LE: Saya Kecewa ada Konspirasi oleh Oknum Tertentu yang Jatuhkan Saya Selaku Gubernur Papua

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Gubernur Papua, Lukas Enembe menyurati Presiden Republik Indonesia terkait penunjukan atau penugasan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian Gubernur Papua.

Berdasarkan formulir berita yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 24 Juni 2021 dan yang telah ditandatangani oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Nomor: T.121.91/4124/ OTDA dan juga surat Sekda Provinsi Papua Nomor: 121/7136/SET terkait penunjukan dan penugasan Sekretaris Daerah Provinsi Papua sebagai Plh. Gubernur Papua.

Penunjukan dan penugasan Plh Gubernur Papua tersebut dikarenakan Lukas Enembe yang sebagai Gubernur Papua itu sementara tidak menjalankan tugasnya sebagai Gubernur di lingkungan pemerintahan Provinsi Papua, sebab dirinya sedang berobat di Singapura. Namun, penunjukan itu tidak disepakati Gubernur Papua Lukas Enembe.

“Saya telah minta izin dan disetujui oleh Kemendagri RI untuk berobat ke Singapura. Saat ini saya sedang dalam proses pemulihan dan segera kembali melaksanakan tugas sebagai Gubernur Papua yang sah,” jelas Enembe dalam surat yang ditujukan kepada Presiden RI di Jakarta.

Perihal penunjukan Pejabat Harian itu, Enembe mengaku tak pernah mengetahui dan tak ada koordinasi dengan dirinya. Sebagai Gubernur Papua, dia menegaskan untuk tidak menyetujui surat penunjukan Plh itu.

“Saya telah dipilih dan dipercayakan oleh Rakyat Papua secara sah, telah berbakti dan mengabdi serta menjalankan tugas negara secara konstitusional, dan hingga saat ini saya masih memimpin penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di Provinsi Papua,” ujar Gubernur Papua itu.

Dia mengaku kecewa dan menuding ada konspirasi yang diciptakan oleh beberapa oknum tertentu untuk memberhentikan dia di tengah masa kepemimpinannya. “Saya kecewa dan menduga ada konspirasi oleh oknum-oknum tertentu secara inkonstitusional untuk menurunkan atau menjatuhkan saya di tengah jalan selaku Gubernur Papua yang sah secara konstitusi,” katanya mengaku.

Terkait dengan polemik tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar segera batalkan formulir berita dari Kementerian Dalam Negeri serta mencabut Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor: 159/TPA 23 September 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Enembe juga meminta agar segera proses pemberhentian Sekda Provinsi Papua karena telah menyalahgunakan jabatannya dan beberapa hal yang dilakukan Sekda Provinsi Papua itu bertolak belakang dengan kebijakan Gubernur Provinsi Papua.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...

Mahasiswa Mimika Se-Jawa Bali Tuntut Pihak YPMAK dan Pemda Mimika Serius Perhatikan Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Amolongo…Nimaowitimi…Amakanie…Kinaonak …Saipa … wa.wa.wa. Pendidikan adalah bekal yang harus dimiliki setiap orang untuk mencapai segala sesuatu yang telah menjadi target...

Mahasiswa Maybrat di Kota Surabaya Pertanyakan Pemda Maybrat Terkait Biaya Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Maybrat gelontorkan dana sebesar Satu Miliar (1M) kepada Calon Siswa (Casis) Bintara dari...

Papua Bercerita

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Orang Papua penting menceritakan kisah nyata dalam keseharian hidup nya. Cerita masa dulu, sekarang dan waktu akan datang. Potret kehidupan...

Breaking News: Polisi Tangkap 62 Massa Aksi di Jayapura

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Aksi damai mahasiswa dan rakyat Papua di Jayapura pada Selasa, (2/04/2024) dibubarkan dengan paksa oleh aparat kepolisian dan sebanyak...