29.6 C
Special Region of Papua
Thursday, May 13, 2021

Menembak Tiga Anggota TNI, Berikut Pernyataan Sikap TPNPB-OPM Wilayah Intan Jaya

PAPUA, diptapapua.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di bawah komandan batalion Kodap Intan Jaya, Aibon Kogeya, melakukan serangan terhadap pasukan TNI/Polri di antara Kampung Munimai dan Laggoa, Distrik Agisiga, Intan Jaya pada Jumat (06/11/2020). Dalam serangan tersebut, pihak TPNPB-OPM pimpinan Aibon Kogeya mengaku menembak mati tiga anggota TNI dan beberapa di antaranya mengalami luka-luka.

Aibon Kogeya mengatakan pihaknya siap bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut. “Pasukan TPNPB-OPM tidak akan berhenti perang sampai Papua merdeka penuh dari tangan Pemerintah Kolonial Republik Indonesia dan kami siap bertanggung jawab,” tuturnya melalui press release yang diterima redaksi diptapapua.com.

Kontak senjata tersebut terjadi, menurut laporan Aibon Kogeya bahwa pihak TNI/ Polri dari kampung Munimai menuju Kampung liwuga untuk mencari anggota TPNPB-OPM pada tiap Kampung di Intan Jaya.

“Tujuan anggota TNI/ Polri ke Liwuga  mencari kami anggota TPNPB sambil menggaggu akftivitas rakyat sipil di setiap Kampung yang ada di wilayah Kabupaten Intan Jaya,” jelas Aibon Kogeya.

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan pihak TPNPB-OPM Kodap Intan Jaya

  1. Kami Meminta Kepada Presiden Jokowi serta Jajarannya Agar Menekan atau Memberi Pemahaman kepada Pesuruhnya (TNI/Polri) agar tahu Hukum Humaniter Perang dan Tidak Melaggar Hak-Hak Rakyat Sipil.
  2. Nengara Segera Hentikan Pembunuhan, Pemerkosaan, Perampasan, Penculikan serta Pembunuhan terhadap Orang Asli Papua dari Sorong Sampai Merauke.
  3. Negara Kolonial Indonesia Mulai dari Presiden Sampai Desa, Segera Hentikan Lobi lobi Investasi Asing Untuk Masuk di Seluruh Wilayah Papua. Sebab Kami Rakyat Papua Korban dari Imperialisme, Kapitalisme, yang ditata dari Pemerintah Kolonial Indonesia;
  4. Kami Tidak akan berhenti perang, tetapi kami akan lawan, lawan dan lawan sampai titik penghabisan. Artinya Papua merdeka penuh baru kami akan berhenti perang.

Reporter: Maksimus Syufi

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Sikapi Situasi Nduga, Intan Jaya & Puncak Papua, Mahasiswa Lani Jaya Keluarkan 9 Poin Tuntutan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Melihat peristiwa pengungsian di Kabupaten Puncak Papua saat ini, bahkan sebelumnya di Kabupaten Nduga dan Intan Jaya, mahasiswa...

Komnas HAM Menolak Label Teroris dan Mendesak Dialog Damai Selesaikan Konflik Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Isu label teroris yang ditujukan kepada kelompok pro kemerdekaan Papua, yang ditetapkan Pemerintah Pusat belum lama ini, menimbulkan pro...

Setelah Dilabeli Teroris, Ini Sikap Dewan Diplomatik Gerakan Papua Merdeka

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Tak lama setelah Kepala BIN Daerah Papua, ditembak mati oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Pemerintah...

Sikapi Situasi di Kabupaten Puncak, IPMAP Korwil Malang Minta Pemerintah Pusat Hentikan Operasi Militer

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Situasi kontak senjata antara pihak TNI/ Polri dan TPNPB di Kabupaten Puncak, pasca penembakan Kepala BIN daerah Papua,...

TPNPB Akan Kaji dan Buktikan Bahwa TNI/ Polri adalah Teroris yang Sebenarnya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Isu penetapan organisasi pro kemerdekaan Papua, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebagai organisasi teroris belum lama ini,...