Satu Setengah Jam Mendengar Rasisme di Papua

PAPUA, diptapapua.com – Dalam diskusi online melalui kanal youtube yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu (6/06) dengan tajuk PapuanlivesMatter, membahas tentang persoalan rasisme yang terjadi di Papua hingga penangkapan atau penahanan para aktivis anti rasisme di Papua.

Dalam diskusi yang mengusung tema Rasisme Hukum di Indonesia, Veronica Koman pengacara HAM mengilustrasikan persoalan Papua sebagai luka yang telah lama diderita.

“Masalah di Papua itu seperti luka yang diberi jeruk lalu ditambah garam dan ditutupi dengan kain, kemudian orang dari luar melihat bahwa luka ini baik-baik saja nih, padahal di dalamnya sudah busuk,” ulasnya.

Kemudian, pengacara HAM Papua Gustaf Kawer mengilustrasikan juga mengenai tahanan politik (Tapol) Papua di mata pengadilan itu seperti sampah yang hanya diobrak-abrik sesukanya.

“Proses hukum di pengadilan itu seperti dari tempat sampah, orang Papua itu seperti di dalam tempat sampah, dimasukan ke dalam tempat sampah yang kecil, pindah lagi ke yang sedang dan terakhir di pengadilan itu tempat sampah yang besar,” beberya dalam diskusi tersebut.

“Jadi di tempat itu orang Papua tidak dapat keadilan, yang ada orang Papua dianggap warga kelas dua, kalau kita mau anggap Papua itu bagian dari Negara ini maka perilaku rasis itu harus dihilangkan dari Negara ini,” sambung Gustaf.

Sayang Mandabayan mantan Tapol Papua yang dibebaskan baru-baru ini, menuturkan kekhawatirannya terhadap persoalan rasis terhadap orang Papua bahwa ini akan terjadi lagi.

“Jangan sampai masalah rasisme ini mungkin 1 sampai  2 tahun atau 2 dan 3 hari ke depan akan terjadi lagi karena sampai sekaramg Negara belum memberikan jaminan yang kuat bahwa masalah rasisme yang terjadi pada orang Papua tidak akan terulang lagi,” tegas Sayang. (N/F: Otniel)

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...

Mahasiswa Mimika Se-Jawa Bali Tuntut Pihak YPMAK dan Pemda Mimika Serius Perhatikan Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Amolongo…Nimaowitimi…Amakanie…Kinaonak …Saipa … wa.wa.wa. Pendidikan adalah bekal yang harus dimiliki setiap orang untuk mencapai segala sesuatu yang telah menjadi target...

Mahasiswa Maybrat di Kota Surabaya Pertanyakan Pemda Maybrat Terkait Biaya Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Maybrat gelontorkan dana sebesar Satu Miliar (1M) kepada Calon Siswa (Casis) Bintara dari...

Papua Bercerita

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Orang Papua penting menceritakan kisah nyata dalam keseharian hidup nya. Cerita masa dulu, sekarang dan waktu akan datang. Potret kehidupan...

Breaking News: Polisi Tangkap 62 Massa Aksi di Jayapura

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Aksi damai mahasiswa dan rakyat Papua di Jayapura pada Selasa, (2/04/2024) dibubarkan dengan paksa oleh aparat kepolisian dan sebanyak...