23.3 C
Special Region of Papua
Sunday, December 5, 2021

Polisi Tangkap Frater Anton Syufi Karena Pakai Baju Bintang Kejora

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Polisi tangkap Frater Antonius Bill Clinton Syufi. OSA di Stadium Mandala Jayapura saat menyaksikan pertandingan sepak bola pada Minggu (3/10/2021), pukul 17.46 WIT. Alasan penangkapan tersebut, karena dia (Frater Anton) mengenakan baju kaos bermotif Bintang Kejora.

Menit ke-80 pertandingan sepak bola antara Tim PON Papua vs Tim PON NTT berlangsung, melihat Anton yang mengenakan baju motif Bintang Kejora itu, mereka (pihak polisi) langsung tangkap dan membawanya ke Polres Jayapura untuk diinterogasi.

“saat kami nonton tim sepak bola PON Papua main, Tim PON Papua cetak gol pertama dan gol kedua langsung sa buka baju kaos luar karena semangat. Sa punya baju kaos dalam itu motif bintang kejora. Orang sudah batariak rame karena gol, sa langsung berdiri. Rombongan polisi datang langsung pegang sa dan suruh ikut,” jelas Anton saat dihubungi jurnalis Dipta Papua.

“Polisi pegang sa tangan dan suruh ikut, sa bilang lepas sa tangan, sa juga bisa sendiri jalan. Sampai di mobil polisi, mereka (polisi) suruh sa buka baju, buka gelang Bintang Kejora dan mereka tanya-tanya,” lanjut Frater Anton Syufi.

Saat ditanya tentang alasan Frater Anton mengenakan baju bermotif Bintang Kejora tersebut, dia (Frater Anton) mengatakan “Tidak ada rencana apapun, sa ke Stadion Mandala ini untuk nonton pertandingan sepak bola”.

Frater Anton (duduk) saat ditangkap dan ditanya di Stadion Mandala Jayapura (Foto: Ist)

Beberapa menit setelah ditanya, polisi menyuruh Frater Anton naik ke dalam mobil dan dia dibawa ke Polresta Kota Jayapura. Frater Anton adalah seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura. Dia juga adalah seorang biarawan di Rumah Bina Kasisiakum Jayapura.

Hingga berita ini ditayangkan, Frater Antonius Bill Clinton Syufi masih diperiksa di Polresta Kota Jayapura.

"Obor Untuk Papua"

Pilipus Wabia
Jurnalis diptapapua.com

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

SEJARAH (I): Latar Belakang Lahirnya IPMT Surabaya

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Melalui Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu, 20 November 2021 di Asrama Papua Kamasan III Surabaya, secara resmi Organisasi...

ESAI: Noken Mama Papua

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Louis Kabak)*"Noken Mama Papua". Tidak bisa kita pungkiri bahwa noken tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Papua....

ESAI (III): Cinta di Kiri Jalan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Pada sebuah sore yang jahat, langit di Kota Rasis itu memerah dan membakar mawar berduri di...

ESAI (II): Anak Itu Sudah Mati

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Besi panas yang dikirim Presiden Jokowi dari Istana itu, menembus perut dan membunuh Nopelinus Sondegau, anak...

ESAI (I): Sa Punya Nama Pengungsi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*Desember 2018 di Nduga, saat itu sa ada di dalam Mama punya perut. Hingga 2019, sa...