Momentum Hari Jadi Kabupaten Tambrauw, IPMT Yogya Lakukan Seminar Sehari

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Bertepatan dengan momentum hari jadi Kabupaten Tambrauw yang ke-14 Tahun (29 Oktober 2022), Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tambrauw (IPMT) Kota Study Yogyakarta melakukan seminar sehari dengan mengusung tema “14 Tahun Membangun Tambrauw antara Ketertinggalan, Keberhasilan dan Tantangan yang akan Datang”.

Seminar sehari yang berlangsung di Asrama Mahasiswa Tambrauw Yogyakarta itu, dibawakan oleh tiga pemateri, yaitu Frengky Hae (Sekretaris Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw wilayah Sorong), Tenia Kurniawati (Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kabupaten Tambrauw) dan Vincent Paul Baru (Ketua Pencaker Kabupaten Tambrauw).

Pemateri pertama, Frengky Hae yang memaparkan materi secara virtual itu, menegaskan bahwa landasan awal pembentukan Kabupaten Tambrauw ialah demi mengangkat Harkat dan Martabat Masyarakat Adat Tambrauw.

“Perjuangan panjang pembentukan Kabupaten Tambrauw ini, didasari oleh perjuangan masyarakat adat. Ini demi harga diri orang Tambrauw. Orang Tambrauw harus berdiri dan menjadi pemimpin di negerinya sendiri,” ucap Hae dalam ruang virtual yang disaksikan oleh Mahasiswa Tambrauw di Yogyakarya dalam seminar sehari tersebut, Sabtu (29/10/2022).

Kemudian, Hae juga menegaskan kepada Pemerintah Kabupaten Tambrauw agar memperhatikan pembangunan manusia Tambrauw melalui dunia pendidikan.

Lebih lanjut, mewakili pihak pemerintah Tambrauw, Tenia Kurniawati yang langsung hadir di Asrama Tambrauw Yogyakarta dalam seminar itu, menyampaikan bagaimana perjuangan pemerintah membangun mutu pendidikan di Kabupaten Tambrauw.

Dia menyinggung soal upaya pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pendidikan yang berusaha memberantas angka buta huruf di Tambrauw.

“Dalam data Badan Pusat Statistik, persentase berantas buta huruf di Kabupaten Tambrauw terus mengalami kenaikan dalam kurung waktu 2013 hingga kini,” beber Kepala Bidang Sekolah Menengah ini.

“Ini artinya pemerintah tidak tinggal diam. Kami terus berupaya untuk berantas buta huruf di Kabupaten Tambrauw,” lanjut dia.

Lalu dia juga memberi persentasi terkait pembangunan pendidikan di Tambrauw. “Jumlah siswa SD, SMP serta SMA terus mengalami peningkatan. Meski tidak sepadan dengan Kota Sorong, namun jika dilihat dari data, persentase pendidikan bagi Kabupaten Tambrauw terus mengalami peningkatan dan bahkan bersaing dengan Kabupaten lainnya di Papua Barat, seperti Kabupaten Maybrat,” jelas Tenia Kurniawati.

Beberapa faktor yang mempengaruhi lambannya kemajuan pendidikan di Tambrauw, salah satunya ialah terkait dengan kondisi geografis. Faktor geografis di Kabupaten Tambrauw, Tenia mengaku menjadi salah satu pengaruh dalam membangun pendidikan.

“Akses jalan (geografis) sangat berpengaruh dalam upaya kami membangun pendidikan di Tambrauw. Misalnya, dulu sebelum ada akses jalan darat, kami harus berjalan kaki berbulan-bulan untuk pengawasan pada sekolah-sekolah di pedalaman. Tapi sekarang, adanya akses jalan yang dibangun, kami hanya butuh waktu seminggu untuk melakukan pengawasan atau pemantauan pada sekolah-sekolah di seluruh Tambrauw,” paparnya.

Sehingga, dia berpendapat bahwa pembangunan mutu pendidikan tidak bisa berjalan dengan sendirinya. Faktor lain atau bidang lainnya juga menjadi faktor pendukung, seperti pembangunan infrastruktur, faktor ekonomi dan juga dukungan moral dari masyarakat.

Hal lain yang juga disampaikan ialah terkait dengan program pemerintah melalui dinas pendidikan yang mengirim sejumlah pelajar serta mahasiswa untuk study ke luar Tambrauw. “Semua ini kami lakukan sebagai upaya membangun manusia Tambrauw,” tegas Tenia dalam seminar sehari yang diikuti puluhan mahasiswa itu.

Lalu pemateri berikut, ketua Pencaker Kabupaten Tambrauw, Paul Baru yang beberapa tahun belakangan ini berusaha mendata pencari tenaga kerja, mahasiswa serta pelajar asal Kabupaten Tambrauw. Pihaknya mengaku bahwa salah satu faktor hambatnya menyelesaikan persoalan di Kabupaten Tambrauw adalah minimnya pendataan.

“Perangkat pemerintahan di Tambrauw ini tidak punya data yang akurat terkait persentase orang Tambrauw. Sehingga ini jadi salah satu faktor yang menghambat pemerintah untuk atasi persoalan di Tambrauw,” terang Paul.

“Data itu sangat penting sebagai persentase pembangunan fisik dan manusia Tambrauw. Data itu jadi pegangan yang kuat, supaya pemerintah itu ketahui bagaimana persentase persoalan di Tambrauw itu,” lanjut dia.

Seminar sehari ini, dilakukan demi menyumbangkan ide atau gagasan bagi pemerintah dalam membangun Kabupaten Tambrauw. Ketua pelaksana, Nicodemus Momo mengaku kegiatan seminar ini diadakan sebagai upaya merawat masyarakat ilmiah.

“Segala persoalan harus dibicarakan dalam ruang akademis (ilmiah). Kami ini masyarakat ilmiah, sehingga kegiatan semacam ini harus terus dipelihara,” tegas Momo dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan seminar sehari tersebut.

Tak hanya di Yogya, seminar serupa juga dilakukan oleh mahasiswa Tambrauw di kota study Manokwari serta juga di Jayapura.

(Editor: Maksimus Syufi)

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...