Memoria Passionis dan Militer di Aifat Timur

Oleh: Evensius Kowawin Momo

Hadirnya pembangunan Pos Koramil di wilayah Aifat Timur, akan mengganggu psikologis dalam kehidupan masyarakat dan adanya dampak buruk yang terjadi.

Wilayah Aifat Timur mempunyai pengalaman/ sejarah buruk pada 2004 waktu berjalan. Ada perusahaan jalan PT. Pasela Jaya yang melakukan peningkatan jalan dari Susumuok hingga Aifuf. Ada beberapa orang aparat keamanan (Polisi) yang mengawasi proyek jalan dari PT. Pasela Jaya melakukan kekerasan terhadap masyarakat setempat yaitu: Melakukan seks bebas terhadap gadis-gadis muda dari Aifat Timur dan pertonton video porno kepada anak-anak SD usia produktif.

Pengalaman buruk ini adalah ancaman dan tantangan moralitas anak bangsa. Justru pihak aparat yang merusak moral bangsa, bukan menjaga nilai-nilai dan moral bangsa.

Selain itu, pembunuhan dan penembakan bisa terjadi karena kehadiran militer di wilayah Aifat Timur. Banyak terjadi kejanggalan problematik. Hal ini akan terjadi dampak signifikan dalam penguasaan secara luas di wilayah Aifat Timur.

Terdapat beberapa masyarakat yang menyetujui dengan adanya pembangunan pos Koramil dengan alasan untuk menjaga keamanan di wilayah Aifat Timur. Namun, aada beberapa pula masyarakat yang menolak pembangunan pos Koramil dengan alasan bahwa kehadiran TNI/POLRI  melakukan hal-hal yang sama seperti tahun 2004, dan tidak ada keuntungannya bagi masyarakat dan tidak membutuhkan kehadiran pos Koramil di Aifat Timur, karena wilayah Aifat Timur bukan daerah rawan konfilik.

Justru kehadiran TNI/ POLRI untuk mengamankan kepentingan pemerintah pusat dan daerah, karena wilayah Aifat Timur memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Maka, ada perencanaan pembangunan pos Koramil untuk mengamankan kepentingan investasi saham pengusaha dan menguasai kekayaan alam yang ada di negeri mata hari terbit / Ayosami yang diibaratkan seperti Wanita Cantik. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Praktek ‘Apropriasi’ Budaya Papua oleh Warga Jember saat Karnaval Budaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Kasus diskriminasi terhadap mahasiswa asal Papua kerap terjadi, termasuk di Kabupaten Jember. Salah satunya dialami oleh Kostantina (24),...

Saat Yudisium, Mahasiswa Papua Kampus Unram Dikriminalisasi Pihak Kampus

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pasca Gelar Yudisium Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Security kampus dan Intelijen Kriminalisasi dan Intimidasi Mahasiswa Papua di Universitas...

Misa Perdana Pater Kristian Sasior Diiringi Tarian Adat Suku Irires

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Prosesi tarian adat Suku Irires mengiringi Misa Perdana Pater Kristian Sasior. OSA di Gereja Katolik Santa Maria Asiti,...

Alokasi Dana Pemilu Bermasalah, KPK Diminta Periksa KPU Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pengalokasian dana persiapan pemilihan umum (Pemilu) dikatakan bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Yance Akmuri, selaku ketua Panitia Pemilihan...

IPMKR Sorong Luncurkan Website Berita: Demi Permudah Publikasi Informasi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Bertepatan saat Musyawarah Besar, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kebar Raya (IPMKR) luncurkan Website berita resmi milik IPMKR. Situs berita...