Siapa Musuh Rakyat Papua?

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: Yefron Kogoya)

Empat musuh besar dan utama Rakyat Papua adalah Imperialisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme.

  1. Imperialisme adalah pemilik modal, alat produksi dengan sebuah sistem politik yang dilakukan cara menjajah negara atau bangsa lain. Tujuan Imperialisme adalah untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan sebesar.
  2. Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik (individu/ kelompok tertentu) dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal dalam melakukan usahanya,berusaha untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
  3. Kolonialisme adalahsebuah paham tentang penguasaan suatu negara oleh negara atau bangsa lainnya dengan tujuan memperluas kekuasaan negara. Seperti Negara Indonesia yang meng-aneksasi dan menguasai Bangsa West Papua
  4. Militerisme adalah tentara, polisi, inteligen yang memikili senjata atau menjadi alat negera untuk menjalankan perintah negara demi melancarkan rencana-rencana Imperialisme, Kapitalisme dan Kolonialisme.

Namun terlepas dari keempat musuh besar dan utama Rakyat Papua tersebut, siapa lagi musuh Rakyat Papua di bawahnya. Terutama dalam kalangan orang Papua sendiri.

“Kitorang berteriak merdeka tapi, di Jawa sana ada orang rambut lurus orang Jawa asli dia juga peduli terhadap kitorang. Jadi dia juga di sana berteriak Papua merdeka. Kalo mereka ini suatu saat Indonesia kejar mereka untuk bunuh, sobat ko datang, barang apa jadi. Ini supaya kitorang buka wawasan bahwa jangan kitong selalu berfikir yang berjuang Papua Merdeka itu kitorang atau yang rambut keriting kulit hitam saja, tapi kitong mulai buka pikiran bahwa yang berjuang Papua merdeka juga ada orang rambut lurus, orang Manado asli atau orang Jawa asli, dia punya hati nurani, dia melihat bahwa ini tidak adil, ini tidak benar, sehingga dia juga berteriak itu tidak benar, kasih hak orang Papua punya.  Ada orang papua hatinya lebih Indonesia. Jadi orang Papua juga kita perlu lihat lihat lagi,” Filep J. Karma, Jayapura 01 Desember 2004.

“Pro dengan Indonesia siapa? Hari ini itu adalah Gubernur sendiri, dia bukan pro Indonesia, tapi dia orang Indonesia. Meski dia orang Papua, tapi dia ada dalam sistem Republik Indonesia, maka secara administrasi dia orang Indonesia. Dia sudah dijamin oleh Republik Indonesia, maka dia orang Indonesia, kita tidak bisa mengklaim dia orang Papua, dia hanya orang Papua secara fisik,” Bazoka Logo, Jayawijaya, Desember 2015.

Tidak semua yang putih adalah musuh dan tidak semua yang hitam adalah kawan”. Yogyakarta, 01 Desember 2021.

Tidak Semua Orang Indonesia adalah Musuh Rakyat Papua

Musuh Rakyat Papua adalah sistem penguasa yang menindas, sistem Negara Indonesia ini sistem yang kami harus lawan,” Bazoka Logo.

Sistem Negara Indonesia ini sudah dikuasai oleh Pemodal-pemodal asing. Musuh Rakyat Papua bukan kepada orang Indonesia atau Rakyat Indonesia, karena rakyat Indonesia dan rakyat Papua adalah korban dari sistem yang diterapkan di republik ini.

Sistem Republik Indonesia adalah sistem yang sudah dikapitalisasi oleh Pemodal-pemodal Asing dan Indonesia. Dalam sistem pendidikan pengajaran, tidak diajarkan soal siapa musuh rakyat atau siapa yang ditindas dan siapa yang menindas, manum pengajarannya lebih ke pembisnis atau pengusaha. Ini adalah watak kapitalis yang diajarkan oleh pendidikan, untuk membangun bisnis perampasan tanah-tanah masyarakat adat. Akibatnya, masyarakat dan masyarakat saling aduh ke sana-sini, saling bunuh, saling tindas antar sesama masyarakat. Kesadaran rakyat sengaja dihancurkan oleh pemodal kepada rakyat Indonesia dan rakyat Papua agar kerja-kerja pemodal berjalan dengan lancar.

Kenapa Musuh Rakyat Papua Bukan Orang Indonesia ?

Tidak semua orang Indonesia adalah musuh rakyat Indonesia, banyak rakyat Indonesia yang sudah mengerti dan sadar dengan sejarah Papua serta realita penindasan juga penderitaan rakyat Papua. Mereka (beberapa Orang Indonesia) juga yang bersepakat dan berjuang untuk Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua.

Beberapa contoh solidaritas Rakyat Indonesia untuk Papua ialah Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), PEMBEBASAN dan beberapa Organ politik lainnya. Mereka bersepakat bahwa Papua Merdeka di bawah kordinasi Juru Bicara FRI-WP, Surya Anta dan beberapa kawan lainnya yang berjuang. Gerakan solidaritas tersebut menyebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan dan beberapa daerah Indonesia lainnya. Mereka konsisten bersama Rakyat Papua di luar pulau Papua untuk terus mengkampanyekan isu Papua. Jika turun jalan (aksi Papua Merdeka), merekalah yang paling depan bicara lantang tentang Papua Merdeka dan sebanding dengan kita orang Papua sendiri. Bukan merendahkan orang Papua (Mahasiswa), tapi ini adalah realita yang saya lihat.

