23.5 C
Special Region of Papua
Friday, December 4, 2020

Kesekian Kalinya, Mahasiswa dan Rakyat Papua di Manokwari Turun Jalan Menolak Otsus Jilid II

DIPTAPAPUA.com – Bertepatan dengan hari lahirnya Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat, pada era Presiden Megawati Soekarno Putri, November 2001 yang lalu kebijakan Otsus diberikan kepada dua provinsi di ujung timur Indonesia tersebut. Lantaran kebijakan tersebut dinilai gagal, berkali-kali mahasiswa serta rakyat Papua melakukan bermacam aksi untuk menolak keberlanjutan Otsus.

“Otonomi Khusus Papua, kebijakan Jakarta sebagai gula-gula manis untuk menghancurkan tanah, gunung, adat isti-adat, bahasa, suku, pemusnahan etnis dan penumpasan darah rakyat Papua. Otonomi Khusus Papua, kehancuran Bangsa Papua,” dikutip dari tulisan yang tertera pada poster seruan aksi yang disebarkan.

Kali ini, Sabtu (21/11/2020) Front Mahasiswa dan Rakyat Papua di Kabupaten Manokwari, kembali turun ke jalan untuk menyerukan penolakan Otsus Jilid II bagi Provinsi Papua dan Papua Barat. Aksi yang dimulai pada pukul 08.30 waktu Papua tersebut, rencananya dilakukan long march dari Kampus Unipa, Amban, menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima reporter diptapapua.com, bahwa aksi long march tersebut tidak sempat sampai pada titik tujuan, yaitu kantor DPRD Provinsi Papua Barat. Lantaran, massa aksi diblokade di depan Kantor Polisi Sektor (Polsek) Amban. Hal tersebut dibenarkan oleh Septi, salah satu mahasiswa Unipa yang ikut dalam aksi tersebut.

“Aksi tadi tidak sempat menuju kantor DPRD Provinsi Papua Barat, karena dibatasi oleh aparat kepolisian di depan Kantor Polsek Amban. Sehingga massa memilih duduk dan berorasi serta membacakan pernyataan sikap hingga pada pukul 12.00 waktu Papua, massa membubarkan diri,” terangnya.

Mahasiswa Unipa ini menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus harus ditolak, karena pada kenyataannya gagal, tak menyentuh langsung pada kehidupan orang Papua.

“Saya tegas menolak Otsus, karena sudah 20 tahun berjalannya Otsus, pada kenyataannya gagal, implementasinya tak menyentuh orang Papua, saya minta Referendum (menentukan nasib sendiri),” pungkas Septi.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis diptapapua.com

Related Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pemerintah Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda, Ini Kata Aktivis HAM!

DIPTAPAPUA.com - Pada peringatan 1 Desember 2020 atau 59 tahun kemerdekaan Papua (1 Desember 1961), United Liberation Movement for west Papua (ULMWP) mendeklarasikan pemerintah...

Berita Hoax Terkait Dirinya, Veronica Koman Ancam Bakal Lapor ke Dewan Pers

DIPTAPAPUA.com - Dua media tanah air yakni Kompas TV dan detik.com pada Kamis (03/12/2020) memberitakan bahwa Veronica bersama sejumlah warga negara asing lakukan demonstrasi...

ULMWP Tunjuk Benny Wenda Jadi Presiden Papua Barat, TPNPB-OPM: Kami Tidak Akui

DIPTAPAPUA.com - Pada moment peringatan hari kemerdekaan Papua (1 Desember 1961-1 Desember 2020), United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menunjuk Benny Wenda sebagai...

Polisi Pamer Tulisan “Cinta Damai”, Massa Aksi: Stop Pencitraan

DIPTAPAPUA.com - Dalam aksi peringatan 59 tahun hari Papua Merdeka (1 Desember 1961), yang dilakukan oleh mahasiswa Papua serta solidaritas orang Indonesia untuk Papua...

Peringati Hari Kemerdekaan Papua, Mahasiswa Papua se-Jawa Timur Aksi di Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Sejak 1 Desember 1961 atau 59 tahun yang lalu, di Hollandia atau kini Jayapura rakyat Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan...