Berita

Publik Jangan Menghakimi Keterangan Sepihak

Mervin Komber Komber (Foto: Istimewa).

Mervin Komber: Informasi Perlu Di Cross Check

JAKARTA, diptapapua.com- Dalam persidangan pembacaan dakwaan terhadap Wahyu Setiawan, jaksa KPK Takdir Suhan menyebut Wahyu menerima suap Rp 500 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/5/2020) lalu.
Pada dakwaan disebutkan uang Rp 500 juta berkaitan dengan proses seleksi calon anggota KPU Daerah Provinsi Papua Barat periode 2020-2025. Masih dalam dakwaan disebutkan, uang dari Dominggus itu diterima melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Pendiri Pasific Studies, Mervin S.Komber melalui siaran pers yang diterima diptapapua.com (02/06/20) mengatakan keterangan terdakwa maupun saksi dalam persidangan itu masih sangat berupa informasi sepihak, dan perlu di-cross check untuk dinilai keabsahan dan legitimasi keterangannya.

Oleh karena itu, Mervin meminta semua pihak baik di Papua Barat maupun diluar Papua Barat untuk menahan diri dan tidak mengeluarkan pernyataan yang malah membingungkan publik.

“Mari kita mengikuti proses ini dengan baik, karena pernyataan yang disampaikan adalah masih keterangan sepihak,” kata mantan Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Papua Barat dua periode ini.

Mervin juga meminta semua pihak untuk saling menahan diri demi terciptanya suasana kondusif di Papua Barat dalam masa pandemi covid-19.

“Mari kita doakan agar gubernur dan wakil gubernur Papua Barat selaku diberikan hikmat dan kesehatan dalam membangun Papua Barat” tutup Mervin. (N/F: Maxi)

0346
Redaksi Dipta Papua

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita