25.6 C
Special Region of Papua
Thursday, January 21, 2021

Syukuran, Lima Orang Jebolan Sarjana Pendidikan Asal Suku Mee Diwisudakan

DIPTAPAPUA.com – Lima orang mahasiswa asal suku Mee, jebolan sarjana pendidikan, sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (Stikip) Muhammadiyah, Manokwari akhirnya diwisudakan pada Sabtu (21/11/2020) di Aula Stikip Muhammadiyah, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Mereka adalah Selpina Kadepa. S.Pd, Marselus Muyapa. S.Pd, Milka Tenouye. S.Pd, Derika Mote. S.Pd dan Icelina Tekege.S.Pd.

Bersyukur atas pencapaian tersebut, koordinator wilayah Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Kota Studi Manokwari, melaksanakan ibadah syukur yang dihadiri oleh pihak keluarga wisudawan/i serta tamu undangan lainnya, berlangsung di Auditorium Asrama Paniai, Wosi, Kabupaten Manokwari dan dipimpin oleh Pendeta Marten Degei.

Mewakili para wisudawan/i, Marselus Muyapa menyampaikan kegembiraannya atas hasil yang mereka raih. “Kami sangat gembira karena bersama Tuhan, tiba saatnya untuk mendapatkan toga,” ucapnya saat ibadah syukur itu, Sabtu (21/10/2020).

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua atas pengorbanannya kepada kami para wisudawan/i, kami tidak memberikan apapun tetapi Tuhan yang akan membalas itu sesuai dengan pengorbanan yang kalian berikan,” lanjut Muyapa.

Meri Iyaii mewakili pihak orang tua yang hadir, mengatakan bahwa kesuksesan itu tidak mudah, membutuhkan perjuangan yang panjang serta pengorbanan yang besar untuk meraih target tersebut.

“Kesuksesan itu butuh perjuangan, karena kadang kita putus asa karena terbatas kemampuan kita. Namun saudara/i yang telah wisuda ini adalah sebagai contoh untuk adik-adik yang masih di bangku studi,” pesan Merii.

Badan pengurus IMPT, Damianus Nawipa berpesan kepada  mereka yang telah wisuda ketika mendapatkan pekerjaan, “Kalian jangan lupa, buat logo koordinator wilayah Paniai”. Lanjutnya “Selamat dan sukses para wisudawan/i, langkah berikut pun Tuhan akan tuntun,” harap Nawipa.

Marten Yogi yang merupakan pembina tersebut, menerangkan bahwa perjuangan mereka yang baru wisuda tidak batas hari ini. “Perjuangan kalian masih panjang, sehingga para wisudawan/i selamat melangkah ke suatu pekerjaan atau dunia kerja baru,” ucapnya.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis diptapapua.com

Related Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

Massa: Gedung DPRD Tambrauw Akan Dibakar Jika Aspirasi Mahasiswa Diabaikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terhitung semenjak 2013 lalu, Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berkali-kali melayangkan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

32 Tahun Menjadi Guru, Awalnya Hanya Memiliki Gaji Honorer Sebesar 25 Ribu Rupiah

Menjadi guru adalah tugas yang luhur dan mulai. Oleh karena itu, tak heran jika guru selalu dijuluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Hal inilah yang...