25.6 C
Special Region of Papua
Thursday, January 21, 2021

Rocky Gerung Beri Poin ‘A Minus’ Atas Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf Pimpin Indonesia

JAKARTA, diptapapua.com – Peneliti Perhimpunan Pendidikan dan Demokrasi, Rocky Gerung memberikan poin A minus terhadap satu tahun kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma,ruf Amin dalam memimpin Negara Kesatuan Republik Idonesia.

“A minus itu, A buat kebohongan dan minus-nya ialah kejujuran,” katanya dalam talkshow Mata Najwa, Rabu (21/10/2020) dengan mengusung judul (Tahun Pertama: Jokowi-Ma’ruf Sampai di Mana).

Menurutnya, publik kehilangan kepuasaan terhadap pemimpin negara ini. “Situasi psikologis publik akan mengatakan masih bisa lanjut, namun sociological facts atau fakta sosiologisnya kepuasan publik menurun di bawah 50%, itu artinya pemimpin harus turun dari jabatan,” tegas Rocky.

Kemudian menyinggung soal Omnibus Law, Rocky menegaskan bahwa seharusnya menteri buruh pro terhadap buruh, jadi jika buruh menolak Omnibus Law maka menteri buruh juga harus menolak. “Partner dari undang-undang ini ialah buruh, jadi menteri buruh harus pro terhadap buruh,” tandasnya.

Omnibus law/ UU Cipta Kerja ini juga akan berakibat pada lingkungan terutama pada hutan Papua. Rocky mengatakan sebelum disahkan, semestinya berdiskusi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Papua sebagai poros hukum.

“Apakah 20 ribu jenis pohon di hutan Papua sudah diajak bicara? apakah 150 ribu jenis serangga di Papua sudah diajak  bicara? apakah 200 jenis mamalia di hutan Papua sudah diajak bicara? apakah 500 masyarakat adat dengan 500 bahasa daerah yang berbeda di Papua sudah diajak bicara? mereka yang akan terakibat UU ini,” tutur pria yang kerap disapa professor akal sehat ini.

“Yang namanya publik tidak sekedar orang tetapi pohon, itu logika dari hukum lingkungan. Ideologi baru dunia saat ini ialah environmental ethics (etika lingkungan) dan Indonesia buta hurus atas hal itu,” tambah Rocky Gerung.

Meskipun UU Cipta Kerja ini mendapat pujian dari bank dunia, namun Rocky membeberkan bahwa bank dunia itu hanya ingin mencari proyek di Indonesia “bank dunia itu pemain dalam bisnis global”.

“Komentar publik terhadap Omnibus law/ UU Cipta Kerja tidak hanya di Indonesia, namun juga di luar negeri ‘mengejek’ UU ini, karena berbahaya bagi lingkungan dan demokrasi,” jelasnya.

“Undang-undang ini adalah pesanan dari plutokrat (orang yang punya uang) memesan itu dan pemerintah terpaksa terima pesanan itu karena akan dinikmati oleh kleptokrat (penguasa/ pejabat tinggi negara),” pungkas Rocky Gerung.

Reporter: Maksimus Syufi

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

Massa: Gedung DPRD Tambrauw Akan Dibakar Jika Aspirasi Mahasiswa Diabaikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terhitung semenjak 2013 lalu, Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berkali-kali melayangkan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

32 Tahun Menjadi Guru, Awalnya Hanya Memiliki Gaji Honorer Sebesar 25 Ribu Rupiah

Menjadi guru adalah tugas yang luhur dan mulai. Oleh karena itu, tak heran jika guru selalu dijuluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Hal inilah yang...