23.3 C
Special Region of Papua
Sunday, December 5, 2021

Menara Lonceng Gereja Katolik Sta. Maria Asiti Diresmikan Oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Tambrauw

TAMBRAUW, diptapapua.com – Moment penutupan bulan Rosario berdasarkan tradisi umat Katolik pada 31 Oktober 2020, umat katolik Stasi Santa Maria Asiti, Paroki Senopi, sekaligus meresmikan menara Lonceng Gereja katolik Santa Maria Asiti yang langsung diresmikan oleh Kepala Dinas Kabupaten Tambrauw, Thomas Kofiaga sebagai perwakilan pihak pemerintah.

Pastor Paroki Santo Yosep Senopi, Yohanes Kota dalam sambutannya,  mengapresiasi umat Stasi Santa Maria Asiti karena dalam kurung waku yang singkat, pembangunan menara lonceng tersebut terselesaikan sesuai rencana.

“Ini menandakan bahwa umat Santa Maria Asiti, hidup rukun dalam membangun cinta kasih akan Yesus Kristus,” ucapnya dalam moment peresmian serta pemberkatan menara lonceng yang menjulang tinggi tersebut, Sabtu (31/10/2020).

Joko sapaan akrabnya, mengatakan dengan semangat umat Santa Maria Asiti yang mendirikan sebuah menara lonceng, pihaknya berharap umat pun dapat membangun pagar keliling serta satu unit Pastoran di Stasi Santa Maria Asiti.

“Umat Santa Maria Asiti pun akan mendirikan satu buah Pastoran dan pagar keliling gedung gereja Santa Maria Asiti. Ini masih dalam bentuk rencana umat sekalian,” katanya berdasarkan pantauan jurnalis diptapapua.com.

Mewakili pihak pemerintah Tambrauw, Kepala Dinas Pertanian, Thomas Kofiaga saat menggunting pita tanda meresmikan menara lonceng, Sabtu (30/10/2020). (Foto: Pilipus/ Dipta Papua).

Ketua panitia pembangunan menara lonceng, Yakobus Bame mengaku rencana pembangunan menara lonceng ini, telah direncanakan semenjak 2017 lalu, namun pihaknya mengaku rencana tersebut tidak berjalan hingga baru dibangun lagi pada Juli 2020.

“Menara lonceng  ini dirancang atau dipikirkan semenjak 2017 yang lalu, namun vakum. Lalu panitia dapat bekerja lagi di bulan Juli 2020 hingga hari ini 30 Oktober 2020 dapat terwujud, menara lonceng gagah bagi umat sekalian, menara lonceng merupakan simbol bahwa Yesus Kristus memanggil orang-orang beriman untuk dapat berkumpul bersama dalam kasih Yesus,” kata Bame saat memberikan sambutannya.

Bame pun menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada semua pihak yang telah membantu pihaknya dalam bentuk materil maupun non materil, sehingga menara lonceng ini selesai dibangun. “Semoga Tuhan memberkati kita sekalian,” tutupnya.

Reporter: Pilipus Wabia

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

SEJARAH (I): Latar Belakang Lahirnya IPMT Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Melalui Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 20 November 2021 di Asrama Papua Kamasan III Surabaya, secara resmi Organisasi...

ESAI: Noken Mama Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Louis Kabak)*"Noken Mama Papua". Tidak bisa kita pungkiri bahwa noken tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Papua....

ESAI (III): Cinta di Kiri Jalan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Pada sebuah sore yang jahat, langit di Kota Rasis itu memerah dan membakar mawar berduri di...

ESAI (II): Anak Itu Sudah Mati

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Besi panas yang dikirim Presiden Jokowi dari Istana itu, menembus perut dan membunuh Nopelinus Sondegau, anak...

ESAI (I): Sa Punya Nama Pengungsi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Desember 2018 di Nduga, saat itu sa ada di dalam Mama punya perut. Hingga 2019, sa...