Permainan Kapitalisme: WHO Umumkan Varian Baru Covid-19 yaitu Omicron

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: R Cnay)*

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kembali mengumumkan temuan varian baru Covid-19 yang berasal dari Afrika Selatan, yakni B.1.1.529 atau Omicron.

Tentu informasi ini sudah dikonstruksi oleh masyarakat. Dengan demikian, Pemerintah kembali menghimbau untuk tetapkan PPKM di bulan ini.

Menarik sekali, ketika mereka sebut Virus itu dari Afrika. Hal ini akan mengingatkan kita pada Sejarah penyebaran wabah. Kita perlu melihat kembali ke beberapa waktu lalu, yaitu klaim Amerika soal Covid-19 yang berasal dari China.

Berikut Sejumlah laporan di Media Arab yang nyatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel berada di balik penciptaan dan penyebaran virus corona sebagai bagian dari perang ekonomi dan psikologi melawan China, demikian Institut Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI).

“Dari Ebola, Zika, SARS, Flu Burung dan Flu Babi, penyakit Antraks dan Sapi Gila hingga (virus) corona, (semua) virus mematikan ini diproduksi oleh AS dan mengancam akan memusnahkan orang-orang di dunia,” tulis laporan tersebut.

“Pabrik-pabrik Amerika adalah yang pertama memproduksi setiap jenis virus dan bakteri, dari virus cacar yang mematikan dan virus pes hingga semua virus yang kita lihat dalam beberapa tahun terakhir, seperti penyakit sapi gila dan flu babi,” kata situs itu.

Saya kira dengan mengetahui asal-mula berbagai jenis virus, tentu di sini kita sepakat bahwa informasi tentang varianĀ  baru yang dikabarkan berasal dari Afrika itu, sesungguhnya hanyalah bentuk manipulatif dalam proses perubahan iklim.

Sama persis seperti virus HIV yang dibuat secara kimia egenetika oleh pemerintah Eropa dan disebarluaskan ke Afrika Selatan (jalur transmigran). Itu salah satu senjata genosida.

Setelah menjelang beberapa waktu dengan penyebaran yang cukup besar, Akhirnya Afrika Menjadi pusat penyebaran virus HIV. Hal itu membuat dunia panik.

Jelas dinamika itu menimbulkan kebencian terhadap warga kulit hitam, dan menganggap semua orang kulit hitam itu penyakitan, jorok dan lainnya (Diskriminasi Rasial).

Jadi Kalo varian baru itu disebut berasal dari Afrika Selatan, saya kira hal itu adalah bentuk Diskriminasi. Karena terlihat ada unsur kesengajaan oleh WHO atau sebut saja Eropa, yang masih memandang orang kulit hitam dengan berbagai macam sifat Rasial.

Yang Berikut, untuk Covid-19 yang sampai saat ini masih relevan bagi pemerintah, tidak lain adalah untuk menekan protes massa terhadap krisis Ekonomi dan menutupi desakan investasi yang akumulasi sumber daya alam. Terutama Negara-negara adikuasa (Amerika).

Jadi Kapitalis manfaatkan peluang untuk kepentingannya. Dokter dibayar untuk menciptakan obat-obatan, lalu dipasarkan ke berbagai Negara yang terinfeksi Covid-19.

Hal itu telah membuktikan bahwa, virus tersebut sengaja diciptakan oleh Amerika dan Israel. Kemudian obatnya juga dibuat oleh Amerika dan Israel untuk nilai tawar sebagai bentuk cuci tangan juga bentuk akumulasi modal.

komoditas itu berlaku di saat Dunia sedang panik-paniknya dengan Covid-19. Negara-negara yang ada di bawah kekuasaan Imperialis Amerika harus membelinya. Termasuk Indonesia!

Indonesia mendapatkan vaksin dengan jumlah yang mencapai triliunan. Itu bukan gratis, tapi menjadi utang Negara.

