Lawan Lupa Kematian Arnold Ap, Orang Papua di Malang Adakan Panggung Budaya

DIPTAPAPUA.com – Obor Untuk Papua –

Arnold Clemens Ap, musisi dan budayawan yang wafat ditembak oleh Komando Pasukan Khusus Militer Indonesia pada 26 April 1984 di Pantai Base G Jayapura, Papua. Bertepatan dengan 37 tahun kematian Arnold C Ap, Puluhan Orang Papua di Malang serta beberapa kelompok orang Indonesia bersolidaritas untuk Papua, mengadakan panggung budaya mengenang dan melawan lupa atas tragedi pembunuhan itu.

Panggung budaya yang berlangsung pada 26 April 2021 itu, diisi dengan penampilan tarian, baca puisi, orasi, diskusi perjalanan Arnold Ap dan beberapa kelompok menyanyikan lagu termasuk lagu yang dinyanyikan Arnold Ap sewaktu berada di Grup Mambesak.

“37 Tahun yang lalu Arnold Ap wafat ditembak, namun 37 tahun mendatang perjuangan dan semangat Arnold Ap tetap membara dalam diri generasi Papua. Semangatnya tidak akan hilang,” kata salah seorang peserta dalam penampilannya.

Arnold Clemens Ap adalah seorang budayawan, antropolog dan musisi yang lahir di Pulau Numfor, Biak pada 1 Juli 1945. Kemudian, dia ditembak di Pantai Base G, Jayapura pada 26 April 1984 dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Abepura, Jalan Raya Abepura Padang Bulan, Jayapura.

Baca juga: Rawat Lupa ! Arnold Ap: Bernyanyi Untuk Berjuang

Lagu yang dinyanyikan Arnold Ap dan beberapa rekannya di Grup Mambesak, selain untuk menghibur hati rakyat Papua yang pada saat itu mendapatkan kekerasan dari militer, Arnold Ap juga ingin agar melalui lagu-lagu itu, mencoba mengangkat harkat dan martabat orang Papua. Salah satu lagunya yang populer, berjudul “Hidup Ini Suatu Misteri” adalah lagu yang ditulis Arnold Ap sendiri sewaktu dia dikurung di jeruji besi.

“Mungkin orang berfikir saya gila, tapi saya akan melakukan apa yang saya pikir bagi masyarakat, sebelum saya meninggal,” kutipan Arnold Clemens Ap.

Bersamaan dengan 37 tahun mengenang kematian Arnold Ap, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang mengeluarkan pernyataan sikap di antaranya !

  1. Berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua
  2. Usut tuntas pelanggaran HAM di seluruh Tanah Papua
  3. Tarik militer organik dan non organik dari Tanah West Papua
  4. Usut tuntas dan adili kasus pembunuhan terhadap Arnold Clemens Ap dan kawan-kawannya
  5. Cabut UU pasal makar dan bebaskan seluruh Tapol Papua
  6. Hentikan beragram eksploitasi dan seluruh perusahaan di Tanah Papua
  7. Hentikan beragam diskriminasi rasial, kriminalisasi jurnalis dan jamin kebebasan ruang demokrasi
  8. Segera bebaskan Ronald Levy dan Kevin tanpa syarat
  9. Tolak Otsus jilid II
  10. Segera buka akses jurnalis nasional dan internasional di seluruh Tanah Papua
  11. Segera bawa masalah Papua ke meja PBB

"Obor Untuk Papua"

Maksimus Syufi
Maksimus Syufi
Jurnalis Dipta Papua

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles

PUISI: Papua yang Hilang

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Namaku Papua! Aku yang mungkin lupa diucapkan oleh aksara dan rasa! Aku yang mungkin lupa ditulis oleh kamus-kamus penderita! Aku yang mungkin...

Berusia 44 Tahun, IPMAPA Malang Diharapkan Jadi Rumah Bersama

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Dalam perayaan usianya yang ke-44 Tahun, Organisasi Persatuan Orang Papua, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) di Kota Malang...

Pentas Seni Dalam Rangka HUT IPMAPA Malang, Beberapa Tradisi Papua Ditampilkan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Kota Malang, dimeriahkan dengan pentas seni budaya yang menampilkan...

Perayaan HUT IPMAPA Malang, Diawali dengan Seminar

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Perayaan Hari Ulang Tahun Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) Malang yang ke-44 Tahun, dimulai dengan kegiatan Seminar yang...

Mahasiswa Mimika di Kota Malang Tuntut Pemda Mimika dan YPMAK Tanggung Jawab Masalah Pendidikan

DIPTAPAPUA.com - Obor Untuk Papua - Mahasiswa Mimika yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Mimika (IPMAMI) Kordinator Wilayah Kota Malang, menyikapi persoalan pendidikan...