25.6 C
Special Region of Papua
Thursday, January 21, 2021

Launching Kasuari Software: Kontribusi Anak Muda Papua di Bidang Tekhnologi

YOGYAKARTA, diptapapua.com – Sabtu 24 Oktober 2020, beberapa anak muda Papua di Kota Yogyakarta me-launching Website Profile Kasuari Software buah tangan salah seorang anak muda Papua. Kegiatan launching yang berlangsung di Asrama Tambrauw Yogyakarta tersebut, diikuti juga oleh Sekolah Bisnis Papua (SBP) yang beproses di Kota Gudeg itu.

Berdirinya Kasuari Software ini, timbul dari keresahan anak Papua atas perkembangan tekhnologi di Indonesia Timur atau Papua khususnya. Founder Kasuari Software, Daniel Sedik mengatakan pihaknya ingin berkontribusi untuk Indonesia, khususnya di Papua pada bidang tekhnologi.

“Upaya kami dirikan Kasuari Software ini adalah respon dari kurangnya perkembangan tekhnologi di Indonesia  Timur atau Papua. Juga kami ingin berkarya bagi banyak orang di bidang tekhnologi,” kata Sedik saat dihubungi diptapapua.com, Sabtu (24/10/2020).

Gagasan mendirikan pelayanan berbasis tekhnologi ini, Sedik mengaku telah memulainya semenjak 2018 lalu. “Sejak 2018 itu belum terlalu fokus, hanya kerja-kerja lepas hingga 2020 saya ingin fokus untuk kembangkan Kasuari Software ini,” jelasnya.

“Saya dirikan Kasuari Software ini, dibantu juga dengan teman saya Erix Syaiful Rohman sebagai Co-founder,” Sambung Daniel Sedik.

Maksimal lima tahun, Founder Kasuari Software optimis akan berpusat di Yogyakarta dan Papua serta beroperasi pada daerah-daerah atau perusahaan di Indonesia Timur yang fokusnya ke tekhnologi.

“Secepatnya kami upayakan legalitas hukum, lalu Kasuari Software akan berkontribusi langsung ke perusahaan-perusahaan bagian tekhnologi yang beroperasi di Indonesia Timur. Kasuari Software juga akan berusaha untuk mengembangkan generasi muda Papua di bidang tekhnologi,” beber Alumnus IST AKPRIND Yogyakarta ini.

Saat ditanya terkait nama “Kasuari” yang digunakan, Sedik mengaku agar indentik dengan Papua “Karena Kasuari adalah nama salah satu hewan di Papua”.

Pria bergelar sarjana komputer ini, berpesan agar anak muda Papua harus menyiapkan diri untuk menghadapi lajunya perkembangan dunia khususnya di bidang tekhnologi.

“Anak Papua sebetulnya bisa, hanya tidak ada fasilitas yang mendukung. Kita harus siap sedia hadapi perkembangan dunia,” pungkas Daniel Sedik, Founder Kasuari Software.

Reporter: Maksimus Syufi

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Ternyata! DPRD Tambrauw Buang Aspirasi Mahasiswa ke Tempat Sampah

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Tambrauw Kota belajar Jayapura berlangsung selama dua hari (6-7 Januari) di Distrik Feef tersebut, dilaporkan...

Persipura Jayapura Bubar Karena Politik

Oleh: Martinus Daniel Ajokwapi Persipura  bubar karena politik dari Jakarta, mengapa ? kembali melihat pada tim yang diutus untuk mewakili Indonesia bertanding di liga AFC....

Panas! Bakar Ban Hingga Pecahkan Kaca Gedung DPRD, Mahasiswa Tuntut Janji DPRD Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Sudah 7 tahun aspirasi mahasiswa Tambrauw di Jayapura terkait pembangunan asrama definitif belum mendapatkan jawaban dari pihak pemerintah...

Massa: Gedung DPRD Tambrauw Akan Dibakar Jika Aspirasi Mahasiswa Diabaikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Terhitung semenjak 2013 lalu, Ikatan Mahasiswa Tambrauw Kota Studi Jayapura berkali-kali melayangkan aspirasi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

32 Tahun Menjadi Guru, Awalnya Hanya Memiliki Gaji Honorer Sebesar 25 Ribu Rupiah

Menjadi guru adalah tugas yang luhur dan mulai. Oleh karena itu, tak heran jika guru selalu dijuluki sebagai pahlawan tanpa jasa. Hal inilah yang...