Berita

PMKRI Cabang Sorong Angkat Bicara Soal Aksi Militer di Aifat Timur

Herman Syufi, ketua PMKRI cabang Sorong/ www.diptapapua.com

Di tengah maraknya pandemik global atau Covid-19 yang mengancam jutaan nyawa di seluruh dunia ini, masyarakat Aifat Timur, Kabupaten Maybrat dibuat takut oleh Aparat Militer semenjak aksi militerisme pada tanggal 15-23 April 2020, beberapa hari lalu. Atas tindakan militer tersebut, warga harus mengungsi ke hutan hingga kini.

Tidak tinggal diam, ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Sorong Santo Agustinus, Herman Syufi akhirnya angkat bicara soal aksi militerisme itu.

Herman Syufi mengatakan bahwa, hari ini dunia sedang ditakuti oleh wabah yang mendunia ini, sedangkan masyarakat sipil di Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat akhirnya harus mengungsi karena dibantai oleh Aparat Militer Indonesia.

“Covid-19 melanda masyarakat di seluruh dunia dan masyarakat sedang panik atas virus ini. Sedangkan, masyarakat di Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat dibantai oleh Aparat Militer Indonesia,” jelas Herman Syufi, ketua PMKRI cabang Sorong (29/04/2020).

Ketua PMKRI cabang Sorong juga meminta dengan sangat tegas kepada Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, melalui Menteri Hukum dan HAM (Kemenkumham) Yasonna Laoly untuk segera menarik kembali aparat militer yang melakukan aksi militerisme terhadap masyarakat Aifat Timur, Kabupaten Maybrat itu.

“Saya atas nama ketua PMKRI cabang Sorong, meminta dengan tegas kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, agar segera tarik kembali Aparat Militer yang saat ini beroperasi di Kabupaten Maybrat, Papua Barat,” pinta Herman Syufi kepada redaksi diptapapua.com via WhatsApp.

Herman Syufi yang mewakili PMKRI cabang Sorong itu juga mengutuk keras tindakan militer terhadap rakyat sipil di Aifat Timur yang hari ini sedang mengungsi di hutan.

“PMKRI cabang Sorong dengan tegas mengutuk Aparat Militer Indonesia yang membantai masyarakat sipil di Kabupaten Maybrat saat maraknya kondisi Covid-19 ini,” tegas ketua PMKRI cabang Sorong.

Tidak berhenti di situ, Herman Syufi yang saat ini menjabat sebagai ketua PMKRI cabang Sorong itu, meminta kepada Benidiktus Papa Ketua PMKRI pusat, untuk merealisasi janjinya yang pernah disampaikan saat MPA pada Februari 2020 lalu di Ambon untuk menyuarakan persoalan HAM (Hak Asasi Manusia) di Papua khususnya.

“PMKRI cabang Sorong menagih janji manis Benidiktus Papa mandataris MPA di Ambon untuk menyuarakan HAM, lebih khusus lagi yang saat ini dlakukan oleh Aparat Militer Indonesia terhadap masyarakat Sipil di Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat,” pungkas Herman, sapaan akrabnya. (maxi)

01025
Redaksi Dipta Papua

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita