25.6 C
Special Region of Papua
Thursday, January 21, 2021

Peringati Hari Kemerdekaan Papua, Mahasiswa Papua se-Jawa Timur Aksi di Surabaya

DIPTAPAPUA.com – Sejak 1 Desember 1961 atau 59 tahun yang lalu, di Hollandia atau kini Jayapura rakyat Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora dan mendeklarasikan statusnya sebagai sebuah bangsa yang merdeka. Namun, kemerdekaan tersebut hanya dirasakan selama 19 hari. Karena setelah itu, atau pada tanggal 19 Desember tahun yang sama, Presiden Soekarno membentuk tiga komando rakyat (Trikora), tujuannya untuk meng-aneksasi bangsa Papua ke dalam bingkai NKRI.

Mahasiswa Papua se- Jawa Timur (Surabaya, Malang, Bali dan Jember) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) serta solidaritas rakyat Indonesia yang mendukung Papua atau Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP), menggelar aksi damai peringati hari kemerdekaan bangsa Papua secara serentak di depan gedung Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (01/12/2020).

Aksi yang berlangsung pada pukul 08.00 WIB tersebut, dimulai dengan long marc dari Asrama Papua Jl. Kalasan no. 10, menuju titik aksi, depan gedung grahadi Surabaya, hingga berakhir pada pukul 14.00 WIB. Tak hanya mahasiswa Papua yang memperingati hari kemerdekaan Papua, namun juga para mahasiswa atau rakyat Indonesia (non Papua) yang peduli terhadap perjuangan Papua, pun turut mendukung dengan berorasi, teatrikal, menyanyi serta aksi lainnya.

“Saya orang Indonesia tahu, bahwa Garuda memberi makian bagi orang Papua, namun Cenderawasih beri kehidupan. Saya tahu, merah putih membunuh orang Papua, namun Bintang Kejora memberikan hak bahagia orang Papua,” tegas salah seorang massa aksi dalam teatrikal yang diperankannya.

Peringati hari kemerdekaan bangsa Papua ini juga dilakukan mahasiswa Papua di beberapa kota seperti, Jogjakarta, Jakarta, Kupang, Gorontalo, Ambon dan Ternate. Serta beberapa daerah di Papua, seperti TPNPB di Ndugama melakukan upacara peringatan kemerdekaan Papua, di Manokwari dan daerah Papua lainnya.

Berikut 14 pernyataan sikap yang disampaikan saat aksi tersebut.

  1. Berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa West Papua.
  2. Tolak otonomi khusus jilid II.
  3. Buka akses jurnalis seluas-luasnya di West Papua.
  4. Tarik militer organik dan non-organik dari West Papua.
  5. Hentikan segala bentuk diskriminasi dan intimidasi terhadap mahasiswa West Papua di Indonesia.
  6. Bebaskan tahanan politik West Papua tanpa syarat.
  7. Tolak daerah otonomi baru di West Papua.
  8. Tutup PT. Freeport, BP, LNG Tangguh dan tolak pertambangan Blok Wabu.
  9. Usut tuntas pelaku penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.
  10. Tangkap, adili dan penjarakan jenderal pelanggar HAM.
  11. Hentikan rasialisme dan politik rasial yang dilakukan pemerintah republik Indonesia dan TNI/ POLRI.
  12. Hentikan operasi militer di Nduga, Intan Jaya, Puncak Jaya dan seluruh wilayah West Papua lainnya.
  13. Cabut SK Drop Out (DO) 4 mahasiswa Unkhair Ternate.
  14. Cabut Omnibus Law.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis diptapapua.com

Related Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

Massa: Gedung DPRD Tambrauw Akan Dibakar Jika Aspirasi Mahasiswa Diabaikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terhitung semenjak 2013 lalu, Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berkali-kali melayangkan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

32 Tahun Menjadi Guru, Awalnya Hanya Memiliki Gaji Honorer Sebesar 25 Ribu Rupiah

Menjadi guru adalah tugas yang luhur dan mulai. Oleh karena itu, tak heran jika guru selalu dijuluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Hal inilah yang...