22.3 C
Special Region of Papua
Thursday, October 14, 2021

Seribu Cerita Terukir dan Perjalanan itu Akan Dilanjutkan

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Oleh: Rudi Wonda)*

Ap Nayigin…

Yang terlahir dalam fase Kolonialisme Indonesia adalah, Mereka yang telah merasakan Penindasan dari dalam kandungan ibu mereka.

Berbagai operasi Militer Indonesia yang secara langsung melakukan pembantaian terhadap Rakyat Papua di Seluruh West Papua.

Traumatik yang mendarah daging dan berdampak pada psikis anak-anak balita hingga saat ini, Rakyat Papua masih Terus diperhadapkan dengan tekanan Militer Indonesia.

Siapa yang tidak kenal dengan bunyi tembakan, atau sebutan baku-tembak, atau baku perang. Tentu semua orang Papua tau dan merasakan tekanan itu.

Sebab itu, banyak anak-anak yang menentukan pilihan Mereka untuk perjalanan hidup. Antara lain adalah, ikut serta merebut kembali hak politik kedaulatan Negara West Papua.

Keterlibatan Mereka dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat adalah, bagian dari Respon Terhadap Penindasan di Papua. Yang artinya, kesadaran akan penindasan dan bangkit melawan penindasan.

“Mereka tumbuh dari kecil hingga dewasa dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat”.

Oniara (Rambo) Wonda, salah seorang pejuang kemerdekaan Bangsa Papua Barat dalam hal bergerilya atau yang dikenal sebagai salah satu anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Demi keselamatan umat manusia Papua, dan Demi masa depan bangsa Papua, Ia telah melakukan perlawanan terhadap Penjajah Kolonial Indonesia dan Imperialis Amerika.

Naik dan turun gunung, menyebrang sungai, siang maupun malam, makan atau tidak, sakit atau sehat, itu semua tidak dipersoalkan. Karena baginya, perjuangan untuk Bebas dari rantai penindasan adalah kewajibannya. Dan semua resiko adalah, konsekuensi dari pejuang sejati.

Pengabdian kepada Rakyat Papua adalah, alasan mengapa ia dilahirkan di Bumi West Papua.

Kawanku Oniara Wonda, menghembus nafasnya yang terakhir pada Senin (13/9/2021) di RSUD Wamena. Dia adalah seorang yatim piatu yang memilih menjadi gerilyawan untuk berjuang merebut Tanah Airnya West Papua dari Kolonialisme, Kapitalisme dan Militerisme Indonesia. 

Yang terhormat Oniara (Rambo) Wonda, terimakasih atas dedikasimu dalam Perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Aggi Pur apeno paga, yigin one ekumenggan Tati abeki oo. Aeee Nowe Sayang”

Hilang Satu Tumbuh Seribu !!!

"Obor Untuk Papua"

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

Polisi Tangkap Frater Anton Syufi Karena Pakai Baju Bintang Kejora

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Polisi tangkap Frater Antonius Bill Clinton Syufi. OSA di Stadium Mandala Jayapura saat menyaksikan pertandingan sepak bola pada...

Kalimat “Perbaiki Keturunan” itu Rasis Terhadap Orang Kulit Hitam

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Maksimus Syufi)*“Perbaiki Keturunan”! dua buah kata dalam satu kalimat yang sering sa dengar ini, bermaksud untuk menjelaskan seorang...

KNPI Tambrauw Beri Bantuan Perlengkapan Olahraga Kepada IMT Malang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tambrauw, melalui Bidang Pemberdayaan Pelajar dan Mahasiswa menyerahkan...

Bentuk Gerakan Militer: Masyarakat Mengungsi di Atas Tanahnya Sendiri

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Anton SakofAbstrakMiliterisme adalah suatu paham atau pandangan yang menganggap bahwa militer mempunyai kedudukan khusus dan penting dalam...

Pengaduan Konstitusional Keharusan dalam Konstitusi

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua -Oleh: Thomas Ch Syufi*Pasca-Keputusan Mahkamah Agung soal Pemilihan Walikota Bandar Lampung 2020, pakar hukum tata negara, Prof. Yusril...