Nicodemus Momo: Bupati Tambrauw dan DPRD, Apa Kabar APBN dan APBD ?

Nicodemus Momo selaku ketua IMT (Ikatan Mahasiswa Tambrauw) Jayapura, menanyakan perhatian serius Bupati dan DPRD Tambrauw kepada rakyat dalam menghadapi pandemic global ini.

Ketua IMT Jayapura yang juga mahasiswa Uncen ini, menanyakan anggaran khusus dari APBN dan APBD kepada rakyat dalam kondisi Covid-19.

“Mana anggaran khusus yang bersumber dari APBN dan APBD dari Pemerintah Tambrauw untuk rakyat demi pencegahan kasus Covid-19 ini?,” tanya Nicodemus Momo, ketua IMT Jayapura (26/04/2020).

Momo juga mengatakan bahwa Kabupaten Tambrauw seharusnya berkaca dari kabupaten tetangga seperti Maybrat, yang mengaggarkan dana sebanyak 43 Miliar untuk menangani pandemic global ini.

“Kita lihat di kabupaten Maybrat, mereka menganggarkan dana 43 miliar untuk penanganan kasus Covid-19. Kabupaten lain bisa, kenapa Tambrauw tidak bisa? Ataukah Pemda Tambrauw lebih pentingkan ekonomi ketimbang nyawa rakyat?,” tutur Momo kepada redaksi diptapapua.com via Whatsapp.

Nico sapaan akrab Nicodemus Momo, menyayangkan langkah pemerintah yang memotong dana 30 juta per-kampung untuk penanganan Covid-19 ini. Menurut dia, dana kampung itu dianggarkan dari pusat untuk pembangunan di kampung, mengapa Pemda Tambrauw musti potong 30 juta?.

“Yang lebih sadis lagi ialah Pemda Tambrauw memotong dana kampung sebanyak 30 juta per-kampung. Padahal, dana kampung dari pusat itu untuk rakyat demi membangun kampung. Kenapa musti Pemda Tambrauw ikut memangkas dana tersebut?,” kata ketua IMT Jayapura ini.

Nico menegaskan bahwa pihak legislatif yang dipilih langsung oleh rakyat ini, jangan hanya janji manis saat kampanye, seharusnya anggota legislatif yang wakil rakyat itu, mengetahui tiap anggaran yang keluar, bukan hanya duduk manis di kursi empuk.

“Pihak legislatif jangan hanya kampaye manis untuk rakyat di kampung-kampung  saat pemilihan, tetapi kalian adalah wakil rakyat yang semestinya mempunyai fungsi pengawasan dan harus tahu tiap anggaran yang dikeluarkan dari pemerintah daerah, bukan duduk melamun saja di rumah,” tegas ketua IMT ini.

“Dalam hal ini, DPR Tambrauw sangat tidak mampu karena lembaga tersebut dipimpin oleh anak ‘TK’ jadi, selalu saja lupa atas fungsi dan peran mereka di lembaga rakyat yang sedang diduduki,” lanjut Nicodemus.

Nicodemus Momo berharap agar pemerintah Tambrauw menyikapi pandemic ini lebih bijaksana dengan mengutamakan kemanusiaan ketimbang ekonomi dan yang lainnya.

“Harapan saya, Pemda Tambaruw tolong menyikapi Covid-19 ini dengan bijaksana demi nilai kemanusiaan di Tambrauw,” harap Nico. (Maxi)

 

 

 

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...