25.6 C
Special Region of Papua
Thursday, January 21, 2021

Tanggapi 5 Warga Sipil Yang Ditembak di Kab. Puncak, IPMAP Kota Surabaya Minta Pelaku Diadili

DIPTAPAPUA.com – Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) Kota Studi Surabaya mengeluarkan pernyataan sikap terkait kasus penembakan terhadap lima warga sipil di Kabupaten Puncak, belum lama ini, yang menyebabkan empat orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka tembak dan kini sedang dirawat di rumah sakit Mimika.

Lima orang korban tersebut ialah, Atanius Murib yang berusia 16  tahun merupakan siswa Kelas 3 SMKN  1 Ilaga (meninggal),  Akis Alom berusia 34 tahun adalah ASN di Kabuaten Puncak berstatus sebagai bendahara dinas pertanian (meninggal), Wenis Wenda berusia 13 tahun siswa Kelas 6 SD YPK Katolik (meninggal), Rubenus Tabuni berusia 19 tahun adalah siswa kelas 3 SMAN 1 Ilaga (meninggal) dan Manus Murib berusia 16 tahun ialah siswa Kelas 3 SMAN 1 Ilaga (sedang dirawat di rumah sakit Mimika).

Berdasarkan kesaksian salah seorang korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit, dengan menyebutkan ciri-cirinya secara jelas bahwa pelaku penembakan tersebut ialah TNI/ POLRI. “Kami ditembak saat pulang liburan,” kata saksi melalui video pengakuan yang diterima.

Menanggapi perlakuan tersebut, IPMAP Kota Surabaya tegas mengecam perilaku aparat TNI/ POLRI yang menembak lima warga sipil tanpa sebab. “Mereka bukan teroris, mereka bukan KKB, mereka adalah warga sipil yang tidak bersalah,” tegas Kelanus Kulua, ketua IPMAP Kota Surabaya saat membacakan pernyataan sikap.

Mahasiswa Kabupaten Puncak yang tergabung dalam IPMAP Kota Surabaya mengaku sangat kecewa dengan perlakuan TNI yang sewenang-wenang menumpas nyawa warga sipil yang tak bersalah.

“Mereka liburan ingin pulang ke kampung untuk melihat keluarga mereka, namun lagi-lagi musibah berkata lain. Ada keterlibatan aparat dalam hal ini TNI/POLRI, liburan sangat pahit dan ini teringat seperti kasus di Intan Jaya, Nduga dan beberapa wilayah Papua lainnya. Kami mahasiswa asal Kabupaten Puncak, Papua sangat kecewa,” kata ketua IPMAP mewakili mahasiswa Kabupaten Puncak di Surabaya.

Berikut tuntutan IPMAP Kota Surabaya yang dibacakan langsung oleh ketua IPMAP Kota Surabaya, Kelanus Kulua:

  1. Segera adili pelaku penembak lima warga sipil di Kabupaten Puncak
  2. Kami meminta agar pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kabupaten Puncak serta tokoh-tokoh adat, agama dan seluruh kaum intelektual Puncak agar turut serta serius melihat kasus penembakan 5 orang warga sipil di Kabupaten Puncak.
  3. Tarik militer organik dan non organik di Kabupaten Puncak, karena tidak membuat kedamaian di Kabupaten Puncak.
  4. Kami minta agar Komnas HAM segera menindak lanjut kasus yang terjadi di Kabupaten Puncak karena kasus ini adalah pelanggaran HAM berat.
  5. Kami meminta kepada seluruh kalangan untuk tidak memprovokasi dan mempolitisir fakta yang sebenarnya terjadi di Kabupaten Puncak.
  6. Kami mahasiswa Kabupaten Puncak meminta agar 4 perusahaan tidak masuk ke Kabupaten Puncak karena kami menduga ini ada hubungannya dalam kasus penembakan 5 warga sipil di Kabupaten Puncak.

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis diptapapua.com

Related Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

Massa: Gedung DPRD Tambrauw Akan Dibakar Jika Aspirasi Mahasiswa Diabaikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terhitung semenjak 2013 lalu, Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berkali-kali melayangkan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

32 Tahun Menjadi Guru, Awalnya Hanya Memiliki Gaji Honorer Sebesar 25 Ribu Rupiah

Menjadi guru adalah tugas yang luhur dan mulai. Oleh karena itu, tak heran jika guru selalu dijuluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Hal inilah yang...