Yang berjuang untuk pembebasan Papua ‘Hak Menentukan Nasib Sendiri’ juga ada organisasi gerakan pro demokrasi bahkan individu-individu yang terlibat dalam perjuangan juga adalah orang Indonesia, maka rakyat Papua jangan menganggap bahwa  musuh rakyat Papua itu semua orang Indonesia atau masyarakat Indonesia. Musuh rakyat Papua adalah sistem yang menindas.

Maka, tidak semua orang Indonesia adalah musuh rakyat Papua. Jangan terjebak dengan pandangan etnis atau ras bahwa semua rakyat Papua yang kulitnya hitam dan rambutnya keriting adalah kawan dengan kesamaan ras. Perlu diketahui bahwa perjuangan pembebasan Papua Barat, tidak bisa dilihat dengan ras, namun perlu melihat kesadaran politiknya. Karena “ada orang Papua yang hatinya lebih Indonesia”. Filep Karma.

Banyak orang Papua sendiri juga yang jadi intel, banpol (bantuan polisi) dan mendukung NKRI HARGA MATI demi kepentingan perut mereka sendiri dengan menjual gerakan bahkan menciptakan konflik horizontal untuk mengkriminalisasi para pejuang. Maka tidak semua orang Papua adalah kawan, ada orang Papua juga yang menjadi musuh rakyat Papua itu sendiri.

Siapa Orang Papua yang Menjadi Musuh Rakyat Papua?

Dikutip dari pernyataan di atas bahwa musuh dari rakyat Papua adalah yang hatinya lebih ke Indonesia. Secara administrasi pemerintahan, orang Papua yang Indonesia adalah elit-elit politik Papua, Gubernur, Bupati, Kepala Dinas, DPR-RI, DPRD, Camat, Tentara, Polisi, Banpol dan Intel Orang Papua. Karena mereka ada dalam satu sistem birokrasi Jakarta yang menjalankan praktek kolonialisme di tanah Papua. Atas perintah atasan, maka elit-elit politik Papua rela menindas, membunuh, merampas, pemperkosa rakyatnya sendiri dengan pendekatan militer.

Salah satu hal yang tersimpan dalam benak saya adalah kejadian Rasisme pada 16 Agustus 2019. Bersamaan dengan kejadian itu, Gubernur Lukas Enembe pernah datang ke Surabaya untuk bernegosiasi dengan mahasiswa Papua di Asrama Kamasan III. Namun, kawan-kawan tidak mempersilakan gubernur masuk. Kawan-kawan berkata bahwa “jika bapa gubernur mau masuk harus lepaskan garuda, baru masuk ke dalam Asrama Papua Surabaya sebagai orang tua dan masyarakat Papua. Namun, Bapak Gubernur sendiri lebih memilih tidak melepaskan garuda, dia pertahankan garuda demi NKRI Harga Mati. Ini memperpanjang penderitaan rakyat Papua, bukti nyata bahwa gubernur Papua adalah orang Papua yang hatinya lebih Indonesia.

Musuh rakyat bukan hanya gubernur, tapi juga DPR-RI, DPRD dan elit politik Papua lainnya. Kita bisa lihat bahwa perpanjangan otonomi khusus jilid II diisahkan oleh DPR-RI di gedung Seyanan, Jakarta pada 15 Juli 2021, dibawa pimpinan Yan P. Mandenas, Yoris Raweyai dan kawan-kawannya.

Maka rakyat Papua jangan percaya bahwa DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat tapi DPR sebenarnya mereka itu Dewan Perwakilan Pemerintah. Jika DPR-RI atau DPRD adalah wakil rakyat, tapi kenapa ketika otonomi khusus jilid II disahkan, tidak ada DPR perwakilan Papua yang mengguggat ke pemerintah Jakarta. Padahal seluruh rakyat Papua menyatakan menolak Otsus Jilid II. Ini jelas bahwa DPR-lah yang menindas rakyat Papua.

Kini, para bupati di Papua gencar bicara Deerah Otonomi Baru (DOB), padahal seluruh rakyat Papua dan solidaritas rakyat Indonesia telah menyatakan untuk cabut perjanjangan otonomi khusus jilid II, tolak daerah operasi baru dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua sebagai solusi demokratis. Di bawah kordinasi PRP (Petisi Rakyat Papua) yang terdiri dari 122 oraganisai gerakan melakukan aksi serentak  tolak DOB, cabut Otsus dan referendum pada 01 April 2022 di seluruh Tanah Papua, maupun Indonesia. Ini juga menjelaskan bahwa musuh rakyat Papua adalah para bupati di Papua.

Ada juga musuh rakyat Papua yang tugasnya untuk menjual informasi dengan menjadi intel atau banpol, itu juga adalah musuh rakyat papua. Ada orang asli Papua yang masuk menjadi Bintara jalur Otsus. Mereka adalah musuh rakyat Papua yang nantinya kembali membunuh rakyat Papua itu sendiri. “Rekrut tentara, polisi orang Papua sebanyak-banyak mungkin dan kirim ke garis depan, biar mereka sendiri baku bunuh” – Ali Murtopo (1960).

Rakyat Papua harus melihat baik-baik siapa musuh dan siapa kawan, agar jangan sampai rakyat Papua dan rakyat Indonesia yang statusnya sama-sama terjajah saling tindas lagi, saling bunuh, saling musuh sesama rakyat akibat tidak bisa melihat musuh yang sebenarnya.

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...