berkebun. Semua itu untuk mempertahankan hidup orang Papua, harus  berkerja dalam menyiapkan makanan lokal dalam jumlah yang banyak.

Masyarakat Papua memang sebagian besar masih bergantung dengan kehidupan  orang kota, pola makan instan. Namun, kehadiran Covid-19 akan melemahkan ekonomi Dunia atau Indonesia dan khususnya Papua. Kondisi ini akan menuntut rakyat Papua untuk konsumsi  makanan lokal, karena pasokan makanan akan berkurang dengan sendirinya. Ada pepatah yang mengatakan, siapakan payung sebelum hujan.

Hingga hari ini, para ilmuan belum menemukan obat yang pasti untuk Covid-19, ini sangat berbahaya bagi semua Orang Papua.

Manfaatkan waktu untuk harus kembali kepada alam Papua untuk berkebun dan melakukan hal-hal yang menjadi  kebiasan orang Papua. Bekerja dan menyiapakan semua hal untuk mencegah Covid-19 hari ini dan kelaparan hari nanti.

 

*Penulis adalah Mahasiswa Tambrauw kuliah di Jayapura

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...