20.7 C
Special Region of Papua
Saturday, July 24, 2021

Orang Papua Kota Malang Mengecam Keras Tindakan Kelompok yang Menyerang serta Merusak Sekretariat IPMAPA

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Orang Papua Kota Malang yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA), mengecam keras penyerangan dan pengrusakan kontrakan (sekretariat IPMAPA) yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang tergolong dalam komunitas Posko Timur Kota Malang, pada Selasa (25/05/2021).

“Mengecam tindakan teror, intimidasi yang dilakukan oknum-oknum yang tergabung dalam komunitas Posko Timur,” kecam Mahasiswa Papua Kota Malang dalam pernyataan sikap yang dibacakan langsung oleh Meyron, ketua IPMAPA pada Rabu (26/05/2021) di Sekretariat IPMAPA, Jl. Kecubung Barat No. 5A, Kota Malang, Jawa Timur.

Pengrusakan yang dilakukan sekelompok pemuda itu, terjadi setelah Mahasiswa Papua di Kota Malang melakukan aksi menuntut pembebasan Victor Yeimo yang berlangsung di perempatan BCA, Jl. Semeru, Kota Malang, Jawa Timur. Sekitar pukul 14.00 WIB massa aksi tiba dan rehat sejenak di sekretariat IPMAPA. Dan selang beberapa menit kemudian, atau pada pukul 14.18 WIB, terjadi penyerangan dan pengrusakan sekretariat tersebut.

Penyerangan oleh sekelompok pemuda itu, tidak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian, kelompok itu melarikan diri sebelum aparat keamanan (TNI/ Polri) tiba di tempat kejadian (sekret IPMAPA) yang beralamat di Jl. Kecubung Barat, No. 5A, Tlogomas, Kota Malang.

Akibat dari penyerangan dan pengrusakan itu, dua orang mahasiswa Papua, Ripon Weya (23) mengalami luka berdarah di kepala bagian samping kiri dan juga Maxi Yatipai (23) mengalami benjolan di kepala bagian belakang. Juga, dua buah jendela kaca milik sekret IPMAPA pecah serta sebuah sepeda motor milik Mahasiswa Papua dirusak hingga beberapa bagian motor itu pecah.

Ripon Weya (23), salah seorang mahasiswa Papua yang mengalami luka berdarah di kepala bagian samping kiri akibat dari penyerangan tersebut. (Foto: Dok AMP).

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, Meyron menjelaskan bahwa  penyerangan itu dilakukan atas tuduhan bahwa Mahasiswa Papua di Kota Malang memukul ketua kemunitas Posko Timur. “Kami tidak pernah memukul ketua Posko Timur. Tuduhan itu tidak berdasarkan bukti dan data yang jelas, ini merupakan isu yang dibuat oleh oknum tertentu,” tegas ketua IPMAPA dalam pernyataan sikap yang dibacakan.

Juga dikatakan ketua IPMAPA bahwa penyerangan tersebut dilakukan tidak terlepas dari situasi politik Papua saat ini. “Negara berupaya dengan keras agar mematikan gerakan Mahasiswa Papua. Pembungkaman ruang demokrasi, intimidasi, teror dan diskriminasi yang dilakukan aparat maupun ormas bekingan, justru melegitimasi penjajahan di atas Tanah Papua,” tegasnya.

Ketua IPMAPA menerangkan bahwa Pelajar dan Mahasiswa Papua di Kota Malang tidak mempunyai masalah atau kasus apapun dengan organisasi daerah Indonesia Timur (NTT, Maluku) yang berdomisili di Kota Malang.

“Kami mengecam keras tindakan provokasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menimbulkan konflik antar Mahasiswa Papua dan Mahasiswa Indonesia Timur di Kota Malang,” terang Meyron.

Atas penyerangan dan pengrusakan sekretariat Mahasiswa Papua itu, Ketua IPMAPA menuntut agar Komunitas Posko Timur segera bertanggung jawab atas kerusakan serta kerugian lainnya akibat dari penyerangan itu. Juga, pihaknya (Mahasiswa Papua) mengecam tindakan pembiaran oleh aparat keamanan (TNI/ Polri) saat terjadi penyerangan tersebut.

Mahasiswa Papua juga mengaku tidak menyandera seorang aparat kepolisian, seperti yang diberitakan media indonewsdaily.com “berita itu hoax”. “Hentikan upaya provokasi dan adu domba yang dilakukan aparat (TNI/ Polri) terhadap Mahasiswa Papua dan Mahasiswa Indonesia Timur di Kota Malang,” ucap ketua IPMAPA, mewakili seluruh Mahasiswa dan Pelajar Papua di Kota Malang.

Dan secara khusus, pihak Mahasiswa Papua mengecam tindakan teror dan intimidasi yang dilakukan oleh pembina Posko Timur terhadap aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) di Kota Malang.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Pernyataan Mensos Risma Soal ‘ASN yang Tak Becus Dipindahkan ke Papua’ Dinilai Rasis

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pernyataan berbau rasis datang dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkunjung ke dapur umum Wyata Guna Bandung,...

Dinilai Gagal, Mahasiswa Papua Minta DPR RI Berhenti Bahas Revisi UU Otsus

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Undang-undang Otonomi Khusus (UU Otsus) No. 21 Tahun 2001 yang diberikan kepada rakyat Papua sebagai solusi atas konflik...

Jalan Diblokade, Aksi ‘Biak Berdarah’ AMP Surabaya Tidak Tersampaikan ke Publik

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Ada sekitar 24 massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Surabaya, melakukan aksi...

Resmi! Boaz dan Tinus Pae Dikeluarkan dari Persipura

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Gegara idisipliner, dua pemain senior Boaz Theofilius Erwin Solossa dan Yustinus Pae resmi dikeluarkan dari tim sepak bola...

Demi Lindungi Tanah & Manusia, Asosiasi Masyarakat Adat di Paniai Telah Dideklarasikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejumlah pemuda dan masyarakat di Kabupaten Paniai telah mendeklarasikan Asosiasi Masyarakat Adat (AMA), pada Sabtu (3/7/2021). Asosiasai Masyarakt...