Rakyat Tertindas

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: Maner Kay)

Kawan-kawan semua sudah tau, kalau yang disebut dengan rakyat tertidas adalah orang-orang yang diperas, terbungkam, dipekerja seperti budak, diekploitasi, hak-hak hidupnya dirampas dan secara ekonomi mereka lemah.

Rakyat (manusia) di seluruh Indonesia masih banyak yang tertindas oleh rezim negara saat ini. Faktanya apa? konflik agraria masih terus berlangsung, perampasan lahan/tanah adat, pembunuhan, pembantaian dan semua jenis kekerasan pelanggaran HAM masih berlangsung. Pelakunya siapa? penguasa negara, baik itu oligarki negara maupun elit-elit borjuis kapitalis yang serakah itu diraktekkan melalui aparat TNI-Polri. Mereka adalah dalang di balik semua jenis pelanggaran HAM di indonesia, khususnya di Papua yang saat ini masih terjadi konflik bersenjata.

Dengan banyaknya kasus pelanggaran HAM tanpa ada penyelesaian, ditambah lagi dengan adanya perlakuan tidak adil terhadap harkat dan martabat manusia, maka kita boleh mengakui bahwa kita ini sedang tidak baik-baik saja. kita ini sedang ditindas oleh sistem negara saat ini. Sistem negara yang berlangsung saat ini tidak hanya korup, ekploitatif, menghisap dan serakah, akan tetapi juga membunuh nyawa rakyat (manusia). Karena sistem saat ini berwatak membunuh nyawa manusia, maka yang kita pikirkan adalah bagaimana menyadarkan sesama manusia, saling menyelamatkan dari yang jahat.

Dalam cengkraman penindasan, dari watak  negara yang kapitalistik, fasisme dan kolonialisme, solidaritas dalam perjuangan kelas dibutuhkan sebagai basis perlawanan. Tidak ada yang lebih mulia, jikalau kita mau berjuang bersama untuk saling menyelamatkan dari yang jahat. apakah misi penyelamatan umat manusia adalah tugas TUHAN? tidak…Tuhan sudah menggantikan mandat pada kita makhluk manusia untuk hidup saling berdampingan, saling menolong dan saling melengkapi. Upaya-upaya nyata hanya bisah dilakukan oleh manusia melalui perantaraan Tuhan.

Di bawah ini, saya menggunakan pendekatan teori klas sosial dari seorang tokoh revolusioner, Karl Marx. Semoga dalam teori ini bisa mencerahkan posisi kita dalam struktur klas sosial pada saat ini. Teorinya mengenai perjuangan klas, perjuangan klas dapat dianggap sebagai  salah satu teori yang populer menginisiasi munculnya api gerakan revolusi.

Menurut Karl  Marx “sejarah seluruh umat manusia adalah sejarah perjuangan klas. Sejarah perjuangan klas muncul karena ada kontradiksi di dalamnya. Begitu juga dengan munculnya perubahan sosial, yaitu didasari melalui ketegangan atau hubungan penghisapan di dalamnya”.

Mesin kemajuan peradaban ialah perjuangan perlawanan ketimbang pertumbuhan damai; pertikaian adalah induk dari segalanya, dengan kata lain: Karl Marx mendasari perubahan sosial dengan apa yang disebut sebagai konflik sosial.

Orang-orang yang berada dalam situasi atau pola hidup yang serupa atau sesuai dengan ‘klas-nya’, menurut Karl Marx perbedaan klas-klas muncul oleh kepemilikan alat produksi dan modal. Dengan begitu, maka ada klas yang menindas dan ada klas yang tertindas.

Kalimat di atas merupakan sebuah penekanan yang digariskan oleh Karl Marx sebagai refleksi untuk kita. Di mana kontrol diri dan sadar diri dalam struktur klas sosial  saat ini, dengan tingkat kesadaran yang kuat, maka basis perjuangan kita sebagai rakyat tertindas  melawan rezim yang menindas semakin kuat dan meluas. Melalui basis itulah kekuatan  perlawanan muncul sebagai aksi protes terhadap ketidakadilan dan kejahatan negara.

