Merasa Senasib, Mahasiswa Papua Bakar Lilin Duka untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Mahasiswa Papua di Kota Malang melakukan pembakaran lilin sebagai ungkapan duka terhadap ratusan korban Tragedi Kanjuruhan 01 Oktober 2022. Pembakaran lilin duka ini dilakukan mahasiswa Papua di bundaran Balai Kota Malang, pada Selasa (04/10/2022), pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pada 01 Oktober 2022 itu, memakan korban sebanyak 448 orang. 125 orang di antaranya meninggal dunia, 21 orang mengalami luka berat dan 302 orang alami luka ringan. Tragedi paling mengenaskan ini merupakan bentuk dari kekerasan yang dilakukan negara melalui ‘tangan besi negara’ (TNI/Polri).

Lilin duka yang dinyalakan oleh Mahasiswa Papua tersebut, juga sebagai bentuk ungkapan atas kekerasan yang dilakukan aparat (TNI/Polri) di Papua.

“Apa yang terjadi terhadap Aremania di Kanjuruhan tersebut, juga sama terjadi terhadap rakyat Papua. Sehingga duka yang Aremania rasakan, kami pun merasakannya. Senasib,” jelas Ketua IPMAPA Malang, Meiron Jikwa saat ditemui di tempat pembakaran lilin.

Hal ini menjadi ‘benang merah’ untuk melihat watak dari negara yang selalu menggunakan ‘tangan besi’ untuk menghadapi rakyatnya. Kekerasan yang diperlihatkan aparat TNI dan Polri dalam Tragedi Kanjuruhan tersebut, merupakan gambaran dari apa yang direspon negara terhadap persoalan Papua selama ini.

Negara selalu menggunakan kekuatan bersenjata (TNI/Polri) untuk merespon tuntutan rakyat. Semenjak 1960-an, sejak operasi Trikora di Papua hingga terjadi pengungsian pada berbagai daerah di Papua serta merespon tuntutan rakyat Papua dalam berbagai demonstrasi damai. Negara selalu menggunakan kekerasan bersenjata ‘timah panas, gas air mata, anjing peliharaan’ untuk menghadapi rakyat.

Puluhan tahun apa yang terjadi di Papua dan Tragedi Kanjuruhan tersebut, sudah seharusnya rakyat sadar, bahwa negara sudah tidak memandang ‘bulu’ lagi. Mau Rakyat Papua, Rakyat Malang, Rakyat Kalimantan dan rakyat manapun, negara tetap menggunakan ‘tangan besinya’.

Sehingga solidaritas sesama rakyat tertindas yang selalu menjadi korban ini, sudah saatnya bersatu tanpa pandang bulu lagi. Rakyat seharusnya sudah bersatu sebagai kekuatan yang mampu melawan kekejaman negara ini. Jika negara menembak rakyat tanpa pandang bulu, maka rakyat pun harus bersatu tanpa pandang bulu untuk melawan. Bersatu dan Lawan!

Jika persatuan rakyat ini tidak segera dilakukan, maka daerah lain atau rakyat lain akan menyusul Tragedi Kanjuruhan dan Papua. Tragedi Kanjuruhan dan Operasi Militer di Papua itu sudah sangat jelas memperlihatkan kelakuan negara terhadap rakyatnya. Segera Rapatkan Persatuan Rakyat dan Lawan Watak Negara yang Otoriter dan Kejam ini.
#UsutTuntas

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Mama-mama Pedagang Pasar Boswesen Tuntut Bangun Pasar Khusus OAP

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - (Oleh: Yohanis Mambrasar) "Tulisan ini saya buatkan sebagai informasi kepada semua pihak, khususnya para pengambil kebijakan di tingkat daerah...

Darurat Demokrasi! Asrama Mahasiswa Papua di Bali Masih Dikepung

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -  Sejak kemarin (16/11/2022) hingga malam ini (17/11), Mahasiswa Papua yang berada di Asrama Putera Mahasiswa Papua di Bali, masih...

Isi Sambutan Majelis Rakyat Papua Pada Sidang Tahunan UPR UN Geneva 2022

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Selamat Pagi dan Salam Sejahtera (Greetings) Hadirin sekalian yang terhormat, saya senang sekali dengan pertemuan ini dan berterima kasih...

Breaking News: Aparat Kepolisian Hingga Ormas Kepung Asrama Mahasiswa Papua di Bali

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Diinformasikan melalui halaman Facebook Aliansi Mahasiswa Papua-AMP, bahwa sejumlah aparat kepolisian, Intel, Satpol PP dan Ormas sedang mengepung...

Urgent! Aksi BEM Se-Jayapura Direpresif: Tujuh Orang Ditangkap dan Yang Lainnya Luka-luka

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam keterangan yang diterima media ini, aparat gabungan (TNI/Polri) membubarkan, memukul, menangkap serta menembakan gas air mata terhadap...