22.6 C
Special Region of Papua
Friday, September 17, 2021

Ketua PMKRI Sorong: Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw Apa Kabar Sekolah Dalam Covid-19 ?

diptapapua.com, TAMBRAUW-Menghadapi pandemik global ini, berbagai akses dibatasi, aktivitas pun dibatasi termasuk pendidikan (sekolah dan juga kampus). Instruksi langsung oleh menteri pendidikan Nadiem Makariem melalui surat edaran pada 24 Maret 2020 bahwa semua sekolah melakukan proses belajar serta mengajar secara daring/ belajar dari rumah, artinya internet sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Namun, melakukan metode tersebut dengan melihat kapasitas layanan internet di kabupaten Tambrauw, tidak memungkinkan untuk para siswa atau sekolah yang berada di pedalam untuk harus belajar melalui internet atau belajar online, seperti halnya siswa/siswi yang berada di kota.

Merespon situasi itu, ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesi (PMKRI) cabang Sorong, Herman Syufi menanyakan apa langkah dari pemerintah kabupaten Tambrauw atau dalam hal ini, dinas pendidikan untuk merespon kondisi pendidikan di pedalam, yang sulit mengakses internet ini, agar dapat melakukan proses belajar mengajar seperti mereka yang berada di kota.

“Kepada dinas pendidikan kabupaten Tambrauw, hadirnya Virus Corona sehingga proses belajar mengajar tidak lagi berjalan dengan baik atau diliburkan. Namun siswa di kota bisa belajar mandiri dengan menggunakan pemanfaatan teknologi informasi (internet) yang ada. Lalu, siswa yang di Tambruw terutama yang ada di kampung, apakah bisa belajar seperti siswa di kota atau tidak?,” tanya Herman Syufi saat dihubungi via WhatsApp.

Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, Herman meminta kepada pemerintah kabupaten Tambrauw, melalui dinas pendidikan, agar dapat menjelaskan kepada seluruh masyarakat Tambrauw terkait langkah apa yang dilakukan terhadap kondisi pendidikan dalam menghadapi pandemik global ini.

“Saya sangat prihatin dengan masalah ini, maka saya minta kepada pemerintah kabupaten Tambrauw dalam hal ini dinas pendidikan untuk dapat menjelaskan kepada publik apa solusi yang harus diambil oleh dinas pendidikan terhadap siswa di kampung-kampung yang belum ada fasilitas teknologi yang mendukung,” tutur ketua PMKRI cabang Sorong ini (2/5)

“Saya sudah 1 bulan di kampung melihat siswa tidak ada yang belajar di rumah masing-masing seperti siswa di kota” sambungnya.

Herman yang juga ketua PMKRI cabang Sorong itu, mengatakan bahwa sangat memprihatinkan jika tidak ada langkah konkrit dari pemerintah atau dinas terkait terhadap nasib siswa/siswi di Kabupaten Tambrauw dalam menghadapi kondisi global ini.

“Sangat disayangkan jika tidak ada solusi dari dinas pendidikan Kabupaten Tambrauw untuk siswa di kampung-kampung, karena saat ini tidak ada proses belajar mengajar di sekolah,” jelas pria asli Tambrauw ini .

Dirinya juga menjelaskan bahwa semua orang memahami kondisi yang hari ini dihadapi, namun sebagai pemerintah yang memiliki tanggungjawab, seharusnya memberi solusi yang tepat untuk menyelamatkan masa depan putera dan putri Tambrauw.

“Kami semua paham terkait Covid-19 ini, namun setidaknya dinas pendidikan harus punya solusi untuk selamatkan generasi emas Kabupaten Tambrauw di masa yang akan datang,” beber Herman kepada redaksi diptapapua.com.

“Generasi muda Tambruw adalah harapan pembangunan kabupaten tambrauw di masa yang akan datang” tutup Herman. (N/F: maxi)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Seribu Cerita Terukir dan Perjalanan itu Akan Dilanjutkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Rudi Wonda)* Ap Nayigin... Yang terlahir dalam fase Kolonialisme Indonesia adalah, Mereka yang telah merasakan Penindasan dari dalam kandungan ibu...

Tamparan Keras Lagu “Bawa Dia” Terhadap Martabat Perempuan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Maksimus Syufi)* Awalnya, sa anggap sepenggal lirik di lagu “Bawa Dia” yang dinyanyikan oleh beberapa rapper Papua itu,...

Mahasiswa Papua: Segera Tarik dan Hentikan Operasi Militer di Wilayah Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejak penyerangan pos koramil di Kisor, Aifat Selatan pada Kamis (2/9/2021) yang menyebabkan empat anggota TNI terbunuh itu,...

19 Kampung Mengungsi Pasca Pembunuhan 4 Anggota TNI di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sedikitnya ada 19 Kampung dari 6 Distrik di Kabupaten Maybrat yang mengungsi akibat operasi militer pasca penyerangan Pos...

Presidium Germas PMKRI Jayapura Minta Pemerintah Serius Tangani Persoalan di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terkait dengan penyerangan Posramil Kisor, Aifat Selatan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebabkan 4 angoota...