Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan tradisi adat dari beberapa daerah di Papua.

Seperti penampilan teatrikal dari Lani Jaya, Puncak Jaya dan Tolikara yang mengisahkan konflik horizontal antara satu suku dengan suku lainnya.

“Cerita ini tentang masalah yang bermula dari perempuan. Bawa lari orang punya istri. Lalu terjadi peperangan antara satu suku dengan suku lainnya,” ucap narator dalam teatrikal tersebut.

Masalah konflik horizontal tersebut berlangsung secara terus menerus hingga pada kehadiran para Misionaris Barat yang datang meredakan konflik tersebut dengan ajaran Yesus Kristus melalui Agama.

Selain itu juga drama perihal petikaian antar masyarakat Paniai yang ditampilkan oleh para mahasiswa/i asal Paniai di Kota Malang tersebut.

Drama yang mereka tampilkan itu, menceritakan bagaimana konflik yang terjadi di tengah masyarakat akibat hubungan antara seorang laki-laki dan perempuan.

“Masalah ini diselesaikan oleh pihak laki-laki dan perempuan. Duduk dalam honai, cek permasalahannya, jika betul laki-laki sudah bawa perempuan, maka akan ada denda adat (maskawin) dari pihak perempuan”.

Lebih lanjut, drama yang menggambarkan perkembangan kehidupan masyarakat Wamena sejak dulu hingga saat ini. Mereka menceritakan bagaimana perampasan tanah adat mulai dilakukan oleh para invenstor. Drama tersebut diperankan oleh para Mahasiswa Wamena dengan mengenakan busana tradisional (Sali dan Koteka).

Selain teatarikal terkait tradisi di Papua, juga ditampilkan Tarian Yospan yang merupakan ciri khas Papua, serta juga vokal group dan juga beberapa menampilkan puisi yang menceritakan kondisi kemanusiaan di Tanah Papua.

Pentas Seni Budaya Papua ini dilakukan dalam perayaan HUT IPMAPA Malang yang ke-44 Tahun. Kegiatan ini berlangsung di Aula PMKRI, Jl. Mayjen Panjaitan, Kota Malang, Jawa Timur.

[Reporter: Maksimus Syufi]

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...

Mahasiswa Mimika Se-Jawa Bali Tuntut Pihak YPMAK dan Pemda Mimika Serius Perhatikan Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Amolongo…Nimaowitimi…Amakanie…Kinaonak …Saipa … wa.wa.wa. Pendidikan adalah bekal yang harus dimiliki setiap orang untuk mencapai segala sesuatu yang telah menjadi target...