26.8 C
Special Region of Papua
Friday, September 17, 2021

Pernyataan Mensos Risma Soal ‘ASN yang Tak Becus Dipindahkan ke Papua’ Dinilai Rasis

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Pernyataan berbau rasis datang dari Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini saat berkunjung ke dapur umum Wyata Guna Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 13 Juli 2021. Pernyataan yang dinilai rasis tersebut keluar saat Mensos Risma memarahi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dirinya menegaskan bahwa ASN yang kerjanya tak becus akan dipindahkan ke Papua.

Tak menunggu waktu yang lama, pernyataan rasial mantan Walikota Surabaya tersebut langsung mendapat kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya ialah pengacara HAM Veronica Koman. Dalam akun twitter-nya, Veronica mengaku tak kaget dengan perlakuan rasis tersebut. Pasalnya, perlakuan rasis yang serupa sudah sering terjadi terhadap Orang Papua.

“Gak kaget. Bu Risma emang rasis sama Papua kok,” katanya dalam akun twitter pribadi @Veronica Koman.

Lebih lanjut, Veronica menegaskan bahwa pada 2 Desember 2018 lalu, Mensos Risma yang saat itu menjabat sebagai Walikota Surabaya tersebut, bersikap rasis terhadap mahasiswa Papua yang hendak melakukan demonstrasi damai di Kota Surabaya.

“2 Desember 2018, jajaran Bu Risma bersama Polri dan TNI mengeluarkan paksa seratus lebih mahasiswa Papua dari Kota Surabaya sebagai syarat lepasnya 233 mahasiswa Papua yang ditangkap massal,” jelas Vero mengingatkan.

Respon atas pernyataan rasis Mensos Risma itu juga datang dari Pengacara HAM Papua Gustaf Kawer. Dalam akun facebook-nya, Gustaf menuturkan bahwa perlakuan rasisme di Indonesia tak pernah diselesaikan, sehingga sikap rasis ini masih tumbuh di kalangan pejabat publik.

“Rasis tidak pernah dibicarakan dan diselesaikan secara tuntas di negeri ini. Makanya ucapan ‘membuang sampah’ ini masih sering keluar dari pejabat publik,” terangnya.

Pengacara HAM Papua ini, meminta agar pelaku rasis tersebut segera meminta maaf dan mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya. “Wujud pertanggungjawaban publik terhadap ucapan ‘membuang sampah ke Papua’ yang bersangkutan harus meminta maaf dan mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya sebagai menteri sosial RI,” tegas Gustaf Kawer.

Juga, salah seorang netizen dalam akun twitter-nya mengatakan pernyataan berbau rasis Mensos Risma itu merupakan bentuk diskriminasi terstruktur yang sudah tumbuh dalam diri para pejabat publik.

“Ibu pikir di sini (Papua) tempat sampah kh? Bentuk diskriminasi terstruktur yang muncul melalui ucapan spontan yang sebenarnya sudah ada di dalam alam bawa sadar pejabat-pejabat negara dalam melihat Papua,” beber seorang netizen pada akun twitter @Timur Matahari.

Diskrimanasi rasis yang menimpa orang Papua ini, bukan baru terjadi. Sudah beberapa kali terjadi terhadap mahasiswa Papua yang statusnya sebagai perantau. Juga, bahkan perlakuan rasis ini pun menimpa pejabat publik orang Papua serta menjurus ke pemain sepak bola asal Papua.

Beberapa di antaranya, perlakuan rasis dengan meneriaki monyet, anjing, hitam terhadap mahasiswa Papua di Asrama Kamasan Kota Surabaya pada Agustus 2019. Atau juga perlakuan rasisme yang menimpa mantan Komisionar Komnas HAM Natalius Pigai pada Januari 2021. Pelaku rasial atas nama Abu Janda memposting foto Natalius Pigai yang diedit dengan gambar Gorila. Juga, perlakuan rasis yang dihadapi para pesepak bola asal Papua. Suporter sering melempar kulit pisang ke pemain bola asal Papua yang sebetulnya menyamakan dengan monyet.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Seribu Cerita Terukir dan Perjalanan itu Akan Dilanjutkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Rudi Wonda)* Ap Nayigin... Yang terlahir dalam fase Kolonialisme Indonesia adalah, Mereka yang telah merasakan Penindasan dari dalam kandungan ibu...

Tamparan Keras Lagu “Bawa Dia” Terhadap Martabat Perempuan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Maksimus Syufi)* Awalnya, sa anggap sepenggal lirik di lagu “Bawa Dia” yang dinyanyikan oleh beberapa rapper Papua itu,...

Mahasiswa Papua: Segera Tarik dan Hentikan Operasi Militer di Wilayah Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejak penyerangan pos koramil di Kisor, Aifat Selatan pada Kamis (2/9/2021) yang menyebabkan empat anggota TNI terbunuh itu,...

19 Kampung Mengungsi Pasca Pembunuhan 4 Anggota TNI di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sedikitnya ada 19 Kampung dari 6 Distrik di Kabupaten Maybrat yang mengungsi akibat operasi militer pasca penyerangan Pos...

Presidium Germas PMKRI Jayapura Minta Pemerintah Serius Tangani Persoalan di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terkait dengan penyerangan Posramil Kisor, Aifat Selatan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebabkan 4 angoota...