Lebih lanjut dalam teori kelas sosial, ada beberapa asumsi dasar yang perlu kita ketahui antara lain:

1. Dimensi Struktural

Dalam dimensi struktural, pertentangan buruh/ masyarakat klas bawah dan majikan bersifat obyektif, karena didasarkan pada kepentingan obyektif yang ditentukan oleh posisi mereka dalam proses produksi kapitalis. Maka perjuangan klas harus dilakukan melampui moralitas yang bersifat dogmatis.

Di sini saya menjabarkan dari gagasan Karl Marx bahwa pertentangan antara rakyat proletar dan elit-elit borjuis bersifat nyata, sehingga perjungan/ perlawanan yang ingin dilakukan harus bersifat revolusioner melampui moralitas agama dan adat istiadat yang bersifat melemahkan. Sisi obyektifnya adalah pertentangan/ hubungan penghisapan itu bersifat nyata, maka perlawanan tidak memerlukan moralitas. Kita harus berprinsip secara individu bahwa moralitas yang sesungguhnya sedang dihianati oleh elit-elit penguasa dan pembunuh. Maka perlawnanan harus dilakukan secara terus menerus sampai menang.

2. Kepentingan

Kepentingan antara klas pemodal, elit-elit borjuis kapitalis dan klas buruh/ masyarakat klas bawah sangat berbeda. Kedua klas ini akhirnya melahirkan sikap yang berbeda dalam merespon perubahan dunia. Klas atas oligarki negara dan elit-elit borjuis kapitalis terus berusaha mempertahankan status quo, dengan menolak perubahan itu terjadi, karena mereka sedang menikmati kekayaan material. Sedangkan klas bawah menginginkan perubahan harus terjadi, karena secara obyektif, rakyat klas bawah sedang merasakan ketertindasan dalam sebuah sistem yang diciptakan oleh penguasa tadi. Maka bagi masyarakat klas bawah, pembebasan dari ketertindasan adalah sesuatu keniscayaan yang dinantikan.

Di sini sangat jelas kita melihat dan pahami bahwa dalam sebuah sistem yang diciptakan oleh negara dan elit-elit borjuis itu tidak lain adalah untuk mempertahankan kekuasaan demi kepentingan ekonominya, maka perubahan atau revolusi tidak mereka iklaskan secara cuma-cuma. Kita harus bersatu dan berusaha menggulingkannya.

3. Perubahan (Revolusi)

Dengan banyaknya persoalan hidup yang dihadapi oleh rakyat (manusia), maka perubahan struktur masyarakat hanya dapat dicapai melalui revolusi dengan cara menggulingkan klas atas sebagai penindas. Dalam penguatan kalimat ini, Karl Marx meyakini bahwa revolusi merupakan hukum alam yang tidak bisa ditolak, pasti akan terjadi. Kenapa bisa begitu? karena secara obyektif masyarakat klas bawah banyak mengalami penindasan, pembunuhan, teralienasi oleh kenyataan hidup, keterasingan, pembungkaman, perampasan dan pelanggaran HAM lainnya. Maka revolusi merupakan suatu keniscayaan yang akan terjadi dalam kehidupan manusia.

Ketika kita merefleksikan ulang bahwa memang benar sistem yang menindas seperti di Indonesia saat ini, bukanlah sistem yang baik, sistem yang wataknya kapitalistik dan militeristik oleh penguasa negara. Maka harus dihancurkan dengan kekuatan rakyat. Dengan begitu, maka revolusi terjadi dan kekuasaan kembali ke tangan rakyat, jikalau dibiarkan maka tingkat pelanggaran HAM dan penghisapan terhadap rakyat terus berlanjut  secara masif.

Apalagi kita rakyat Papua yang posisinya benar-benar tertindas dan  terancam mati oleh rezim negara hari ini, setidaknya tingkat kesadaran klas pada diri kita jauh lebih terbuka terhadap setiap fenomena yang terjadi di tanah air West Papua. Kita  generasi muda harus mengasah kepekaan hati saat ini dengan tingkat idealisme yang kuat, luaskan pola pikir dengan aktivitas literasi, posisikan diri dalam organ-organ perjuangan dan berjalan bersama kawan-kawan. Perjuangan yang dibangun adalah perjuangan kolektif untuk  membebaskan diri kita dan keluarga kita dari sistem yang menindas, menghisap dan membunuh.

Penulis adalah Mahasiswa Papua yang kuliah di jalanan)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...