22.6 C
Special Region of Papua
Friday, September 17, 2021

Tak ada Kepastian, IMT Jayapura Pertanyakan Tim Bentukan DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua

Pada 11 januari 2021 lalu, ketua dewan perwaklan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw beserta anggota DPRD lainnya menemui mahasiswa Tambrauw kota belajar Jayapura yang sedang melakukan aksi di Distrik Feef menuntut pembangunan asrama definitif. Dalam kesempatan itu pula, pihak DPRD berjanji bahwa akan membentuk tim dan dalam waktu dekat atau sebelum sidang anggaran, mereka akan ke Jayapura untuk pastikan status tanah pembangunan asrama definitif.

Namun, Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) Kota Jayapura, Nicodemus Momo mengaku hingga saat ini belum ada tim bentukan DPRD Tambrauw yang ke Jayapura. Ketua IMT mengatakan hal ini membuktikan bahwa tidak adanya tanggapan yang serius terkait tuntutan mahasiswa Tambrauw beberapa minggu lalu di Distrik Feef, Ibu Kota Kabupaten Tambrauw tersebut.

“Kami (IMT) pertanyakan hasil kesepakatan di Feef tanggal 11 Januari bahwa DPRD akan bentuk tim dan dalam waktu dekat mereka akan ke Jayapura. Namun, hingga hari ini mereka belum ke Jayapura, kita sedang menunggu,” jelas Momo kepada diptapapua.com.

Pihaknya menegaskan bahwa jangan sampai ini hanya menjadi janji manis seperti yang terjadi sebelumnya. “Saya terus kawal sidang anggaran di Feef maupun di Sorong dan jangan sampai ini hanya janji manis seperti sebelumnya,” papar Ketua IMT Jayapura.

Tuntutan pembangunan asrama definitif ini, bukan aspirasi yang baru disampaikan. Namun, sudah sejak beberapa tahun yang lalu, aspirasi ini terus disampaikan mahasiswa Tambrauw yang menempuh pendidikan di Kota Jayapura. Namun, respon Pemerintah dan DPRD Kabupaten Tambrauw hingga kini belum ada kepastian.

Nicodemus Momo mengaku, pemerintah dan DPRD hanya mengatakan akan ke Jayapura untuk memastikan satatus tanah dan sebagainya, namun hingga detik ini tak terlaksana. “DPRD dan juga pemerintah hanya bilang akan turun ke Jayapura, tapi kapan biar jelas, karena hingga saat ini belum ada kepastian,” pungkas Momo.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Seribu Cerita Terukir dan Perjalanan itu Akan Dilanjutkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Rudi Wonda)* Ap Nayigin... Yang terlahir dalam fase Kolonialisme Indonesia adalah, Mereka yang telah merasakan Penindasan dari dalam kandungan ibu...

Tamparan Keras Lagu “Bawa Dia” Terhadap Martabat Perempuan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Maksimus Syufi)* Awalnya, sa anggap sepenggal lirik di lagu “Bawa Dia” yang dinyanyikan oleh beberapa rapper Papua itu,...

Mahasiswa Papua: Segera Tarik dan Hentikan Operasi Militer di Wilayah Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejak penyerangan pos koramil di Kisor, Aifat Selatan pada Kamis (2/9/2021) yang menyebabkan empat anggota TNI terbunuh itu,...

19 Kampung Mengungsi Pasca Pembunuhan 4 Anggota TNI di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sedikitnya ada 19 Kampung dari 6 Distrik di Kabupaten Maybrat yang mengungsi akibat operasi militer pasca penyerangan Pos...

Presidium Germas PMKRI Jayapura Minta Pemerintah Serius Tangani Persoalan di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terkait dengan penyerangan Posramil Kisor, Aifat Selatan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebabkan 4 angoota...