24.6 C
Special Region of Papua
Friday, September 17, 2021

Tamparan Keras Lagu “Bawa Dia” Terhadap Martabat Perempuan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: Maksimus Syufi)*

Awalnya, sa anggap sepenggal lirik di lagu “Bawa Dia” yang dinyanyikan oleh beberapa rapper Papua itu, adalah hal yang biasa saja. Atau mungkin, sa saja yang tidak sadar dengan bunyi atau maksud dari lirik itu. Bunyi liriknya begini “Ko boleh bisa bawa dia, tapi masa tuh dapat sa pu ampas”.

Kalau sa tidak salah, arti dari bunyi lirik itu adalah “ketika sa punya mantan, lalu dia pergi baku bawa dan pacaran dengan laki-laki lain, itu sama saja laki-laki lain itu dia dapat sa punya ampas”. Itu hanya arti tertulis dari lirik lagu itu. Tetapi, yang mengganggu sa punya pikiran adalah apa maksud dari lirik itu? Ataukah maksudnya, perempuan itu seperti kelapa yang hanya digunakan santannya lalu ampasnya itu harus buang karena tidak berguna lagi. Atau mungkin, perempuan itu sama dengan barang/ benda?.

Saya adalah salah satu dari ribuan pendengar yang suka dan sering dengar lagu “Bawa Dia” yang diupload di beberapa kanal youtube dan sudah ditonton ratusan ribu netizen. Bahkan lagu ini sudah tersebar di mana-mana dan selain kanal youtube, lagu ini juga banyak yang bagikan di berbagai media sosial seperti; tiktok, facebook, twitter, story WA dan sebagainya. Tetapi entah dari ratusan ribu penikmat lagu itu, apakah ada yang terganggu juga dengan lirik sepanggal itu? Jika tidak ada, mari kita sama-sama lihat dengan jelas.

Menurut saya, lirik lagu Bawa Dia yang bunyinya “Ko boleh bisa bawa dia, tapi masa tuh dapat sa pu ampas” adalah tamparan keras bagi perempuan, karena lirik lagu itu berbau perendahan martabat terhadap kaum perempuan. Seakan, lagu itu menyamakan derajat perempuan dengan benda atau makanan yang hanya dibutuhkan saat masih dianggap berguna dan ketika sudah tidak berguna lagi maka dianggap “AMPAS”. Bahkan secara tidak sadar, lagu itu mengukur derajat perempuan dari cara berpacaran. Jadi “perempuan harus pacaran dan setia pada satu laki-laki, karena ketika putus dan perempuan itu dia pacaran lagi dengan laki-laki lain, maka perempuan dapat jabatan AMPAS”.

Sa tidak bayangkan, apa yang akan dirasakan seorang perempuan ketika dia sadar dengan lirik di lagu yang selama ini dia dengar dan menyukainya. Bahkan, sa pernah tanya ke kawan perempuan yang sedang dengar dan menyanyi lagu ini. “Menurut ko lirik lagu itu bagaimana? Lagu itu rendahkan martabat perempuan, iyo toh atau bagimana? Kawan perempuan bingung, masa bodoh, lupakan pertanyaan itu, ahk lagu ini bagus, lanjut nikmati saja”. Dia sedang menertawakan martabatnya yang diinjak untuk menghibur para lelaki.

Ini sangat menyedihkan! Karena cara melihat kita, terutama para lelaki yang masih anggap wajar kalau perempuan memang rendah di hadapan laki-laki. Ini cara berpikir kita yang terlalu dangkal dalam melihat persoalan feminisme. Melihat perempuan sebagai seseorang yang tidak bernilai dalam kehidupan. “Jika ko dengan perempuan kam dua pacaran, terus putus. Lalu ko anggap perempuan itu ampas karena ko pernah gunakan dia sebagai pacar. Jika demikian, lalu ko (laki-laki) pantas disebut apa? apakah ampas juga seperti perempuan itu? Atau ko terlalu sempurna untuk melihat perempuan serendah itu?.

