23.3 C
Special Region of Papua
Sunday, December 5, 2021

Pemahaman Budaya

Oleh: Imanuel Nawipa

Budaya! Istilah ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat maupun peserta didik. Yang kita ketahui secara definisi,  budaya itu tumbuh dalam hasil cipta, rasa dan karsa seseorang yang benar-banar dia rasakan dan nikmati, baik itu secara teoritis maupun praktisi. Jika kita belajar filsafat kebudayaan pada dasarnya berusaha untuk memahami hakekat kebudayaan sebagai realitas kemanusiaan secara mendalam dan menyeluruh.

Sedangkan ilmu kebudyaan. Jadi sebelum kita melangka ke ilmu kebudayaan, kita harus tahu apa itu ilmu dan budaya, ilmu sendiri berasal dari bahasa Yunani ”Logos” yang berarti ilmu dan sedangkan budaya berasal dari bahasa Latin  “Colore” yang artinya mengerjakan tanah, mengelolah, memelihara, ladang. Secara harafiah, ilmu dan kebuayaan itu merupakan satu kesatuan dalam ilmu pengetahuan. Kebudayaan itu ilmu dan ilmu adalah hasil dari kebudayaan itu sendiri. Mengapa disebut ilmu berasal dari kebuayaan itu? Ya..karena kebudayaan itu, ketika kita pelajari dan memahaminya serta mempraktekannya.

Jadi budaya adalah ilmu, sedangkan ilmu itu hasil dari kebudayaan itu. Artinya, hasil dari konsep pengetahuan manusia. Ilmu dan budaya dalam hal ini memiliki artian yang luas. Seperti yang kita ketahui, misalnya; ilmu antropologi, ilmu sosiologi dan lain sebagainya. Yang didalamnya didalamnya mengandung unsur studinya secara rinci.

Budaya secara teoritis ini bisa diartikan bahwasannya, orang yang sedang mempelajari objek budaya yang sedang diamati langsung  apa yang diajari oleh tua adat atau guru adat, yang memang mahir dalam hal tersebut. Budaya praktisi, yang dimaksud dengan hal ini ialah di mana seseorang yang sedang belajar budaya dengan gerak-gerik, artinya langsung dipraktekkan pada objek tersebut. Budaya itu bisa disebut ilmu ketika kita pelajarinya, misalnya kita ingin mempelajari budaya orang lain, dari situ munculnya hasil dari apa yang kita belajar. Nah, hasil itu yang disebut ilmu, ilmu dari hasil proses itu.

Tradisi dan budaya. Kadang orang salah artikan “budaya dan tradisi”, dan menganggap dua istilah ini sama tetapi bila dirinci lebih dalam  dua istilah ini mempunyai pengertian yang berbeda. Tradisi suatu kebiasaan seseorang, dimana kebiasaan terusebut akan dilakukan secara berulang-ulang kali. Secara definisi tradisi ialah suatu kebiasan, disalurkan dari masyarakat secara turun-temurun dilaksanakan oleh berbagai generasi. Misalnya tradisi orang Wamena. Ketika ada keluarga yang wafat, maka diantara keluarga tersebut akan memotong jarinya sebagai simbol tradsi, yang memang merupakan suatu kebiasaan dari pendahulunya.

Sedangkan budaya adalah ciri khas suatu sekelompok orang atau bangsa yang patut dilestarikan. Yang dimaksud dengan ciri khas ini artinya di mana suatu budaya yang menunjukkan perbedaannya berdasarkan budayanya, yang dipandang berbeda pada budaya lain. Misalnya, budaya Tambrauw dari segi pakaian adat Kain Timur, manik-manik, dan mahkota Cendrawasih dan anak panah yang dibawa oleh laki-laki serta cara penampilan pementasan budayanya . Budaya orang wamena, yang pakaian adatnya terbuat dari kulit kayu genemo, koteka, moge, anak panah, tombak , serta cara penampilan pementasannya.

Ini yang dimaksud dengan ciri khas antara dua budaya tersebut. Yang merupakan satu kesatuan dalam ilmu budaya. Tradisi pun demikian.

Budaya juga berasal dari bahasa Sanskerta yaitu ”Buddhayah”, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi, yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Jadi budaya berasal dari akal budi manusia, yang memang menjadi bagian dalam manusia itu, disebut juga sebagai identitas. Menjadi bobot yang bernilai di mata orang, karena dipandang berbeda.

Budaya klasik atau budaya tradisional dan modern. Budaya klasik adalah budaya yang masih dianggap natural dan sakral, mengandung nilai-nilai asli serta segala isinya yang berasal dari pendahulunya atau biasanya yang disebut nenek moyang. Budaya klasik berasal dari daerah-daerah terpencil, di mana masyarakatnya masih menganutnya sebagai identitas mereka yang kental. Dan juga belum mengenal yang namanya hal-hal yang bersifat modern. Dari budaya klasik banyak ilmu yang kita dapat mengambil nilai-nilainya sebagai bahan acuan dan literasi, dalam upaya meningkatkan potensinya di kalangan khalayak umum.

Sedangkan, budaya modern adalah budaya yang berpengaruh drastis cepat  pada perkembangan global. Ciri khasnya terlalu megah dalam segi pakaian serti kebiasan-kebiasaannya. Hal ini juga disebut modernisasi, di mana kebudayaan barat menjadi momok para kalangan muda-mudi, yang berpengaruh atau proses mimesisnya cepat mempengaruhi tingkah laku muda-mudi tersebut.

Dengan demikian menurut kenyataan, budaya klasik atau budaya tradisioanalnya musnah, secara perlahan-lahan, sebab drama pengaruhnya menjadi peminat yang paling dominan pada budaya modern.

Budaya menurut Ralph Linton-Eduard Spranger, seorang antropolog di abad 20-an, Ralph Linton mendefinisikan budaya dalam bukunya The Cultural Background of personality. Menurutnya budaya adalah susunan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu.

Yang dimaksud dengan Ralph Linton, sangat jelas bahwa budaya merupakan susunan perilaku yang dipelajari, bahwasannya setiap orang memiliki perilaku yang berbeda-beda berdasarkan budayanya.

Jika ada seseorang yang ingin merantau di suatu tempat, maka hal yang harus ia siapkan adalah prinsip serta konsekuensi untuk menerima keadaan yang ada. Artinya, ia harus belajar menyesuaikan diri, belajar budaya, baik itu dari segi berbicara bahasa daerah dan lain sebagainya. Tetapi dalam hal ini sebagai penambah ilmu pengetahuan, dan jangan kita lupakan budaya asli kita karena sudah belajar budaya orang lain. (**)

 

 

 

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

SEJARAH (I): Latar Belakang Lahirnya IPMT Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Melalui Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 20 November 2021 di Asrama Papua Kamasan III Surabaya, secara resmi Organisasi...

ESAI: Noken Mama Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Louis Kabak)*"Noken Mama Papua". Tidak bisa kita pungkiri bahwa noken tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Papua....

ESAI (III): Cinta di Kiri Jalan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Pada sebuah sore yang jahat, langit di Kota Rasis itu memerah dan membakar mawar berduri di...

ESAI (II): Anak Itu Sudah Mati

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Besi panas yang dikirim Presiden Jokowi dari Istana itu, menembus perut dan membunuh Nopelinus Sondegau, anak...

ESAI (I): Sa Punya Nama Pengungsi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Desember 2018 di Nduga, saat itu sa ada di dalam Mama punya perut. Hingga 2019, sa...