“Nyeri bicara tentang Utang Negara”.

Arah gerak Negara Indonesia terlihat jelas, ketika kepala Negara mengedepankan investasi dan mengabaikan persoalan Kemanusiaan.

Semua masyarakat di Indonesia mengalami penderitaan, dan kematian merajalela. Itulah kekuatan Kapitalisme yang tumbangkan masyarakat.

Kolonial terus bergerak melakukan perluasan wilayah, atau perampasan tanah di mana-mana dengan kekuatan UU Cipta Kerja. Karena Semua yang ada di dalam bingkai NKRI adalah lahan bisnis yang telah disepakati antara Kapitalisme dan Kolonialisme.

“Maka itu, siapa saja yang menghambat investasi, akan saya tempelen,” begitulah ungkap kepala Negara RI.

Nah di sini secara garis besar, kita dapat melihat bagaimana perdagangan global di Abad ini, telah membuat target perluasan eksploitasi ke Negara-negara Dunia ke lll.

“Jadi jelas bahwa masalah yang sebenarnya adalah krisis Ekonomi dan Genosida. bukan konspirasi Wabah Covid-19”.

Sehingga sumber daya alam di Intan jaya, Puncak Beoga, Maybrat, Pegunungan Bintang, Ndugama, Yahukimo, dan beberapa daerah operasi Militer di Papua, akan menjadi milik investor asing dan para mantan-mantanĀ  jenderal (Orba). Itu bahkan telah diizinkan oleh Negara Kolonial Indonesia.

Masyarakat yang berasal dari daerah operasi Militer, Mereka mengungsi dan Kehilangan segalanya, termasuk nyawa Mereka. Tanah yang mereka miliki, telah dirampas oleh Pemerintah NKRI untuk kepentingan investasi.

banyak dari mereka mendapatkan perlakuan Diskriminasi Rasial, pembantaian, pemerkosaan, dan Pembunuhan oleh TNI-POLRI.

Dari semua uraian di atas, Papua masih menjadi korban dan akan terus menjadi korban Penindasan dan Penghisapan yang terstruktur dan tersistematis oleh Kolonialisme juga Imperialisme.

Jadi jangan pernah takut kepada pemerintah Indonesia, dan jangan pernah percaya dengan Covid-19. Tetapi jagalah Tanah milik Anda dan pertahankan harga diri Anda sebagai Bangsa Melanesia Barat.

SIKON:

– Covid’19 –> konspirasi Elite global.

– Utang Negara –> jembatan Akumulasi kapital

– Operasi Militer –> proses GENOSIDA.

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Praktek ‘Apropriasi’ Budaya Papua oleh Warga Jember saat Karnaval Budaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Kasus diskriminasi terhadap mahasiswa asal Papua kerap terjadi, termasuk di Kabupaten Jember. Salah satunya dialami oleh Kostantina (24),...

Saat Yudisium, Mahasiswa Papua Kampus Unram Dikriminalisasi Pihak Kampus

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pasca Gelar Yudisium Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Security kampus dan Intelijen Kriminalisasi dan Intimidasi Mahasiswa Papua di Universitas...

Misa Perdana Pater Kristian Sasior Diiringi Tarian Adat Suku Irires

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Prosesi tarian adat Suku Irires mengiringi Misa Perdana Pater Kristian Sasior. OSA di Gereja Katolik Santa Maria Asiti,...

Alokasi Dana Pemilu Bermasalah, KPK Diminta Periksa KPU Tambrauw

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Pengalokasian dana persiapan pemilihan umum (Pemilu) dikatakan bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Yance Akmuri, selaku ketua Panitia Pemilihan...

IPMKR Sorong Luncurkan Website Berita: Demi Permudah Publikasi Informasi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Bertepatan saat Musyawarah Besar, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kebar Raya (IPMKR) luncurkan Website berita resmi milik IPMKR. Situs berita...