Pendidikan di Papua

Oleh: Ever Otniel Asentowi

Semenjak saya menempuh pendidikan sekolah dasar (SD), kini saya sadar bahwa pendidikan yang saya lalui itu, sangat  jauh berbeda untuk anak negeri Papua. Perspektif dari pendidikan  di bangsa ini, memiliki doktrin ideologi bangsa atau pemaksaan yang penuh simbolik dan sepihak dari identitas kita anak Papua,  menutupi sejarah kehidupan kita orang Papua yang sesungguhnya.

Dalam pendidikan, anak-anak Papua dipaksakan untuk mempelajari bahasa Indonesia. Sedangkan di daerah atau suku lain yang di luar Papua, mereka bisa menggunakan bahasa daerah atau bahasa lokal di sekolah sebebas-bebasnya, di kampus atau pada pelbagai kegiatan yang dilakukan.

Lalu, kenapa Papua dilarang ? Apakah mau mengubah pola pikir  kita anak Papua dalam nilai dan gaya hidup kita dari peradaban ?

Saya mengamati pada kota study di Jawa Timur, tempat saya menuntut ilmu. Pada saat memperingati momen kemerdekaan Negara Indonesia, tidak semua sekolah atau kampus mengadakan upacara, di kecamatan atau kabupaten. Namun, kenapa di Papua euforia merayakan itu? Apakah papua beda negara atau juga beda  bangsa? di manakah keadilan yang dibanggakan dan diharumkan di dalam negeri ini?

Kami anak papua belajar sejarah indonesia, yaitu dari perjuangan kemerdekaan Indonesia hingga  masuknya agama, kerajaan-kerajaan dan sebagainya. Menggapa kita anak asli Papua tidak belajar sejarah kita di Papua, atau masuknya  agama di Papua dan lainnya? kenapa sejarah besar orang Papua tidak dimasukan ke dalam buku pelajaran sejarah Indonesia?.

Generasi Papua bukalah matamu sebelum gelap menghampiri matahari. Ingat! keadilan belum merata di pulau paling timur Indonesia atau Papua. Pandangan hidup kita anak Papua dengan adanya diskriminasi, generasi Papua akan kehilanggan  nilai-nilai sejarah, adat istiadat dan kehidupan sejati dari bumi Cenderawasih (paradise of bird) tanpa disadari.

Sistem manipulasi kehidupan anak Papua melalui pendidikan berbagai cara akan dilakukan (halus maupun kasar). Sistem yang bermain akan menggunakan cara (modus) dan bertindak seenaknya. Paru-paru kehidupan (hutan) akan hancur sedikit demi sedikit. Kita tidak pernah menyadari hal itu, bahwa sedang terjadi pada hutan tempat kami bernafas. Karena kenapa ? Generasi negeri cenderawasih sudah diubah pola pikir dan kehidupan kami, sehingga melangkah pun terasa kaku dan ketakutan di dalam diri kami.

Melihat kembali pola pendidikan dan kehidupan kita orang papua, adanya kebersamaan, kesatuan yang padu, berdamai, dan utuh. Dan pendidikan adat istiadat atau budaya kami anak asli papua, menjadi diri sendiri dan bermanfaat bagi penghuni  negeri Papua. Sedangkan dalam genggamman negara kapitalis, bisa menghancurkan nilai-nilai dan moral anak asli papua. Nilai-nilai  tradisi atau budaya seperti nenek moyang hingga kita generasi kini, melakukan kegiatan atau aktifitas secara komunal, bersama.

Pendidikan tradisi kami orang Papua mengajarkan kita untuk bagaiman cara agar menjamin kehidupan sehar-hari di bumi cenderawasih. Berbeda dengan Pendidikan saat ini, yaitu bagaimana cara untuk mendapatkan uang agar menjamin hidup, hal ini akan buat tanah Papua menderita tanpa akhir dan tak berarti lagi. (**)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...