32.6 C
Special Region of Papua
Thursday, April 15, 2021

Peringati Kematian Theys Eluay, Mahasiswa Papua Aksi di Surabaya

SURABAYA, diptapapua.com – Memperingati 19 tahun kematian mengenaskan pemimpin besar bangsa Papua Barat, Dortheys Hiyo Eluay (Theys Eluay) yang tepat pada 10 November 2001 lalu. Dia diculik lalu dibunuh oleh Komando Pasukan Khusus (Kopasus). Kemudian pada tanggal 11 November keesokan harinya, jenasah tokoh pejuang kemerdekaan Papua itu, ditemukan terbaring tak bernyawa di Kilo Meter 9, Muara Tami, Jayapura, Provinsi Papua.

Aksi mahasiswa yang tergabung dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) serta Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) melakukan aksi di depan gedung Grahadi Surabaya yang dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga diakhiri sekitar pukul 11.00 WIB dengan long march menuju Asrama Papua di Jl. Kalasan Kota Surabaya.

Tak hanya memperingati kematian Theys Eluay, namun isu-isu lainnya, seperti menolak Otsus jilid II, adili pelaku pelanggar HAM, tutup Freeport, tarik militer dari Papua, buka akses bagi jurnalis nasional serta internasioanl dan berbagai isu lainnya yang terkait persoalan Papua pun disuarakan pada kesempatan tersebut.

“Negara harus adili semua pelaku yang membunuh orang Papua atau pelaku pelanggar HAM, seperti pelaku pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani belum lama ini di Intan Jaya,” tutur koordinator lapangan (Korlap) aksi, Jerry Kulua kepada reporter diptapapua.com.

Jerry mengatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi-aksi untuk merespon berbagai persoalan di Papua, salah satunya seperti aksi peringati pembunuhan terhadap Theys Eluay. “Apapun yang terjadi di tanah Papua, kami akan terus menyuarakan,” katanya.

Pada kesempatan itu, hadir pula beberapa anggota dari komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (KontraS) Surabaya. Juga  kelompok relawan kesehatan (Para Medis Jalanan) yang mendampingi serta memantau langsung kenyamanan kesehatan massa aksi. Sekitar 45 massa aksi tersebut, antusias berorasi secara bergantian, membaca puisi serta teriakan “Papua Merdeka” terus terdengar menghiasi aksi tersebut hingga berakhir.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Seluruh Mahasiswa Papua di Malang Menolak Orang Tua Asuh Bentukan Polresta Malang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Seluruh Mahasiswa Papua di Kota studi Malang yang tergabung di dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA), pada Rabu,...

Respon Kekerasan Terhadap Warga Sipil, Mahasiswa Tambrauw di Kota Malang Desak Segera Tarik Militer

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Menanggapi kekerasan yang dilakukan dua anggota (TNI) Satgas Pamrahwan Yonif RK 762, terhadap Moses Yewen (43), seorang warga Kampung...

IMT Jayapura: Pelaku Kekerasan Terhadap Warga Sipil di Tambrauw Segera Diadili Sesuai Hukum

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Merespon tindak kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap warga sipil di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw belum lama ini, Mahasiswa...

Mubes ke-IV IPMAP Se-Jawa Bali, Ketua Terpilih Diharapkan Mampu Pimpin Mahasiswa Puncak Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Se-Jawa Bali telah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) yang ke-IV di Aula Wisma Duta...

PK Tambrauw Mengutuk Tindakan Kekerasan TNI Terhadap Warga Sipil di Distrik Feef

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang Tambrauw mengutuk dan mengecam tindakan kekerasan (pemukulan) yang dilakukan oknum anggota TNI Satgas Pamrahwan...