Pasangan Calon Vs Kotak Kosong, Quo Vadis Raja Ampat?

Oleh: Mario Wiran

“Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor, namun suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”

-Soe Hok Gie

 Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020 di Kabupaten Raja Ampat memasuki masa kampanye, berbagai kiat dilakukan oleh tim pemenangan untuk meningkatkan elektabilitas pasangan calon, di satu sisi kotak kosong hadir menjadi pilihan lain bagi penentuan nasib masyarakat pada periode kepemimpinan 5 (lima) tahun yang akan datang di Kabupaten Raja Ampat. Terlepas dari suka ataupun tidak venomena ini merupakan proses politik dalam ruang demokrasi yang tidak dapat terbantahkan. Kemudian orang bertanya ada apa dengan politik kita, mau dibawah kemana Raja Ampatku yang ku sayang?

Politik dalam tradisi awal demokrasi hanya diucapkan dalam rangka upaya untuk menghasilkan keadilan seperti yang dikatakan Aristoteles bahwa Politik adalah saha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Maka dapat dikatakan Politik merupakan sarana yang paling efektif untuk berjuang menuntaskan kemiskinan, kebodohan dan ketidak adilan (K3). Dalam perspektif politik, realitas K3 tersebut diakibatkan oleh sistem politik, sistem ekonomi dan sistem sosial yang menghisap dan tidak adil. Kita jadi benci dan apatis terhadap proses politik pada hal proses politik yang baik harusnya menghasilkan kebaikan bersama. Oleh karena itu Setiap dari kita boleh saja benci dengan politik, tetapi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak peduli terhadap proses politik, karena setiap keputusan politik berhubungan ke kita langsung. Contoh Pajak Makanan dan Minuman 10% di Warung, Tarif Kapal Express Mahal, Biaya Kesehatan Mahal, Biaya Pendidikan Mahal merupakan keputusan yang lahir dari proses politik, jadi singkirkan egomu dan mulailah pro aktif terhadap setiap proses politik.

Pasangan Calon Vs Kotak Kosong?

Pemilihan terjadi ketika dihadapkan pada dua opsi, memilih pasangan calon atau kotak kosong merupakan hak konstitusi yang dijamin Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 54C ayat (2) mengatur bahwa Pemilihan dengan satu pasangan calon dilaksanakan dengan menggunakan surat suara yang memuat dua kolom yang terdiri atas satu kolom yang memuat foto pasangan calon dan satu kolom kosong yang tidak bergambar.

Pada masa kampanye yang sedang berlangsung Tim Pemenangan pasangan calon dapat mengakampanyekan, meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi misi dan program kerja untuk memilih pasangan calon yang diperjuangkannya.

Kotak kosong juga merupakan wadah untuk menampung pemilih yang karena alasan tertentu tidak memilih pasangan calon yang ada. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika ada kelompok masyarakat yang ingin mengsosialisasikan kotak kosong, selama sesuai dengan etika dan aturan kampanye yang sewajarnya dalam rangka mengaktifkan penyeleggaraan pemilu yang jujur, adil dan demokratis.

Quo Vadis Raja Ampat?

Pilkada Tahun 2020 merupakan moment yang indah, cara yang paling tepat untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Raja Ampat sesuai dengan yang di inginkan. Kalau kita ingin pembangunan seperti medel A maka pililah yang menawarkan pilihan A sebaliknya jika ada pilihan lain yang dirasa sekiranya dapat menjawab keresahan masyarakat maka pilihan tersebut juga dapat diakomodir.

Memilih kepala daerah sebaiknya jangan asal memilih karena mereka akan menentukan nasib suatu daerah selama lima tahun ke depan. Demi kemajuan kebaikan suatu daerah maka pililah pemimpin yang tepat. Menentukan pilihan harus benar-benar berkualitas, tidak asal memilih berdasarkan popularitas, berdasarkan hubungan darah, ataupun perasaan kagum misalnya karena kegantengannya, kita kan tidak sedang memilih bintang iklan di Televisi! Maka pelajarilah tiga hal berikut sebagai upaya untuk menemukan dan memilih pemimpin politik yang baik.

  1. Visi dan Misi

Visi adalah adalah suatu keadaan yang ingin diwujudkan. Misi adalah rangakain usaha untuk mencapai visi. Pastikan mengetahui visi dan misi pasangan calon agar disesuaikan dengan arah pembangunan daerah yang diinginkan.

2. Profil

Cara bisa dengan melakukan penelusuran terhadap akun facebook calon pemimpin atau pemberitaan media yang menampilkan kegiatan calon pemimpin yang bersangkutan. Mengapa profil calon pemimpin perlu diketahui? Agar pemilih dapat mengetahui gaya kepemimpinan dari calon pemimpinnya dengan demikian dapat membantu dalam menentukan pilihan.

3. Track Record

Track record atau rekam jejak merupakan bagian yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Perlu diketahui pengalaman pasangan calon?, bagaimana kinerja saat menjabat?, pernakah tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme? Dan lain sebagainya. Rekam jejak dapat ditelusuri melalui berbagai sumber yang terpercaya misalnya pemberitaan pada media masa yang kredibel. Karena bisa saja pasangan calon visi misinya bagus, profilnya oke tetapi rekam jejaknya buruk sehingga patut dipertanyakan.

Sekali lagi, setiap keputusan politik itu berhubungan ke kita langsung, bayangkan saja bagaimana nasibnya suatu daerah jika yang menjadi pembuat keputusan politik adalah mereka yang dikatakan tidak berkompeten dan tidak memiliki passion terhadap upaya penuntasan kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan. Kita membutuhkan pemimpin yang passioner dan berkompeten, passion terhadap gagasan besar daerah dan bangsa; gagasan daerah adat dan konservasi dan keutuhan NKRI serta Kompetensi terhadap bidangnya. Kalau passioner tapi tidak kompeten dia akan menyusahkan, kalau kompeten tapi tidak passioner dia pasti akan korup. Maka temukanlah pilihan yang dapat menghasilkan keputusan politik yang mampu mengatasi kemiskinan, kebodohan dan ketidakadilan. Selamat memilih!

Penulis Adalah Pegiat Ham dan Demokrasi di Papua Barat**

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...