Ahk kawan, martabat perempuan itu tidak serendah dan sesempit cara berpikir kita. Dia (perempuan) mau berapa kali putus dan gonta ganti pacar pun, kita tidak bisa mengukur martabatnya dari situ. Itu dia punya hak untuk ekspresikan perasaannya. Masaa, hanya pacaran lagi dengan laki-laki lain langsung kita anggap dia ampas. Wah, ini kita masih pelihari penindasan dan perendahan martabat perempuan yang sama dari dulu. Kita anggap perempuan itu nomor dua, hanya ada di dapur, urus rumah, harus tunduk ke laki-laki dan sebagainya. Ini penindasan yang diwariskan. Ingat, kehidupan manusia di muka bumi berasal dari seorang Mama. Mama adalah pemberi kehidupan.

“Sa tidak benci penyanyi, sa tidak benci pendengar lagu ini. Sa hargai sekali karya anak muda Papua di bidang musik. Ini hanya kritikan yang belum tentu benar dan belum tentu salah, dan ini pendapat saya yang bisa kita diskusikan bersama dengan akal sehat”. Hidup Perempuan!

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

3 COMMENTS

  1. That’s right👍
    Karena, dengan begitu (secara sadar atau tidak) menandakan bahwa masih ada pemikiran yang diskriminatif terhadap kaum perempuan. Meskipun hanya kalimat dari lirik lagu, akan tetapi jangan lupa bahwa, lagu dibuat dengan “daya pikir” pencipta.

  2. Hari ini baru sya sadar ternyata lagu itu merendahkan martabat permpuan. Masa iya dengan gonta ganti psangan di cap sbg “ampas”. Jika perempuan cari yg baru berarti laki-laki yg sedang menjaganya tdk baik-baik saja yang artinya dia pnya niat lain selain menjaga. Memang sudah dari dulu perempuan selalu saja jadi topik yg merendahkan. Saya sendiri sebagai permpuan mengecewakan skali dengan lirik lagu itu😔
    Kok bisa masih ada pnindasan trhadap kaum perempuan, wahai laki-laki sadarlah bahwa kamu itu terlahir dari seorang perempuan. Jadi tdk boleh seenaknya menindas, krena perempuan punya martabat juga. Mohon maaf sebelumnya sya juga bukan bermaksud benci dn pcipta lagu, tpi sya cuma kesal sja dengan liriknya yg membuat hati perempuan luka.

  3. Z pernah dengar lagu ini sempat rsa risih tapi lewat sja karena tdk tahu harus ekspresikan bgmn ?
    Terimakasih sudah membantu menyampaikan supaya kedepannya lirik2 lagi lebih di jga utk tdk menggukan kt2 yg malah merendahakab martabat manusia terlebih perempuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Seribu Cerita Terukir dan Perjalanan itu Akan Dilanjutkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Rudi Wonda)* Ap Nayigin... Yang terlahir dalam fase Kolonialisme Indonesia adalah, Mereka yang telah merasakan Penindasan dari dalam kandungan ibu...

Tamparan Keras Lagu “Bawa Dia” Terhadap Martabat Perempuan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Oleh: Maksimus Syufi)* Awalnya, sa anggap sepenggal lirik di lagu “Bawa Dia” yang dinyanyikan oleh beberapa rapper Papua itu,...

Mahasiswa Papua: Segera Tarik dan Hentikan Operasi Militer di Wilayah Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sejak penyerangan pos koramil di Kisor, Aifat Selatan pada Kamis (2/9/2021) yang menyebabkan empat anggota TNI terbunuh itu,...

19 Kampung Mengungsi Pasca Pembunuhan 4 Anggota TNI di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sedikitnya ada 19 Kampung dari 6 Distrik di Kabupaten Maybrat yang mengungsi akibat operasi militer pasca penyerangan Pos...

Presidium Germas PMKRI Jayapura Minta Pemerintah Serius Tangani Persoalan di Maybrat

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terkait dengan penyerangan Posramil Kisor, Aifat Selatan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang menyebabkan 4 angoota...